Pegunungan Uritorco di Capilla Del Monte
Pegunungan Uritorco di Capilla Del Monte / Mariela Atia / AFP
Mahluk Ekstraterestrial

Mengunjungi Kota yang Seluruh Penduduknya Pernah Melihat UFO

Warga Capilla Del Monte di Argentina percaya alien bersembunyi di bawah pegunungan yang terbentang luas dekat rumah mereka.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza

Pedagang batu kristal yang kutemui tiba-tiba menyeletuk, “Coba deh sekali-kali main ke Capilla Del Monte. Tempatnya sangat spiritual.”

Namanya tak asing di telingaku. Penampakan UFO yang cukup sering di sana membuat kota kecil di Argentina tengah itu dijuluki sebagai “kota yang para penduduknya telah melihat UFO”. Dari cerita warga, ada pangkalan UFO yang terkubur di bawah pegunungan. Mereka menyebutnya “ERKS”. Desas-desus soal aktivitas ekstraterestrial jelas mengundang ribuan wisatawan ke Capilla Del Monte setiap tahunnya.

Iklan

Kemunculan UFO bukan fenomena langka di Amerika Selatan, bisa disaksikan mulai dari gurun Chili sampai Nazca di Peru. Bulan lalu, pemandu hiking di Bahia, Brasil mengaku kepadaku dia lebih takut dengan “makhluk aneh yang keluar masuk pangkalan [UFO] di bukit Taman Nasional Chapada Diamantina” daripada bertemu jaguar atau ular berbisa. Menurutnya, DNA makhluk aneh di cagar alam Brasil timur ini sudah “tercampur” dengan populasi manusia setempat. Itulah mengapa perilaku mereka “trippy”.

Meski tak sedikit orang mengelirukan balon udara dan fenomena alam sebagai piring terbang, banyak saksi tepercaya yang mengklaim telah melihat UFO baru-baru ini. Pilot pesawat tempur Amerika, misalnya, mengaku pernah mendapati benda aneh saat menjalankan misi. Beberapa bulan lalu, anggota Angkatan Laut AS mengonfirmasi penampakan ini tak dapat dijelaskan.

Euforia UFO sangat terasa di Capilla Del Monte. Kedatanganku disambut dengan berita seorang istri yang super panik suaminya hilang secara misterius. Ketika suaminya pulang ke rumah, dia mengklaim habis diculik alien dan mendapat “perlakuan buruk”.

1567505134315-unnamed

Monumen alien di Capilla Del Monte. Foto milik Marc Bonomelli.

Kota ini mulai mendapatkan popularitasnya pada 9 Januari 1986, ketika tiga warga—termasuk seorang anak kecil—mengatakan melihat kapal terbang bundar yang mendarat di sebuah gunung. Piring terbang tersebut menghanguskan padang rumput sepanjang 12 meter dan selebar 64 meter. Sejak saat itu, semakin banyak orang menceritakan pernah melihat benda-benda aneh di sana, seperti bola bercahaya yang terbang dalam formasi, piring terbang, makhluk humanoid dan hantu bersinar.

Iklan

Capilla Del Monte memanfaatkan pariwisata UFO sebagai sumber pemasukan daerah. Festival Alien diadakan setiap tahun, sedangkan agen travel menawarkan paket tur UFO kepada para pengunjung. Sempatkan waktu berjalan kaki, dan kamu akan menemukan deretan pusat perbelanjaan dan toko buku bertema luar angkasa di sekitar kota. Pusat observasi bahkan sudah didirikan sejak 21 tahun lalu. Penduduk mengatakan NASA memiliki markas di dekat situ, tetapi aku enggak bisa membuktikannya.

Mariela Atia / AFP

Gunung Uritorco yang dikabarkan menampung pangkalan UFO di dasar gunung. Foto oleh Mariela Atia / AFP

“Kamu akan bertemu orang skeptis dan mistikus di Capilla Del Monte,” terang pemandu gunung bernama Claudio. “Orang skeptis baru akan memercayai sesuatu setelah melihatnya langsung, sedangkan orang mistikus sudah percaya sebelum menyaksikannya.” Claudio tampaknya berada di antara kedua golongan.

Dia menerangkan kaum mistikus percaya ERKS beneran ada di bawah pegunungan Uritorco, Los Terrones dan El Pajarillo. Alien dari dimensi lain—atau bahkan dari masa depan—tinggal di kompleks atau pangkalan galaksi itu untuk membagikan wawasan mereka kepada umat manusia. Pegunungannya merupakan “portal energi” yang akan terbuka melalui getaran positif dan membawa masuk cenayang, dukun dan tabib ke pangkalan.

Claudio menerangkan pegunungan ini telah menjadi tempat sakral sejak dulu kala, terutama bagi penduduk asli Indian Comechingones yang sudah tinggal di sana sebelum adanya invasi alien. “Rumornya, alasan Comechingones hilang tanpa jejak yaitu karena mereka kabur dan mengorbankan diri di pegunungan. Tapi, banyak yang percaya kalau mereka sebenarnya pergi ke kota alien lewat terowongan rahasia,” tutur Claudio.

Iklan
1567505751178-erks_reuniao-1

Rapat “komunitas cahaya” di Cordoba. Foto: Fraternitade.

Di dalam toko benda mistis, aku mengambil buku berjudul The Five Cosmic Exercises of the ERKS yang ditulis oleh Ariel Pro. Pengarang menyebut dirinya “pemandu kosmik mistis” yang sudah lama mendalami esoterik — energik, religius dan spiritual — di Spanyol. Dia kemudian dipanggil oleh Pemandu ERKS yang menurutnya merupakan “makhluk bijak dari peradaban dunia kuno yang memiliki pengetahuan leluhur”. Apa misi mereka? “Untuk menyiarkan dan mempersiapkan aliansi antara alam semesta dan umat manusia.”

Ariel tak menanggapi permintaanku untuk berkomentar. Ujung-ujungnya, aku makan siang bareng Raul — pemandu gunung profesional yang pernah “dipanggil” oleh makhluk luar angkasa. Raul adalah sesosok family man dengan perawakan tenang. Dia enggak mau aku foto di sebelah monumen alien duduk.

“Gambar-gambar seperti itulah yang membuat kami dipandang sebelah mata,” jelas Raul. Dia yakin ERKS merupakan episentrum penting yang dapat membangkitkan hati nurani seseorang. Dia menganggap kawasan ini bisa menjadi Noah Ark bagi umat manusia ketika bencana akhir zaman terjadi.

Lulusan psikologi bernama Ana Maria membuka wawasanku tentang alien. “Dimensi yang mereka huni lebih halus daripada dunia ini,” Ana menjelaskan. “Berkat teknologinya, mereka dapat mengubah frekuensi supaya kehadiran mereka tak kasat mata. Inilah mengapa pesawat mereka muncul dan hilang dalam sekejap mata.”

Warga mengatakan keberadaan penduduk ERKS sangat mungkin dilihat dengan mata telanjang, tetapi mereka biasanya menunjukkan diri melalui indra intuitif kita. Makanya, kita sulit memastikan apakah yang kita lihat benar-benar makhluk luar angkasa.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Prancis.