Artikel ini pertama kali tayang di Noisey.Musisi kondang sekalipun pasti punya lagu yang kalian belum pernah dengar selama ini. Karena itulah dalam seri Z-Sides, redaksi Noisey akan menjabarkan track-track atau album yang jarang sekali diketahui pendengar awam.Kisah Justin Vernon tinggal di dalam semacam kabin kayu terpencil ketika menulis For Emma, Forever Ago sudah sering sekali diceritakan banyak media berulang kali. Intinya, saat menggarap album debutnya itu, Vernon menjalani hidup sebagai lelaki patah hati membawa gitar akustik. Lebih tepatnya, dia semacam pengidap infeksi hati yang memutuskan kembali dari hutan membawa sebuah album dan cerita menyentuh. Kisah ini sudah seperti dongeng yang berulang-ulang didengar oleh penggemar Bon Iver.
Iklan
Namun yang membuat Vernon berbeda dari musisi folk lain sebetulnya kemampuan untuk menceritakan momen-momen hidupnya yang sunyi dan reflektif, mendokumentasikan momen tersebut dengan nuansa yang khas dan menyentuh, tanpa sekalipun terkesan dipaksakan. Semenjak For Emma, Forever Ago dirilis, dia juga telah berkembang sebagai seorang seniman. Album self-titled Bon Iver (2011) mengesampingkan bunyi akustik untuk sound yang lebih besar dan ruang bagi perkembangan musikal dan spiritual. Pendekatan ini akhirnya menghasilkan album 22, A Million yang dirilis tahun lalu—sebuah album pencerahan bertema numerologi, ketuhanan, dan realisasi diri.Di setiap albumnya Vernon selalu mengembangkan musikalitas. Baik itu Bon Iver, maupun saat dia menyediakan latar sound bagi My Beautiful Dark Twisted Fantasy-nya Kanye West, satu faktor tidak pernah berubah. Dalam setiap rilisannya, selalu ada akar yang menghubungkan Vernon kembali ke kabin kayu yang dia tinggali, atau paling tidak latar belakang luas dan kontemplatif terkait hutan. Intinya, musik Vernon cocok didengar ketika musim dingin datang. Seakan-akan musiknya memang sengaja dibuat menemani kita ketika sinar matahari tidak menyinari bumi.Semua paparan tersebut tak hanya langsung didengar dalam musik-musiknya, tapi juga dari artwork dua album Bon Iver pertama, yang merupakan foto penuh salju. Masih belum cukup? Nama bandnya saja diambil dari frasa Perancis, bon hiver, yang artinya “musim dingin yang baik.” Tapi sebelum dia menulis musik untuk Bon Iver, Justin Vernon sudah lama menulis lagu-lagu yang menangkap atmosfer musim dingin. Mungkin ini sesuatu yang muncul dari kota kelahirannya, Wisconsin, sebuah negara bagian di Amerika Serikat yang memiliki imej hutan liar tertutup salju dingin. Mungkin saja hati Vernon sudah membeku. Entahlah. Yang pasti, di luar sana ada beberapa album Bon Iver yang mungkin kamu belum pernah dengarkan.Album pertama dari rangkaian ini dirilis pada 2001, dan berjudul Home Is—judul yang pas, mengingat album ini memuat duetnya dengan saudara-saudara kandungnya dan pacarnya saat itu Sara Emma Jensen. Berikutnya ada Self Record. Dirilis pada 2006, album ini menampilkan lagu favorit dari rilisan non-Bon Iver Vernon, “The Whippgrass”. Track ini adalah titik awal ketika sound Bon Iver mulai tercipta—belum akustik banget seperti For Emma, Forever Ago, tapi mengandung ritme gitar repetitif yang serupa, menemani vokal Vernon dibungkus kualitas produksi yang apa adanya. Jujur deh, apaan juga coba artinya “The Whippgrass”? Saya juga enggak ngerti, tapi yang pasti lagu itu bisa melukiskan imej-imej terasa nyata. Mungkin saja Vernon sedang membicarakan waktu yang telah berlalu, atau dia sedang mencari kebenaran, atau mungkin cuman nyanyi soal rumput—apapun itu, lirik dia selalu menyampaikan cerita penuh penggambaran agar pendengar bisa menyimpulkan sendiri.Terakhir, ada Hazeltons, dirilis setahun sebelum album debut Bon Iver yang sebetulnya lebih mirip dengan album kedua Bon Iver. Jujur, saya belum banyak mendengarkan album ini, tapi itulah enaknya musik, mereka akan selalu ada untuk didengarkan (dan bisa memberi kejutan bagi pendengar bangkotan sekalipun).Intinya saya ingin mengatakan bahwa tiga album “Bon Iver” ini kemungkinan belum pernah kamu dengarkan. Tapi kalau sudah, silakan teruskan informasi ini ke teman-temanmu yang mencari musik baru untuk dikulik :)Kalian bisa ngobrol soal musik bareng Ryan di Twitter.
