tindak pidana

El Chapo Selundupkan Kokain Rp7,1 Triliun Dalam Kaleng Acar Jalapeño Palsu

Masalahnya ini bukan film atau Breaking Ba, ini benar-benar terjadi di dunia nyata. Kaleng itu dilabeli La Comadre Pickled Jalapeño Peppers.
30 November 2018, 5:00am
Kaleng berisi jalapeno
Foto: Getty Images

Awal tahun ini, jaksa federal AS mengajukan memo setebal 90 halaman yang menguraikan segala tindak kejahatan yang diduga dilakukan oleh gembong narkoba Sinaloa Joaquín Guzmán Loera atau yang lebih dikenal sebagai El Chapo. Sebagaimana dilaporkan New York Times, setiap kegiatan kriminal El Chapo dijelaskan secara rinci, termasuk perang mafia, penculikan, penyiksaan, pembunuhan tanpa ampun, dan upaya penyelundupan tujuh ton kokain di dalam kaleng jalapeños.”

Lebih dari enam bulan kemudian, El Chapo diadili di pengadilan distrik federal di New York. Seorang saksi membenarkan adanya aksi penyelundupan dalam kaleng jalapeño. Mantan anggota kartel Miguel Ángel Martínez bersaksi di hadapan dewan juri pada Selasa bahwa kartel tersebut mengangkut kokain Kolombia senilai US$500 juta atau setara dengan Rp7,1 triliun ke Amerika Serikat dengan cara mengemasnya ke dalam kaleng bertuliskan La Comadre Pickled Jalapeño Peppers.

“[Para pegawai] teler karena serbuk kokainnya terbang keluar setiap kali kalengnya ditekan,” kata Martínez. Kokainnya dimasukkan ke dalam kaleng acar palsu di sebuah fasilitas di Mexico City sebelum dimuat ke truk dan dibawa ke Baja, California. Martinez juga menjelaskan bahwa setiap tahunnya ada sekitar 25 hingga 30 ton kokain dari kartel yang berhasil diselundupkan ke Los Angeles.

Pekan lalu, mantan agen DEA Thomas Lenox memberi kesaksian bahwa instansinya pernah mencegat pengiriman kaleng jalapeños La Comadre di Tijuana. (New York Post melaporkan bahwa para juri diberikan kaleng La Comadre kosong untuk diperiksa.) Lenox juga bersaksi bahwa dia menemukan terowongan yang belum rampung di Tijuana yang “tersembunyi di dalam kompleks di sisi perbatasan Meksiko.”

Lenox mengatakan bahwa terowongan sepanjang 1.452 kaki (442 meter) itu akan berakhir di Amerika Serikat apabila selesai dibangun. Ujungnya berada di dalam pabrik pengalengan dan gudang yang dibangun oleh perusahaan Tia Anita. (Tia Anita didirikan oleh Jose Reynoso Gonzalez, seorang pedagang kelontong di Los Angeles yang mendistribusikan barang-barang kalengan La Comadre Chapo; dia ditangkap oleh DEA pada akhir 1980-an.)

Martínez, yang dijuluki “El Tololoche” atau “El Gordo” (“Gemuk”), terkenal akan kemampuannya dalam membangun “narcotunnels” yang digunakan untuk menyelundupkan narkoba. Selama kesaksiannya, dia membeberkan kebiasaan belanja El Chapo—termasuk vila di Acapulco yang punya “kereta kecil” pribadi dan hutan penuh singa, harimau, dan macan kumbang.

“Dia punya vila di setiap pantai,” katanya, menurut Associated Press. “Dia memiliki peternakan di setiap negara bagian.” Martínez juga menyebutkan bahwa El Chapo punya “empat atau lima” perempuan simpanan. El Chapo pergi ke Swiss untuk menjalani “cellular youth treatments.”

El Chapo menghadapi 17 tuduhan kriminal, termasuk pengedaran narkoba, persekongkolan pembunuhan, pencucian uang, dan tuduhan yang berkaitan dengan persenjataan. Meskipun begitu, dia mengaku tidak bersalah.