Acara TV

Rangkuman Fakta Menarik Seputar Serial TV 'Chernobyl' yang Sedang Hits

Miniseri tentang bencana nuklir Soviet ini berhasil meraih rating terbaik di IMDB, mengalahkan 'Game of Thrones' serta 'Breaking Bad'.
1.6.19
Jared Harris memerankan Valery Legasov dalam miniseri HBO ‘Chernobyl’
Cuplikan adegan Chernobyl dari arsip HBO 

Penikmat serial televisi sempat masygul setelah menyadari Game of Thrones tayang episode pamungkasnya pada Mei 2019. HBO, salah satu saluran TV kabel terbesar itu, tampaknya belum punya suguhan menarik lainnya dalam waktu dekat, kecuali kalian mau nonton ulang episode lama GoT.

Tiba-tiba saja, tayang Chernobyl!

Mini seri ini mendadak punya penggemar melimpah. Bahkan di Twitter ramai tagar #ChernobylHive digaungkan para penonton setia, walaupun skalanya memang tidak sebesar GoT. Ceritanya pendek saja, cuma lima episode. Namun sejak penayangan perdana pada 6 Mei lalu, Chernobyl berhasil meraih pujian melimpah. Bahkan ratingnya di IMDB tertinggi sepanjang sejarah acara TV di situs arsip perfilman tersebut.

Chernobyl menampilkan perjuangan para manusia yang terjebak atau berusaha mengatasi bencana kebocoran reaktor nuklir dekat Kota Pripyat, Ukraina, pada 1986 silam. Insiden di Uni Soviet itu nyaris mengancam ratusan juta penduduk Eropa. Serial ini adalah dramatisasi yang diupayakan seakurat mungkin menggambarkan kondisi Soviet dekade 80'an. Tayangan ini, walau sekilas tak semenarik perang tahta dan naga, ternyata sanggup menghasilkan efek getok tular. Jumlah penonton tiap episodenya selalu bertambah.

Maka, saatnya kalian nonton Chernobyl kalau memang sedang butuh hiburan. Miniseri ini akan menayangkan episode terakhirnya pada 3 Juni 2019. Tenang, kalian punya banyak hal untuk dikulik, walaupun jumlah episodenya tak panjang. Redaksi VICE mengumpulkan berbagai trivia, cerita di balik produksi, dan fakta-fakta menarik lainnya seputar serial ini. Lumayan lah, sebelum kalian gabut lagi menunggu Westworld season 3, atau Watchmen dan His Dark Material tayang akhir tahun ini.

Serial Ini Ternyata Masih 'Saudaraan' samaThe Hangover Part III

Seluruh episode Chernobyl ditulis naskahnya oleh Craig Mazin dan disutradarai Johan Renck. Nama keduanya mungkin tak terlalu terkenal, sampai kalian tahu, mereka sebelumnya bikin film apa saja:

Kalau tidak percaya, tengok saja laman IMDB mereka. Betulan lho. Tidak terbayang ya, sosok yang biasanya bikin film parodi dan video klip, bisa menghasilkan serial sehebat Chernobyl.

Pemilihan Aktor dan Aktrisnya Oke Banget

Pengguna forum Internet jeli melihat betapa tim kasting Chernobyl sukses memilih pemeran yang punya kesamaan wajah dengan tokoh-tokoh sejarah dalam bencana nuklir di Soviet itu. Desain kostum dan makeup miniseri tersebut juga dianggap berhasil menghidupkan suasana dekade 80'an tanpa cela.

Ceritanya Sangat Akurat Sesuai Fakta Sejarah

Penonton Chernobyl sangat terkejut setelah tahu serial ini, walaupun sebutannya 'dramatisasi peristiwa', justru sanggup menampilkan akurasi kronologi peristiwa tak kalah dari dokumenter. (Tengok saja infografis ini.) Slava Malamud, jurnalis yang tinggal di Soviet saat Chernobyl terjadi, memberi kesaksian menarik seputar keberhasilan serial ini mengembalikan kita ke masa suram tersebut.

Selain itu, penata kamera Philip Grossman mengunggah beberapa foto ruangan atau bangunan asli yang sekarang kosong melompong di Chernobyl lewat Twitter dan Instagram. Dari foto-foto itu, kita bisa meyakini tim produksi amat serius mereplikasi kondisi agar sesuai aslinya.

Fakta penting lainnya, penulis buku Midnight in Chernobyl Adam Higginbotham turut berbagi beberapa fakta tambahan seputar peristiwa kebocoran nuklir di Ukraina ini, yang cocok kalian baca setelah selesai nonton tiap episodenya.

Kalian Juga Bisa Mendengarkan 'The Chernobyl Podcast' Lho

Kalau tertarik mendalami lebih lanjut proses produksi Chernobyl, bolehlah kalian coba dengarkan The Chernobyl Podcast yang dipandu Mazin, sang penulis skenario.

Soundtrack-nya Menghantui Kalian? Kami Tahu Penyebabnya

Komposer Hildur Guðnadóttir saat diwawacarai sebuah podcast, menyatakan score serta soundtrack miniseri ini memakai rekaman pembangkit nuklir di Lithuania. Pantas saja menyerupai suasana PLTN, dan memberi kesan realistis yang bikin kita ngeri sendiri.

Terakhir, nikmati beberapa meme netizen seputar Chernobyl

Bahkan, walau ceritanya suram, orang tetap punya kreativitas bikin meme soal Chernobyl. Ini di antaranya:


Follow Peter Slattery di Twitter .

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.