Sejarah Nazi

Naskah Pidato Hitler yang Dia Tulis Tangan Laku Rp587 Juta Dalam Lelang di Jerman

Penyelenggara lelang dikritik, karena naskah pidato itu dianggap mempromosikan ideologi Nazi. Identitas pembelinya masih misterius.
26.10.20
Naskah Pidato Hitler yang Dia Tulis Tangan Laku Rp587 Juta Dalam Lelang di Jerman
Adolf Hitler berpidato di kota Nuremberg pada 1933. Foto oleh Berliner Verlag/Archiv/picture-alliance/dpa/AP Images

Manuskrip pidato Adolf Hitler yang dia tulis tangan sendiri terjual senilai 34 ribu Euro (setara Rp587 juta) dalam lelang yang digelar di Jerman pada 22 Oktober 2020. Lelang itu segera mengundang kritikan, karena dianggap mengglorifikasi pemikiran sang pemimpin partai Nazi.

Naskah ini terdiri dari sembilan halaman, ditulis Hitler pada 1939. Menurut laporan kantor berita Associated Press, sosok pembeli manuskrip itu tidak diungkap identitasnya oleh Hermann Historica, selaku penyelenggara lelang. Merespons kritik, penyelenggara mengklaim naskah itu adalah benda bernilai sejarah, sehingga masih layak untuk dilelang. Besar kemungkinan pembelinya adalah perwakilan dari salah satu museum terbesar Eropa.

Pemerintah Jerman melarang semua jenis simbol dan promosi ideologi Nazi di ruang publik. Namun, memorabilia Nazi masih dibolehkan dijual atau dilelang, asal simbol swastika khas partai fasis itu ditutup, merujuk laporan Deutsche Welle.

Direktur Rumah Lelang Hermann, Bernhard Pacher, lantas berargumen bahwa naskah ini justru penting untuk menangkal kampanye kaum neo-Nazi di seluruh dunia.

“Jika kita menghancurkan naskah pidato Hitler, dan tidak merawatnya di museum, maka kaum neo-Nazi bisa saja mengarang atau membuat tafsir ngawur tentang pernyataan tertentu yang sebetulnya tidak pernah disampaikan oleh Hitler,” kata Pacher saat dikonfirmasi Associated Press.

Rumah Lelang Hermann sudah beberapa kali menjual memorabilia Nazi selama 10 tahun terakhir. Pada 2016, Hermann melelang seragam yang pernah dikenakan Hitler, yang terjual senilai US$300 ribu. Tahun lalu, topi Hitler laku US$55 ribu, sementara naskah tulis tangan buku propaganda Hitler, Mein Kampf terjual $130,000. Pacher menjamin pihaknya tetap menyeleksi calon pembeli. Sehingga dipastikan pihak yang ikut lelang bukanlah orang kaya pendukung Nazi atau mengidolakan politik sayap kanan yang rasis.

Adapun komunitas Yahudi di Jerman, yang menjadi salah satu target genosida Nazi selama Perang Dunia II, mengecam lelang yang digelar Hermann. Apapun alasannya, mereka menganggap Hermann sudah mengglorifikasi tokoh utama Nazi, serta berpeluang menyebarkan gagasan anti-semit yang dianut oleh Hitler.

“Saya tidak bisa menerima logika pengelola lelang. Di tengah situasi dunia yang semakin rasis seperti sekarang, mereka justru memperdagangkan peninggalan salah satu manusia paling rasis dalam sejarah kepada pembeli yang bersedia membayar mahal bukti sejarah kelam peradaban kita,” kata Rabbi Menachem Margolin, pemimpin Asosiasi Yahudi Eropa, lewat keterangan tertulis.

Margolin menuding mustahil bagi siapapun untuk menilai motivasi seseorang membeli peninggalan Nazi. Justru, yang sangat mungkin terjadi, lelang semacam ini hanya menarik perhatian para penggemar Hitler “yang ingin mendapatkan memorabilia dari sosok idola mereka,” tandasnya.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News