Aplikasi Nebeng ke Masjid Selama Ramadan Muncul di Singapura
Masjid Sultan di Singapura saat malam. Foto oleh: Calvin Chan Wai Meng/Getty Images

FYI.

This story is over 5 years old.

ramadan

Aplikasi Nebeng ke Masjid Selama Ramadan Muncul di Singapura

MSociety, sekelompok coder muslim, menciptakan aplikasi berbagi tumpangan ke masjid terdekat bagi muslim yang ingin tarawih. Sayang, aplikasi ini belum bisa dipakai di negara lain.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard.

Ramadan adalah bulan paling suci bagi umat Islam. Puasa tak melulu tentang menahan haus dan lapar, melainkan juga menjaga diri dari perbuatan yang membatalkan puasa yang bentuknya bisa bermacam-macam. Mulai dari bergosip, berhubungan badan, merokok, mengunyah permen karet, dan banyak lagi lainnya tergantung mazhab Islam mana yang anda anut. Ramadan adalah bulan ketika muslim memusatkan diri guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai ritual ibadah mulai dari mendirikan salat sunnah. Meningkatkan amal jariyah dan mendaras Quran.

Iklan

Salah satu salat sunnah yang paling populer dilaksanakan selama Ramadan adalah salat tarawih yang dilakukan setelah Isya, saban hari selama bulan puasa.

MSociety mempromosikan aplikasi mereka. Foto dari arsip MSociety.

Kelompok programmer dan coder asal Singapura berjuluk MSociety berharap bisa membantu umat Muslim mengurangi buangan gas karbon kendaraan sekaligus meningkatan perolehan pahala selama Ramadan lewat Terawhere (plesetan dari kata 'Taraweeh'), sebuah aplikasi nebeng kendaraan yang memungkinkan penggunanya pergi bersama-sama ke masjid untuk mendirikan salat tarawih tiap malam Ramadan. MSociety optimis app yang mereka luncurkan selanjutnya akan selalu menguntungkan aktivitas komunitas muslim Negeri Singa, terutama yang bekerja sampai malam dan belum tentu bisa salat tarawih di dekat rumah.

Abdul Aziz, 22 tahun, adalah salah satu pencipta Terawhere. Dia mengatakan aplikasi ciptaannya memiliki dua fungsi utama: membantu pengandara mobil agar lebih efisien saat menuju masjid sekaligus mengurangi penuhnya parkiran tempat ibadah. "Aplikasi ini juga bisa membentuk komunitas," kata Aziz saat diwawancarai Motherboard.

Terawhere sudah bisa diunduh gratis sehari sebelum Ramadan 1438 Hijriah. Aplikasi nebeng ke masjid itu bakal tersedia dalam platform iOS pertengahan Ramadan tahun ini.

Pengguna yang mengunduh Terawhere akan dihubungkan dengan para pengemudi yang menawarkan tebengan. Calon penumpang bisa memesan tumpangan ke arah tertentu. Terawhere menggunakan fitur location service untuk melihat pengemudi yang berada di sekitar pengguna. Calon penumpang, sebaliknya, bisa melihat-lihat tawaran nebeng yang tersedia lalu memesan tempat duduk. Setelah memesan, penumpang langsung bisa mengenali mobil yang akan membawa mereka dengan melihat informasi warna dan nomor plat mobil yang tertera dalam aplikasi.

Iklan

Penawaran nebeng hanya berlaku satu arah, menuju atau pulang dari masjid saja. Jika mobil telah penuh, penawaran yang dipasang oleh pengemudi tak akan muncul di aplikasi dan pengguna di sekitar pengemudi tak akan bisa melihatnya lagi.

Tak ada ongkos yang harus dibayarkan pada pengemudi. "Ini bukan aplikasi untuk mencari uang, Terawhere adalah aplikasi layanan sukarela selama Ramadhan," ujar Aziz. "Kalau kemudian penumpang ingin memberi tips, atau patungan beli bensin, itu sih terserah mereka."

Sayangnya, Terawhere tak menjamin identitas penumpang dan pengemudi aman, atau memastikan semua penggunaa tidak punya catatan kriminal. "Kami cuma berperan sebagai makelar. Engga jauh beda dari orang yang mengunggah status di Facebook 'Gue mau ke masjid nih, ada yang mau nebeng?"

Terawhere untuk sementara hanya bisa digunakan terbatas di Singapura. "Sebenarnya, gampang sekali membuat aplikasi berfungsi di seluruh dunia, Tapi, kami terkendala harga server yang mahal dan waktu terbatas. Sementara ini biaya pengembangan aplikasi keluar dari kantong kami sendiri dan beberapa dari kami harus begadang sampai jam 3 pagi mengerjakan apps ini," kata Aziz.

Kampanye di Facebook untuk menyebarluaskan Terawhere telah disimak lebih dari 100.000 orang dan memeroleh 2.000 likes. Sekitar 500 orang mendaftarkan alamat email mereka kepada Terawhere untuk menerima update lebih lanjut. Aziz berharap jumlah pengguna bisa melonjak seiring berjalannya bulan Ramadan, ketika kaum Muslim di Singapura mulai benar-benar memanfaatkan Terawhere.