Seberapa Banyak Pornhub Kumpulkan Data Pengguna? Dari Penelusuran VICE Bikin Ngeri Lho
Foto: Pixabay | Gambar mata: Maxpixel.Net; Cco 1.0 | Kolase: Vice
Pelanggaran Privasi

Seberapa Banyak Pornhub Kumpulkan Data Pengguna? Dari Penelusuran Kami Bikin Ngeri Lho

Pengiklan di situs dewasa ternyata bisa menargetkan lokasi, bahasa, preferensi seksual, hingga browser spesifik yang kamu gunakan.
AN
Diterjemahkan oleh Annisa Nurul Aziza
JP
Diterjemahkan oleh Jade Poa
16 September 2019, 4:48am

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Germany

Sebagian besar dari kita suka nonton bokep. Pornhub dan xHamster adalah dua situs dewasa paling populer di dunia, dan di sejumlah negara, kedua situs web ini lebih sering dikunjungi daripada situs berita, Twitter atau Netflix.

Selama ini, mungkin tak pernah terpikir oleh kita untuk mempertanyakan apakah situs video porno dan perusahaan pemiliknya juga memanfaatkan data pengguna seperti yang dilakukan Google dan Facebook. Karena, di balik situs video dewasa pasti ada raksasa teknologi yang dengan mudah mendapatkan wawasan akan fantasi jutaan penggunanya.

Saya berusaha memahami apa saja yang Pornhub dan xHamster ketahui soal penggunanya, dan membongkar bagaimana mereka memanfaatkan informasi tersebut.

Oleh karena itu, saya mendaftar sebagai klien untuk platform iklan mereka dan mengetes seberapa besar iklannya disesuaikan dengan data pengguna. Saya mendapati situsnya secara otomatis mengumpulkan informasi berkaitan fantasi seksual pengguna yang berpotensi memantau aktivitas mereka di internet dari waktu ke waktu.

“Kami menghargai privasi pengguna,” bunyi pernyataan perlindungan data Pornhub. Namun, mereka tampaknya tidak mengatakan hal serupa kepada pengiklan.

Ada banyak situs bokep di luar sana, tetapi hanya segelintir perusahaan teknologi yang mengendalikan situs paling populer. MindGeek bisa dibilang situs terbesar dengan jaringan yang memiliki Pornhub, YouPorn, RedTube dan MyDirtyHobby. Sementara itu, xHamster beroperasi di bawah Hammy Media yang tidak memiliki situs webnya sendiri.

MindGeek sekilas tak seperti perusahaan yang berafiliasi dengan industri pornografi, sebab mereka menutupinya dengan angka-angka semacam: dikunjungi 115 juta orang, konten sebesar 15 terabyte diunggah per harinya, memiliki lebih dari 1.000 karyawan di enam lokasi dari Luksemburg sampai Montréal.

Namun, kita bisa memastikan jenis data yang dikumpulkan jika melihat dari iklan yang mereka jual.

Screenshot von TrafficJunky

Ketika kamu lebih spesifik menentukan target kelompok, TrafficJunky akan memberi saran seperti: “My Friends Hot Mum” saat memilih kategori “MILF”. Tangkapan layar dari traffickjunky.com

TrafficJunky adalah platform iklan MindGeek. Laman situs ini lebih terbuka tentang hubungannya dengan Pornhub dan situs bokep lain, begitu juga dengan bahasa yang digunakan untuk menarik klien potensial. “Pembelian iklan dan penempatannya bisa disesuaikan ke pelanggan yang tepat untuk produkmu.”

Siapa sangka Pornhub mampu melindungi privasi pengguna dan menyesuaikan iklan dengan preferensi masing-masing dalam satu waktu.

Untuk menggali lebih dalam, saya mendaftar sebagai klien TrafficJunky dan masuk ke toko online yang menjual jenis iklan dan gambar sampul yang kita butuhkan. Dari situ, saya bisa menyesuaikan iklan berdasarkan target kelompok berbeda.

Contohnya, kamu bisa mempersempit sasaran yang khusus mencari konten seperti “MILF”, “BDSM” atau “anal”. Saya juga bisa memilih orientasi seksual dan lokasi target secara spesifik.

Ingin iklannya cuma muncul di malam hari? Kamu tinggal atur batas waktunya. Kamu juga diberikan opsi memilih beberapa kriteria teknis yang lebih spesifik, seperti sistem operasi atau bahasa tertentu. Itu berarti kamu dapat mengiklankan produk yang cuma bisa dilihat penonton gay porn di Bristol yang menggunakan bahasa Spanyol antara pukul 6-7 pagi dan mencari konten dengan kata kunci “threesome” dan “luar ruangan”.

Cara kerja iklan di xHamster hampir mirip, hanya saja mereka menggunakan TrafficStars. Di sini, klien dapat menyesuaikan iklan berdasarkan spesifikasi dan preferensi seksual pengguna. Berbeda dari Facebook dan jejaring sosial lainnya, iklan yang ditempatkan TrafficStars disesuaikan dengan data yang dikumpulkan selama satu kunjungan laman. Aktivitas online sebelumnya tidak dipertimbangkan.

