Travel

Bertualang di Museum Mi Instan Jepang

Rasanya... tidak tergambarkan. Begitu kaya nuansa (walau tak pakai MSG).

Artikel ini pertama kali tayang di Amuse.

Sebagian besar dari kita, di satu titik, pasti pernah kecanduan makan mi instan. Mau bagaimana lagi. Mi instan begitu mudah dibuat, murah, rasanya enak, serta bisa jadi penawar rasa lapar yang tiba-tiba menghampiri saat kalian sedang di kamar kos dan malas keluar mencari makan, apalagi ke pasar beli bahan makanan, pukul dua dini hari. Berterima kasihlah, kalau begitu, pada mi instan.

Iklan

Salah satu caranya adalah menyempatkan mampir ke Kota Ikeda, Jepang, mendatangi Museum Cupnoodles. Museum ini bakal memberi gambaran sangat utuh tentang perkembangan mi instan dari pertama kali tercipta hingga zaman kiwari.

Mi instan tercipta pertama kali sesudah Perang Dunia II meluluhlantakkan Jepang. Negara itu mengalami kekurangan pasokan bahan pangan. Mayoritas rakyat cuma bisa mengandalkan roti berbahan tepung gandum pemberian Amerika Serikat. Momofuku Ando, lelaki keturunan Jepang-Taiwan, mencoba mencari solusi bagi persoalan kelaparan yang mendera keluarga dan tetangganya. Dia terusik melihat banyak orang saat itu malah makan roti, bukannya membuat mi saja—padahal mi adalah masakan khas Jepang yang sudah dikonsumsi sejak ribuan tahun.

Semua foto dari arsip museum mi instan Ikeda.

Inspirasi membuat mi instan datang pada Ando, ketika dia berjalan mengelilingi Kota Osaka, tepat di hari menyerahnya Jepang kepada sekutu tahun 1945. Di kota itu, dia menyaksikan antrean penduduk mengular di kedai ramen. Ando semakin yakin, makan mi lebih baik dibanding roti. Sebab mi mengenyangkan, proses pembuatannya sederhana, dan lebih murah daripada memanggang roti, walau sama-sama berbahan gandum. Sejak itu Ando terobsesi menghasilkan mi yang bisa dinikmati siapapun. Dia nekat keluar dari pekerjaan sebagai bankir, lalu menjajal bermacam resep mengolah mi, yang mudah ditiru siapapun kelak. Ando mengunci diri di pondokannya selama berbulan-bulan, berusaha menemukan mi impian. Kerja kerasnya perlahan terbayar pada 1957, ketika dia pelan-pelan mendapat resep terbaik supaya mi bisa dimasak cukup dengan menyiram air panas.

Iklan

Tepat pada 25 Agustus 1958, Ando benar-benar menciptakan makanan yang sebelumnya dianggap mustahil para kolega. Lebih dari setahun dia menyempurnakan teknik memasak mi gaya baru, yang digoreng sebentar sehingga awet. Mi ini selain gampang dimasak siapapun, dilengkapi citarasa ramen ayam. Formula ini terus bertahan, diwariskan, dan menjadi cetak biru mi instan seperti yang kita kenal sekarang.

Mi instan sekarang dianggap makanan kepepet mahasiswa dan pengganjal perut akhir bulan. Padahal, setelah ditemukan oleh Ando, mi instan sempat dicitrakan sebagai masakan mewah. Niatan Ando tak langsung tercapai, karena harga jual mi instan ternyata enam kali lipat lebih mahal dibanding soba dan udon pinggir jalan. Pelan-pelan mekanisasi sukses menekan harga jual. Mi instan pun populer, sesuai harapan awal Ando. Berkat kerja kerasnya, Ando menjadi ikon budaya Jepang. Dua museum sudah berdiri untuk mengenang jasa-jasanya. Satu museum mi instan ada di Kota Yokohama. Sementara museum yang di Ikeda, Prefektur Osaka, merupakan prakarsa Nissin Foods, perusahaan yang didirikan Ando.

Ketika menginjakkan kaki pertama kalinya di Cupnoodles Museum Ikeda, kalian bakal merasakan aura sureal. Di gerbang, berdiri gagah patung Ando yang berlapis emas. Tangan patung itu menyodorkan sebungkus mi instan, menyambut setiap pengunjung. Masuk ke dalam, kalian harus melewati lorong berkelok menyerupai mi instan keriting. Di dinding lorong, terdapat bungkus mi instan berbagai merek dari seluruh dunia, termasuk Indomie. Salah satu sudut museum juga mengabadikan replika kamar pondokan tempat Ando menyepi demi mencari cara menghasilkan mi tahan lama dan bisa dimasak cepat. Kalau semua itu belum terasa sureal, saksikan juga mi instan luar angkasa yang dibuat khusus untuk astronot Soichi Noguchi yang berangkat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2005. Di lantai dua museum kalian boleh mendesain bungkus mi instan kreasi sendiri. Termasuk, jika kalian ingin menciptakan rasa mi instan sesuai selera.

Puas jalan-jalan, kalian bisa rebahan di Drama Teater Cupnoodles. Akan ada animasi menggambarkan pertemuan Ando dengan calon investor asal AS yang tertarik pada temuannya. Animasi itu memberi tambahan detail informasi tentang perkembangan mi instan. Mi instan versi gelas (semacam pop mie) tercipta berkat perjalanan Ando ke Cina, yang menyaksikan warga setempat makan mi pakai gelas plastik. Sementara garpu lipat plastik dibuat, berdasarkan pertemuan Ando dengan seorang pengusaha asal Los Angeles yang tak bisa memakai sumpit.

Semua itu terjadi pada 1971. Sejak itu, sisanya sejarah. Mi instan menjadi produk yang mendunia. Sampai sekarang.