wabah penyakit

Ini Panduan VICE Buat Memahami Cacar Monyet yang Mengintai di Jalur Batam-Singapura

Wabah yang biasanya muncul di Afrika ini baru saja muncul di Singapura. Otoritas imigrasi Batam menyiapkan langkah deteksi warga yang baru saja bepergian ke negeri jiran.
14.5.19
Berikut Panduan VICE Buat Memahami Cacar Monyet yang Mengintai di Jalur Batam-Singapura
Ilustrasi petugas imigrasi memeriksa warga asing yang memasuki Indonesia dari jalur laut. Foto oleh Beawiharta/Reuters

Otoritas Kesehatan Singapura akhir pekan lalu mengabarkan penyakit cacar monyet (monkeypox) muncul di negara itu. Virus tersebut masuk ke wilayah negeri jiran, setelah seorang pria warga negara Nigeria positif terjangkit cacar monyet.

Pria berusia 38 tahun tersebut masuk ke Singapura untuk mengikuti lokakarya akhir April lalu. Awalnya pria tersebut mengalami demam tinggi, ruam, nyeri otot, dan menggigil. Kini dia menjalani isolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID), dan dilaporkan dalam kondisi kesehatannya masih stabil.

Iklan

Sebanyak 22 orang yang diduga memiliki kontak dekat dengan pria tersebut juga diperiksa selama beberapa hari ke depan. Diduga pria tersebut tertular virus cacar monyet setelah mengonsumsi daging hewan liar di negara asalnya.

Kabar ini membuat was-was pemerintah Indonesia. Otoritas imigrasi dan kesehatan pelabuhan Kota Batam, Kepulauan Riau, akhirnya melakukan tindakan preventif. Maklum, saban hari ada saja warga negara Indonesia dari kota Batam yang pulang atau pergi ke Singapura. Semua penumpang kapal akan dipindai dengan alat detektor suhu badan. Jika suhu seseorang melebihi 28 derajat celcius, alarm otomatis berbunyi. Pengawasan ketat juga berlaku di bandar udara. WNI atau orang asing yang bepergian dari Malaysia juga akan diperiksa dengan prosedur serupa.

Pengawasan ini penting, sebab gejala cacar monyet tidak langsung tampak setelah pasien tertular virusnya melalui kontak langsung, khususnya udara. "Masa inkubasi 5-7 hari baru terlihat gejalanya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusumarjadi, saat dihubungi media.

Dinas Kesehatan setempat juga sudah menyiagakan enam ruang isolasi khusus, seandainya ada orang yang melintas ke wilayah Indonesia positif tertular cacar monyet. "Kita juga meminta dilakukan pengawasan di pelabuhan-pelabuhan laut di Riau yang mempunyai alur masuk dari Batam," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliana Nazir.

Sebenarnya apa itu cacar monyet? Dan apa yang telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebarannya ke Indonesia? VICE merangkum apa yang saat ini telah diketahui.

Oke. Intinya Apa Itu Cacar Monyet?

Penyakit ini gampang ditemukan di daerah hutan hujan tropis di wilayah Afrika Tengah dan Barat. Virus cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada 1958 ketika menjangkiti sekelompok monyet eksperimen jenis makaka di sebuah laboratorium. Kasus yang melibatkan manusia pertama kali dilaporkan pada 1970 di Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo).

Pada 2003, wabah skala kecil dilaporkan di Amerika Serikat. Pemerintah AS mengonfirmasi adanya 47 orang yang positif mengidap monkey pox di enam negara bagian. Setelah dilacak, penyebabnya adalah hewan pengerat asal Ghana yang ada di sebuah toko hewan di Texas.

Iklan

Pada September 2018, kasus pertama monkey pox juga dilaporkan di Inggris. Penyebabnya sama dengan kasus di Singapura, seseorang asal Nigeria yang positif mengidap cacar monyet masuk ke Inggris.

Seperti Apa Gejala Penularan Virus Cacar Monyet?

Penyakit ini memang mirip cacar air. Gejala awal pengidapnya adalah demam, pembesaran kelenjar getah bening sakit kepala, dan penyebaran semacam jerawat, yang berisi cairan bening atau nanah, ke berbagai bagian tubuh. Penyakit menular lewat kontak langsung dengan seseorang atau mamalia yang sudah terjangkit. Penularan bisa terjadi lewat cairan tubuh dan udara. Masa inkubasi virus biasanya terjadi pada 10-14 hari.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi, selain kontak dengan cairan tubuh binatang atau orang yang terinfeksi, virus dapat ditularkan ke tubuh manusia lewat konsumsi daging hewan liar seperti monyet dan binatang pengerat.

Apakah Berbahaya Buat Manusia?

Menurut Didi penyakit cacar monyet adalah self-limiting disease, alias bisa hilang dengan sendirinya. Bagi orang yang sudah pernah menerima vaksin cacar, risiko penularan bisa ditekan. Sebaliknya, risiko terkena cacar monyet bagi orang yang belum pernah vaksin cacar lebih besar.

Merujuk pada catatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) risiko kematian pengidap sebetulnya rendah, hanya 1 di antara 10 orang terinfeksi. Namun perlu diingat bahwa itu tergantung pada daya tahan tubuh masing-masing. Risiko kematian semakin tinggi jika pengidap memiliki komplikasi penyakit.


Tonton dokumenter VICE menyorot kembalinya wabah hitam mematikan di Madagaskar:


"Penderitanya bisa meninggal kalau mengalami komplikasi akut. Kalau hanya terkena virus dan daya tahan tubuh baik, bisa sembuh sendiri," kata Didi. "Warga Indonesia umumnya sudah imunisasi cacar, jadi 75 persen tubuh kita bisa terlindungi dari virus ini."

Saat ini belum diketahui obat mujarab penyakit cacar monyet. Namun seseorang dapat diberi vaksin cacar untuk mencegah penyakit ini.

Jadi, Apa Saja Langkah Pemerintah Indonesia Mencegah penularannya?

Pemerintah tengah waspada sejak virus tersebut pertama kali dilaporkan oleh otoritas Singapura. Saat ini pemerintah kota Batam dan Pekanbaru tengah menyiagakan alat pemindai suhu tubuh di jalur pintu masuk seperti pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi masuknya virus tersebut lewat manusia.

Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan imbauan agar warga Indonesia menghindari kontak langsung dengan primata atau hewan pengerat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, mengimbau agar mereka yang kembali dari perjalanan di wilayah terjangkit monkeypox segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk berjaga-jaga.