Mariyuana Medis Segera Tersedia di Thailand

Thailand melegalkan penggunaan ganja untuk kebutuhan medis sejak akhir 2018, menjadikannya negara Asia pertama dalam sejarah yang melakukannya. Dalam fase pertama, minyak ganja sebanyak 15.000 dosis siap didistribusikan ke seluruh wilayah akhir bulan ini.

Menurut Menteri Kesehatan Masyarakat Piyasakol Sakolsatayadorn, gelombang pertama ditujukan kepada orang-orang yang sangat membutuhkan minyak mariyuana untuk terapi. Sementara itu, mariyuana bisa diperoleh resmi di berbagai rumah sakit pada gelombang kedua mulai April 2020.

Videos by VICE

Sakolsatayadorn mengakui gelombang pertamanya tak mungkin bisa memenuhi permintaan produk olahan mariyuana yang melonjak.

Kementerian Kesehatan juga menyiapkan pedoman yang menjamin keamanan sistem distribusinya. Negara memastikan tak ada celah penyalahgunaan narkoba dan pemakaian ganja selain untuk alasan medis.

Berdasarkan laporan Bangkok Post, ada sekitar 400 dokter, apoteker, dan dokter gigi yang sudah punya lisensi untuk meresepkan minyak ganja. Selain itu, 2.900 ahli pengobatan tradisional juga diizinkan memakainya dalam terapi mereka.

Parlemen Thailand mulai membahas RUU legalisasi mariyuana medis pada Desember 2018. Tak sampai sebulan, beleid itu disetujui mayoritas anggota parlemen. Raja Thailand menandatangani dekrit yang mengesahkan ganja pada Februari 2019.

Ganja sebetulnya sempat menjadi bagian integral dari praktik pengobatan di Thailand sampai akhirnya dilarang penggunaannya pada 1930-an. Thailand dulu dikenal sebagai produsen ganja terbesar sedunia, menjadikannya pengekspor kanabis yang cukup besar pada 1980-an. Pada akhirnya, industri ganja yang merajalela menghasilkan undang-undang narkotika kejam terhadap pengguna dan pengedar.

Berbalik dari pandangan kaum konservatif, legalisasi ini berpotensi membawa keuntungan baik dalam faktor ekonomi maupun politik. Saat pemilu di Thailand tiga bulan lalu banyak partai politik, misalnya Bhumjaithai, menjanjikan paket kebijakan untuk petani ganja. Budidaya ganja diklaim dapat meningkatkan status ekonomi petani hingga $19.500 (setara Rp274 juta). Berkat legalisasi ini, Thailand sangat berpotensi memproduksi rokok ganja di masa depan.

Follow Meera di Twitter dan Instagram.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE ASIA.

Thank for your puchase!
You have successfully purchased.