teknologi

YouTuber Kanada Sukses Bikin Lightsaber kayak di 'Star Wars', Bisa Mengiris Baja

Replika lightsaber betulan yang bisa berfungsi ini dijual seharga Rp59 juta saja.
15.10.20
james hobson lightsaber
Tangkapan layar via video YouTube James Hobson

Sudah menjadi mimpi para penggemar Star Wars untuk memiliki atau bermain lightsaber, senjata mirip pedang bersinar yang mampu menembus dan membelah apa saja yang disentuhnya.

Angan-angan yang tampak mustahil baru saja direalisasikan oleh YouTuber James Hobson. Lelaki asal Kanada tersebut telah menciptakan lightsaber fungsional dengan daya bakar 2.204 derajat Celsius. Lightsaber-nya akan memancarkan sinar plasma panas yang dapat mengiris baja.

Dalam kanal YouTube “The Hacksmith” yang memiliki 10 juta subscriber, Hobson kerap menyulap benda-benda fiksi menjadi sungguhan. Meski sudah beberapa kali membuat replika lightsaber—sampai yang berbahaya sekalipun pernah diciptakan olehnya—dia ingin membuat lightsaber plasma pertama di dunia yang bisa diatur panjang pendeknya. Video yang termasuk dalam seri “Make it Real” ini telah ditonton lebih dari 14 juta kali.

“Masalahnya adalah kami mesti menciptakan medan elektromagnetik kuat yang dapat menampung pedang. Lightsaber memang seharusnya diciptakan dalam kotak yang dilapisi elektromagnet, yang pada akhirnya membuat proyek ini sia-sia saja,” katanya dalam video.

Bersama teman-temannya, Hobson melakukan teknik “laminar flow” — fenomena fisik yang memungkinkan cairan mengalir dengan lancar — untuk menghasilkan sinar plasma dari campuran LPG dan oksigen.

Iklan

Campuran gas itu dialirkan dari tabung backpack menuju nozel yang bentuknya mirip senjata Jedi. “Kami membutuhkan banyak nozel laminar flow untuk menciptakan sinar plasma dari aliran gas terkonsentrasi,” lanjut Hobson.

Mereka membuat sendiri casing dan desainnya, sedangkan untuk nozel mereka membeli dengan harga $4.000 (Rp59 juta). Berbeda dari upaya sebelumnya yang menggunakan batang logam sebagai inti, lightsaber versi terbaru ini bisa diatur panjang pendeknya dan memotong benda-benda.

Hobson menjelaskan teknologi yang ada saat ini belum mampu digunakan untuk menciptakan desain bebas backpack, yang membutuhkan baterai ukuran D dengan daya jauh lebih besar daripada pembangkit listrik tenaga nuklir.

Hobson dkk mengakali agar pancaran sinarnya bisa berubah warna. Plasma akan mengeluarkan cahaya biru jika ditambahkan natrium klorida, hijau jika ditambahkan asam borat, dan merah jika ditambahkan stronsium klorida. Lightsaber ciptaan Hobson dibanderol 4.000 Dolar atau setara Rp59 juta.

Selain lightsaber, Hobson telah menciptakan banyak replika senjata fiksi fungsional lainnya, seperti cakar Wolverine dari film seri X-Men, perisai Captain America dan palu Thor dari Marvel Cinematic Universe, dan helm thermal dari film Predator.

Follow Varsha di Twitter.