Konflik Lahan

Mari Kita Rebut Kembali Lapangan-Lapangan Golf, Jadikan Lahan Produktif

Minat orang untuk bermain golf semakin hari semakin menurun. Artinya, ada berhektar-hektar lahan hijau yang siap diubah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi orang banyak.
1.3.18
Foto: Flickr/Branson Convention and Visitors Bureau

Golf adalah jenis olahraga yang diperuntukan bagi para elit untuk saling berjejaring, dan mungkin sebaiknya dilarang. Bahkan tanpa moratorium lapangan baru, golf sudah mengalami kemunduran. Sebuah laporan 2015 oleh Golf Canada dan PGA of Canada mencatat bahwa 158 lapangan golf tutup selama dekade terakhir; 29 sudah dibuka dalam periode yang sama. Sebuah update pada 2017 menambahkan bahwa ada 51 lapangan tutup dan empat dibuka.

Iklan

Lalu apa saja yang bakalan terjadi jika hobi kaum borjuis ini semakin tidak ngetren? Kita harus bertanya apa yang bisa kita lakukan dengan semua lapangan itu; berhektar-hektar ruang hijau yang landai, kadang-kadang di kota kadang pinggiran desa. Lahan seluas itu lebih sering menganggur, tinggal menunggu orang-orang melakukan hal yang berguna dengan lapangan tersebut.

Clear Lake City di Texas, sebagiannya, mengubah satu bekas lapangan golf di kota menjadi waduk untuk menampung hujan deras yang akan berlipat ganda, sebagai taman lahan basah. Ini adalah ide bagus. Mengapa tidak mengambil sebidang tanah yang dulunya digunakan untuk rekreasi oleh lapisan atas masyarakat dan mengembalikannya kepada masyarakat? Tapi ketahanan perkotaan—yang bahkan mungkin miliader setujui adalah hal yang baik—hanyalah salah satu cara untuk menggunakan petak tanah subur yang luas ini sampai sekarang masih jauh dari jangkauan sebagian besar penduduk. (Menjelang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, seorang pengembang triliuner berhasil melobi pemerintah untuk membangun jalur konservasi.)

Mengapa tidak mengambil gedung bekas country club dan mengembangkannya sebagai perumahan sosial? Penulis desain perkotaan Kanada Charles Montgomery telah mengusulkan hal ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi krisis perumahan di Vancouver. Tanahnya sudah ada, dan bisa juga digunakan untuk hal-hal seperti berkebun atau bertani.

Ini bukan ide yang gila: Pada tahun 2014 petani setempat di Ken Singh mulai mengubah bekas lapangan golf di Tempe, Arizona, menjadi area berkebun dan pertanian yang pada tahun 2017 menjadi media lokal yang disebut "oasis organik." Lapangan golf secara historis banyak menggunakan pestisida dan air—yang keduanya tidak bagus untuk lingkungan—namun kenyataan sederhana bahwa mereka adalah kawasan terbuka yang besar dan terbuka, juga membuat mereka menjadi peluang konservasi bagi kelompok-kelompok seperti Audubon International. Jadi, kenapa tidak kita singkirkan saja golf-nya, lalu kita pertahankan lapangan dan ekosistemnya?

Ada banyak cara untuk mengubah masa depan. Pilihan mengubah fungsi lapangan-lapangan golf bisa memberikan manusia cara menuju kehidupan lebih baik, tanpa menghancurkan lingkungan dalam prosesnya. Pihak yang bersedih hanyalah kaum borjuis. Sementara kita, kelas menengah ke bawah, akan mendapatkan ruang publik yang indah. Itu sangat mungkin terjadi jika kita menginginkannya.