Foto via Wikimedia Commons
Mengingat kolaborasi terbaru N.E.R.D dengan Rihanna, “Lemon,” menjadi sensasi di internet saat dirilis beberapa minggu lalu, rasanya aneh bahwa kita belum mendengar lagu terbaru Pharrel. Tapi tenang, kita tidak melewatkan apa-apa karena ternyata lagu yang berjudul “100 Years” itu akan dirilis 100 tahun lagi.
Begini: lagu tersebut tersedia hanya dalam bentuk disc tanah liat terlarut yang ditempatkan dalam ruang bawah tanah merek cognac Louis XIII. Jika tidak keburu hancur akibat perubahan iklim, cakram digital ini akan akan dirilis bagi pendengar di masa depan yang kemungkinan berpendapat lagunya jelek.
Aksi ini diniatkan untuk meningkatkan kesadaran akan perubahan iklim, yang penting mengingat lingkungan politis terkini—tahu sendirilah, ada anggota pemerintahan yang bebal tak mau percaya bahwa perubahan iklim nyata (padahal sudah dibuktikan sains). Jadi, ya, makasih deh Pharrell.
Meski begitu, perlu diakui bahwa lagu ini juga diniatkan untuk meningkatkan kesadaran akan proses penuaan cognac Louis VIII yang lama. Ya, kalau level permukaan laut terus meningkat, kayaknya eaux-de-vie akan jadi hal terakhir yang kita khawatirkan deh. Tapi ya, pesan moral dari kisah ini adalah: kelar dari kamar mandi, coba lampunya langsung dipadamkan lagi. Kenapa? Ya, supaya anak cucu nanti bisa menikmati lagu Pharrell terbaru ini.
Meski begitu, perlu diakui bahwa lagu ini juga diniatkan untuk meningkatkan kesadaran akan proses penuaan cognac Louis VIII yang lama. Ya, kalau level permukaan laut terus meningkat, kayaknya eaux-de-vie akan jadi hal terakhir yang kita khawatirkan deh. Tapi ya, pesan moral dari kisah ini adalah: kelar dari kamar mandi, coba lampunya langsung dipadamkan lagi. Kenapa? Ya, supaya anak cucu nanti bisa menikmati lagu Pharrell terbaru ini.
Iklan
