Ilmu Sihir

Di Eropa Masa Kini, Penyihir Profesional Masih Laku dan Berpenghasilan Puluhan Juta

VICE ngobrol bareng Lunadea, penyihir yang praktik di Belanda memasarkan jasanya via IG, dengan penghasilan per bulan rata-rata setara Rp51 juta.
20.10.20
Penyihir Lunadea
Penyihir Lunadea. Semua foto oleh penulis.

Di masa lalu, penyihir adalah kelompok paling dimusuhi. Keberadaan mereka diburu karena dianggap sebagai pemuja setan yang kerap membawa kesialan. Akademisi memperkirakan 40.000-50.000 orang di Eropa dan Amerika dibunuh atas tuduhan “mempraktikkan ilmu sihir” sepanjang abad ke-15 hingga ke-18.

Namun, ilmu sihir kian populer beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang di seluruh dunia yang menyebut diri mereka “penyihir”. Ada 5,5 juta postingan Instagram yang menggunakan tagar #witchesofinstagram. Sementara itu, frasa “witchcraft course” menghasilkan 35 juta pencarian di Google. Dengan kata lain, praktik yang dulunya tampak menakutkan dan misterius sudah ramai peminat sekarang.

Saya penasaran seperti apa keseharian penyihir modern. Apa saja sebenarnya yang mereka lakukan? Untuk menjawab rasa ingin tahuku, saya berbincang dengan Lunadea Jankiewicz. Penyihir sekaligus pengusaha ini bercerita tentang model bisnisnya dan persaingan yang ketat di antara penyihir.

VICE: Halo, Lunadea. Bagaimana kesibukanmu sebagai penyihir?
Lunadea: Setiap penyihir memiliki keahlian mereka sendiri. Saya iseng menyebut diri “penyihir komputer” karena sebagian besar tugasku berkaitan dengan komputer. Saya mempersiapkan bahan ajar kursus dan lokakarya penyihir. Enggak ada bedanya dengan guru.

Iklan

Setiap pagi, saya memulai hari dengan menghormati leluhur. Saya menyisihkan sarapan buat sesajen di sebelah dupa dan lilin. Pagi ini, saya memberi sereal jagung dan kopi. Saya menambahkan sedikit roti saat makan siang. Menghormati leluhur adalah tugas penting bagi penyihir, karena mereka dapat membantumu meraih kesuksesan.

Kaleng berisi ramuan

Lunadea membuat 'kalender penyihir' setiap tahun

Seperti apa rasanya jadi penyihir?
Ilmu sihir adalah jalan hidup kami. Penyihir hidup harmonis dengan alam, memperingati pergantian musim dan menemukan kekuatan utama masing-masing. Penyihir modern enggak mengenakan jubah hitam atau naik sapu terbang. Mereka justru terhubung dengan spiritualitasnya. Saya pribadi membuka kelas dan lokakarya penyihir. Saya aktif menulis buku dan membuat kalender penyihir setiap tahun.

Kamu bisa dapat uang ngasih jasa sihir?
Ya, betul. Saya mengadakan festival penyihir tahunan dan ditahbiskan untuk melakukan ritual perkawinan penyihir. Saya juga menjual perlengkapan yang dibutuhkan penyihir. Saya bisa memperoleh pemasukan sekitar €3.000 (Rp51 juta) setiap bulannya.

Bagaimana pengeluaran operasionalmu selama menjalankan bisnis ini? Banyak atau enggak?
Saya paling menggaji pacar €500 (Rp8,6 juta) per bulan untuk jasa copy editor-nya. Selain itu, saya menggunakan web domain biar lebih gampang ditemukan di Google. Contohnya ada yang mencari “witchcraft course”, dan laman saya akan muncul di situ. Lalu ada biaya pengiriman, membeli perangkat lunak dan menyewa gedung seminar.

Apa saja yang diajarkan dalam lokakaryamu?
Cara membuat lilin ritual dan menyingkirkan energi negatif dari rumah, serta mengajarkan manfaat kartu tarot untuk menjawab pertanyaan besar dalam hidup. Kalian bisa mengikuti 10 lokakarya dengan membayar €600 (Rp10,3 juta), atau kelas online dilengkapi buku informasi setebal 20 halaman—yang saya tulis sendiri—dengan membayar €23 (Rp398 ribu).

Lunadea dan kartu tarot

Lunadea dan kartu tarot

Pernahkah kamu menerima permintaan aneh dari pelanggan?
Tentu saja pernah. Setiap minggu, kayaknya ada saja yang meminta bantuanku untuk menyingkirkan kutukan yang menimpa mereka. Itu bukan keahlianku, jadi saya menyuruh mereka cari orang lain saja.

Apa yang membedakanmu dari penyihir lain?
Persaingan memang semakin tinggi, tapi saya cukup dikenal di media sosial. Butuh waktu lama untuk sampai pada titik ini, dan hasilnya terbukti enggak sia-sia. Saya aktif di Facebook dan Instagram.

Pernahkah kamu iseng naik sapu?
Simbol sapu terbang dicetuskan oleh seniman Pieter Bruegel [pada abad ke-16]. Dia orang pertama yang menggambarkan penyihir sebagai perempuan naik sapu terbang yang mengaduk ramuan dan memelihara kucing hitam.

Meski diciptakan oleh pelukis Abad Pertengahan akhir, simbol ini populer sampai sekarang — bahkan di kalangan penyihir sekalipun. Saya enggak pernah naik sapu terbang, tapi konsep inilah yang membuat penyihir tetap eksis sekarang. Karena itu jugalah kursus ramuan herbal saya sangat terkenal. Tapi kalau boleh jujur, setiap penyihir memang memimpikan hidup di pondok tengah hutan.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Netherlands.