Setelah Sebulan Berduka Cita, Warga Thailand Siap Kembali Sambut Muay Thai
Semua foto oleh penulis
muay thai

Setelah Sebulan Berduka Cita, Warga Thailand Siap Kembali Sambut Muay Thai

Larangan berjudi selama sebulan di Thailand dalam rangka menghormati kematian Paduka Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej telah berakhir.
6.11.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Sports. Surat resmi dilayangkan pada hari Jumat, 29 September pada pukul 4 sore di hari kerja terakhir pada bulan tersebut. Pemerintah Thailand melarang semua izin judi bulan Oktober demi mempersiapkan upacara Kremasi Kerajaan. Hampir setahun telah berlalu semenjak kematian Raja Bhumibol Adulyadej, salah satu monarki terpanjang di dunia. Sebagai bagian dari tradisi Thailand, warga negara gajah putih tersebut memasuki fase berduka cita selama satu tahun. Setelah itu, upacara perpisahan puncak dilakukan: sebuah pemakaman lima hari senilai Rp1,2 trilliun yang masa persiapannya mencapai satu tahun.

Iklan

Komunitas Muay Thai sadar dengan tradisi negaranya tersebut tapi tetap terkejut dengan larangan berjudi yang sangat cepat dikeluarkan. Mereka mengira perjudian dan bentuk hiburan lainnya akan diizinkan beroperasi hingga 8 Oktober. Sayangnya, mereka salah. Semua pertandingan yang sudah disiapkan berlangsung dalam minggu tersebut harus dibatalkan pada menit-menit akhir dan dijadwalkan ulang untuk bulan November. Sesungguhnya bukan pertandingan yang dilarang, tapi perjudian. Masalahnya, di Thailand, bukan Muay Thai namanya kalau tidak melibatkan aksi judi.

Namun beberapa promotor tetap nekat—mereka tidak ingin petarung yang sudah berlatih keras terbuang sia-sia jerih payahnya. Channel 7 Stadium tetap mengadakan pertandingan sesuai jadwal di 1 Oktober tanpa melibatkan perjudian. Ada suasana yang aneh di stadium mengingat banyak penonton datang siap bertaruh dan tidak sadar bahwa larangan berjudi baru saja dirilis 36 jam sebelumnya. Namun tidak ada warga Thailand yang memprotes keputusan ini, lagian mereka memang dilarang memprotes Keluarga Kerajaaan. Thailand memiliki hukum Lèse majesté paling ketat di dunia.

Biarpun banyak mengalami kerugian, komunitas Muay Thai mematuhi peraturan tersebut. Seminggu kemudian, Thailand bahkan menjadi lebih sunyi lagi karena semua bentuk hiburan juga dilarang. Tidak ada pesta, festival kuil, atau konser musik. Bahkan beberapa seri drama TV juga ditangguhkan demi persiapan pemakaman. Di seluruh negara, kuil, bisnis lokal, kantor pemerintah dan rumah-rumah mewah menghabiskan sebulan menanam bunga marigold kuning di depan pagar. Mereka berusaha menyelimuti Thailand dengan warna terang emas bunga menjelang Kremasi Kerajaan.

Iklan

Area-area turis bebas dari larangan ini. Max Muay Thai yang ditujukan untuk perusahaan tur dari Cina terus berlangsung. Bazar dan stadium di Chiang Mai juga tetap dibuka untuk turis biarpun pertandingan tidak diadakan semewah dan sesering biasanya. Di pulau Phuket, beberapa stadium ditutup namun beberapa tetap beroperasi. Semuanya mematuhi peraturan larangan berjudi. Namun bagi banyak warga Thailand, sebuah pertarungan tanpa perjudian itu bukan pertarungan sejati. Biarpun para atlit adalah sosok profesional dan sadar akan kewajiban mereka menghibur penonton, tanpa uang mereka tidak memiliki insentif saat menang.

Biarpun ekonomi nasional Thailand meningkat akibat banyaknya warga Thailand berbelanja pakaian yang sesuai dengan masa berkabung (dress code yang ketat diberlakukan di Istana Negara, dan warga Thailand dianjurkan—dan kadang dipaksa—untuk mengenakan pakaian berwarna hitam selama setahun penuh) dan pergi ke Bangkok untuk menunjukkan rasa hormat, komunitas Muay Thai menderita secara diam-diam.

Wasit, pemilik stadium, petarung, dan bahkan vendor keliling harus menutup bisnis tanpa ada skema pendapatan cadangan. Bahkan gym ramah turis macam Sitmonchai merasakan dampaknya, " Ada beberapa orang membatalkan keanggotaan akibat larangan tersebut," jelas jubir gym, Abigail McCullough. "Mereka ingin merasakan pengalaman Muay Thai sejati menonton pertandingan di stadium seperti Lumpini dan Rajadamnern. Sama seperti tahun lalu, atmosfir gym berubah, para petarung tetap berlatih tapi terlihat tidak terlalu termotivasi."

Tidak ada yang namanya aksi berduka terlalu lebay buat Raja tercinta. Selain upacara besar di Bangkok, upacara-upacara kecil juga diadakan di wilayah-wilayah lain di Thailand, bahkan yang paling miskin sekalipun. Banyak dari komunitas Muay Thai bahkan ditahbiskan sebagai biksu pemula untuk menghormati Raja, termasuk superstar dan petarung aktif Buakaw Banchamek. Buakaw

Kini, abu dari Raja telah disebar di berbagai kuil khusus anggota kerajaan di ibukota Thailand—sebuah praktik yang sudah umum dilakukan di negara tersebut. Lewat sebuah siaran televisi, Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengumumkan akhir resmi dari masa berkabung. Warga Thailand kini bebas mengenakan pakaian berwarna-warni dan kembali ke rutinitas. TV, hiburan, dan pertandingan sudah kembali diizinkan beroperasi.

Komunitas Muay Thai akhirnya kembali bisa bernafas. Setelah sebulan tanpa aktivitas, petarung, promotor, pejudi akhirnya kembali bisa mencari nafkah. Muay Thai kini sudah kembali bisa dinikmati secara sepenuhnya.