Apa Iya ada Alien di Planet Lain Mengintai Kita?
foto: NASA

FYI.

This story is over 5 years old.

planet

Apa Iya ada Alien di Planet Lain Mengintai Kita?

Setidaknya ada sembilan ekspoplanet bisa memantau bumi mengandalkan teknologi yang kita miliki hari ini.

Gambar ini mengilustrasikan di titik-titik mana saja seorang pengamat isa melihat zona-zona transit planet-planet. Garis biru di atas menunjukkan zona transit bumi. (akreditasi gambar: Robert Wells/Queen's University Belfast)

Sejak eksoplanet pertama ditemukan pada 1995, lebih dari 3.500 planet yang mengorbit bintang lain selain Matahari telah terdeteksi. Lonjakan penemuan eksoplanet -planet di luar tata surya- terjadi satu dekade terakhir lantaran metode observasi yang makin canggih. Senjata andalan para pemburu eksoplanet adalah transit photometry, yang bisa mendeteksi eksoplanet dengan penurunan kecerahan sebuah bintang karena ada planet yang lewat di depannya. Kini, sekelompok ilmuwan dari Queen's University Belfast dan Max Planck Institute for Solar System Research ingin membuktikan apakah metode yang sama bisa digunakan oleh alien untuk mengintip Bumi. Berdasarkan hasil penelitian awal mereka, setidaknya ada sembilan eksoplanet yang punya sudut pandang jelas ke arah Bumi, meski planet-planet ini tak bisa menampung kehidupan. Para peneliti ini memperkirakan ada sepuluh eksoplanet yang berada di titik ideal untut mengamati Bumi dan di antaranya ada yang punya kemungkinan bisa ditinggali makhluk hidup.

Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana Bumi membuat cahaya matahari meredup ketika lewat di depan sebuah eksoplanet. (Foto: Robert Wells/Queen's University Belfast)

Guna memahami bagaimana alien bisa melihat Bumi, para peneliti terlebih dahulu memetakan area langit untuk menentukan zona transit. Ilmuwan-ilmuwan ini hanya fokus pada empat planet terdalam di tata surya karena empat planet inilah yang paling mungkin dilihat oleh makhluk ekstraterestrial. "Planet-planet yang lebih besar secara alami akan memblok lebih banyak cahaya saat lewat di depan bintang," ujar Robert Wells, seorang mahasiswa S2 d Queen's University Belfast dan peneliti utama riset ini. "Namun faktor paling penting adalah sedekat apa sebuah planet pada bintang induknya. Karena planet-planet terestrial jauh lebih dekat dengan Matahari dibandingkan planet-planet gas raksasa. Empat planet ini bakal lebih mudah terlihat saat transit." Untuk menentukan planet mana yang punya kemungkinan paling tinggi melihat tata surya kita, para peneliti terlebih dahulu mencari bagian langit mana yang mungkin bisa melihat lebih dari planet saat transit di depan Matahari. Seturut yang ditemukan oleh Wells dan rekan-rekannya, maksimal tiga dari empat planet terestrial bisa diamati dari titik mana pun di luar tata surya kita. Gambar ini menunjukkan di titik mana di Galaksi Bima Sakti seorang pengamat bisa melihat planet yang seang transit (garis biru menandakan jalur transit Bumi). Titik ketika semua garis ini menyatu adalah titik ketika Bumi kemungkinan besar dilihat dari luar tata surya kita. Gambar: Robert Wells/Queen's University Belfast. Menurut hitung-hitungan statistik, ini artinya alien yang terletak secara acak di luar tata surya kita punya 1 dari 40 kesempatan untuk melihat satu dari empat planet terestrial dalam tata surya kita. "Peluang untuk melihat tiga planet (dari luar tata surya kita) 10 kali lebih rendah, sementara kemungkinan melihat tiga planet turun 10 kali lebih rendah lagi," jelas Katja Poppenhaeger, seorang astrofisikawan di Queen's University Belfast. Dari 3,500 eksoplanet yang sudah terdeteksi, tim peneliti memperhitungkan setidaknya ada 68 planet yang terletak di titik yang memungkinkan penghuninya, jika ada, melihat salah satu planet terestrial di tata surya kita. Dari 68 planet, hanya ada sembilan planet yang berada di titik yang tepat untuk mengintip Bumi. Sayangnya, tak ada satupun dari sembilan planet yang memiliki tanda-tanda kehidupan. Tapi tenang, harapan kalau ada makhluk hidup lain yang mengintip Bumi belum sepenuhnya pupus. Berdasarkan persebaran eksoplanet yang sudah terdeteksi, para peneliti memperkirakan banyak eksoplanet yang belum ditemukan. Beberapa planet ini kemungkinan berada di zona yang memungkinan munculnya kehidupan dan bisa melihat Bumi. Para peniliti berharap bisa memastikan dugaan mereka dengan menggunakan data K2 mission NASA, yang dibuat untuk terus menerus memburu keberadaan eksoplanet di angkasa. Satu putaran proyek ini, atau tepatnya durasi yang dihabiskan teleskop orbital untuk mengamati satu wilayah di langit, berlangsung selama 83 hari. Para peneliti berharap K2 terus menemukan sekelompok eksoplanet baru yang memiliki sudut pandang yang tetap guna mengamati proses transit planet di tata surya kita.

Bisa jadi, salah satu planet yang belum ditemukan itu sedang mengamati Bumi bahkan ketika kalian semua membaca artikel ini.