Namun, melacak kebiasaan online para pengunjung pada jangka panjang masih sangat mungkin, bahkan saat mereka menghapus cookies dan menggunakan incognito mode. Setiap kali seorang pengguna membuka sebuah halaman, sejumlah data ditransfer secara otomatis dari browser ke situs web, termasuk alamat IP, tingkat bataraimu, informasi browser, zona waktu, resolusi layar, plugin di komputermu, dan masih banyak lagi.

Apabila data yang cukup sudah dikumpulkan, sebuah situs web dapat menciptakan semacam “sidik jari” digital yang sanggup membedakan satu pengunjung dari yang lain berdasarkan ciri-ciri unik. Kemungkinan besar kamu satu-satunya pengguna yang menggunakan browser spesifik di zona waktu tertentu, dengan plugin-plugin spesifikmu, resolusi layar, pengaturan bahasa, dan kartu grafis yang kamu miliki. Sidik jari tersebut dapat digunakan untuk melacak pengguna seiring waktu dan di berbagai negara, sehingga sanggup menciptakan profil iklan khusus untukmu.

Sebuah studi dari 2010 yang dilaksanakan Electronic Frontier Foundation (EFF), sebuah LSM yang berfokus pada kebebasan sipil dan privasi online, menemukan bahwa 83,6 persen browser yang muncul di studi ini memiliki sidik jari unik. Dalam sebuah surel kepada VICE, Pornhub dan xHamster menyangkal telah melacak penggunanya melalui metode sidik jari digital. Seorang juru bicara MindGeek menulis: “Kami tidak menganalisis kebiasaan menonton pengunjung kami.” Juru bicara xHamster pun menulis: “Kami memantau pola besar, tetapi kami tidak menghubungkan data tersebut dengan pengguna individu kami.”

Selain itu, Pornhub bersikeras dalam pernyataan privasi di situs webnya bahwa situs mereka menyamar alamat IP setiap pengguna. Namun, seperti yang sebelumnya dijelaskan, alamat IP sebenarnya tidak dibutuhkan untuk melacak para pengguna: unsur-unsur lainnya dapat membentuk identitas digital seseorang. Tetap saja, mengidentifikasi pengguna berdasarkan kebiasaan online mereka hanya dapat dilakukan bila informasi yang dikumpulkan komprehensif atau digabung dengan data-data lain.

Lantas, sebenarnya informasi apa saja yang dikumpulkan Pornhub dan xHamster saat kita mengunjungi situs webnya? Saya menggunakan extension browser "Don't Fingerprint Me" untuk melihat metode pelacakan apa saja yang digunakan situs-situs ini. Ternyata, kedua situs tersebut mengumpulkan data menjadi sidik jari digital, tetapi tidak lebih dari situs-situs lain. Sebagian besar situs web mengumpulkan lebih banyak informasi daripada Pornhub dan xHamster.

Menurut Dominik Hermann, guru besar Privasi dan Keamanan Sistem Informasi di University of Bamberg, Jerman, data tersebut kemungkinan cukup untuk menciptakan sidik jari digital, tetapi itu hanya dapat dibuktikan per kasus. Meskipun datamu dapat dijadikan sidik jari, informasi tersebut sulit dikaitkan dengan identitas atau namamu. Namun, mudah untuk tidak sengaja menyingkap namamu melalui informasi kartu kredit. Dari sudut pandang teknis, kedua hal tersebut dapat dikaitkan ketika dua kumpulan data digabungkan, tetapi belum terbukti apakah fenomena ini sudah lumrah.

Cara informasimu digunakan juga bergantung pada lokasi kamu mengakses situsnya. Sebagian besar Eropa dilindungi Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR) EU, yang menentukan cara data pribadi penduduk EU diproses, digunakan, disimpan, dan diperdagangkan. Istilah “data pribadi” mengacu pada segala informasi yang dapat dikaitkan dengan namamu, alamatmu, gajimu, informasi kesehatan, pendapat politik, ras, dan orientasi seksual.

Menurut regulasi tersebut, penduduk EU berhak mengetahui bagaimana, dimana, dan untuk tujuan apa data mereka diproses, serta hak untuk “dilupakan” – yaitu, hak untuk menghapus data tentang dirimu. Tujuan sidik jari digital adalah melacak pengguna individu dan mencocokkan mereka dengan iklan khusus. Oleh karena itu, praktek tersebut harus menaati peraturan GDPR.

Menurut peraturan GDPR, semua perusahaan yang memproses data pribadi penduduk EU wajib memberi alasan wajar untuk melakukannya. Karena pengguna harus mengizinkan situs web memproses data mereka, secara teoritis, perusahaan harus menyingkap metode pembuatan sidik jari digital mereka, menunggu izin dari pengguna, lalu melakukan pemrosesan data. Namun, perusahaan dapat mengklaim pengumpulan informasi jatuh di kategori “kepentingan sah.”

Sayangnya, meskipun kita semua suka nonton bokep, "kepentingan sah" adalah istilah legal yang sulit dipahami dan berisiko melanggar privasi kita semua. Jadi, suka nonton bokep boleh-boleh saja, asal kalian berhati-hati dan sadar risikonya.