FYI.

This story is over 5 years old.

Musik Baru

Wolves in the Throne Room Kembali Mainkan Black Metal Murni Lewat ‘Thrice Woven’

Di album sebelumnya, 'Celestite', mereka mengejutkan fans karena bereksperimen sama synthesizer. Sekarang WITTR kembali ke akar dan mengizinkan kita streaming gratis album barunya!

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.

Di awal karir mereka, 15 tahun lalu, kolektif black metal Wolves in the Throne Room (WITTR) berkali-kali membuat musik dengan lirik membahas alam, hutan dan kemegahannya. Mereka membungkusnya lewat petikan gitar tremolo dingin, sisipan folk yang muncul sekonyong-konyong bak kematian, hingga drone synthesizer tanpa kata-kata. Berbagai komposisi WITTR yang penuh hiruk pikuk punya satu elemen utama: gaung yang seakan-akan keluar dari gua-gua alam liar. Mewakili kemegahan sekaligus amarah alam liar terhadap peradaban destruktif manusia. Sampai saat ini, trio asal Olympia, Washington itu tak bosan-bosannya menjelajahi serba-serbi sound berbeda. Album panjang terakhir mereka malah bersih sepenuhnya dari unsur black metal. Celestite, judul album itu, adalah sebentuk ekplorasi kosmik yang sunyi mengandalkan synthesizer, dan tentu saja mengejutkan fans mereka. Celestite mungkin mengecewakan bagi fans lama WITTR—kamu mungkin salah satunya—yang menyangka kolektif pengusung eco-feminisme ini akan fokus menggarap black metal murni. Tapi, jangan khawatir, WITTR kini kembali ke khittah lewat album baru Thrice Woven. Album panjang terbaru mereka yang penuh tenaga ini memamerkan segala macam aspek sound yang pernah dijajal WITTR. Kendati baru resmi beredar 22 September nanti, Thrice Woven sudah bisa dinikmati lewat streaming mulai hari ini. Sepintas, Thrice Woven tampak seperti sebuah album ambisius yang memapatkan paduan suara dingin dan miskin emosi, gemuruh black metal yang ganjil, ambiens kelabu dan beberapa field recording. Seperti yang bisa diharapkan dari WITTR, lirik album ini menyigi tema-tema yang sejalan serba-serbi musik black metal di dalamya. Sebuah press release resmi dari WITTR menyebutkan bahwa lagu-lagu dalam Thrice Woven meminjam banyak kisah dari mitologi norse dan berkisah tentang kematian dan kelahiran kembali dari kacamata monster pembunuh para dewa, Fenris Wolf. Steve Von Till dari Neurosis bertamu di track "The Old Ones Are With Us," semua lagi yang merayakan akhir musim dingin dan mencairnya salju. Di balik tema-tema mitis yang mereka usung, WITTR berpindah dari komposisi monokrom hingga ke part-part yang penuh warna. Kadang, mereka malah menyingkap dasar komposisi drone/doom yang menyatukan semua aspek sound dalam album ini. Thrice Woven adalah 42 menit yang megah dan penuh kejutan. Mendengarkan album ini membuat merasa seperti sedang berada di puncak gunung tinggi, mendongakkan kepala ke arah langit dan akhirnya menyadari betapa kecilnya manusia di semesta ini.

Album Thrice Woven bisa dinikmati lewat streaming di tautan bawah ini: