Putus Cinta Memang Menyakitkan, Berikut Tips Jitu Menghadapinya
Foto ilustrasi oleh Matthew Weibe via Creative Commons.
Percintaan

Putus Cinta Memang Menyakitkan, Berikut Tips Jitu Menghadapinya

Kami mengumpulkan saran-saran terbaik menghadapi putus cinta dari pakar kencan, filsuf, hingga konselor hubungan.
19.7.17

Memang rasanya menyakitkan dicuekkin, diputusin, atau bertepuk sebelah tangan. Biasanya ini diikuti dengan usaha untuk menemukan jawaban mengapa anda diperlakukan seperti itu—Apa gue terlalu posesif? Apa gue terlalu agresif pas kencan terakhir? Apa gue salah ngomong?. Beberapa orang memilih untuk mabuk-mabukan guna menghadapi realita pahit. Ada juga yang malah nyamperin rumah mantan dan meminta jawaban langsung. Lainnya melakukan penghapusan digital massal, berusaha menghapus jejak mantan pacar dari feed media sosial. Sebetulnya harus gimana sih menghadapi penolakan?

Iklan

Kami bertanya ke seorang guru seksualitas, host podcast, ahli kencan dan seorang profesor filosofi guna mencari jawabannya. Mereka memberikan kita semua nasihat terbaik untuk bisa move on, mendapatkan perspektif baru dan mencapai kedamaian setelah hati kalian serasa diinjak-injak.

Jawaban-jawaban berikut telah disunting agar lebih ringkas dan enak dibaca.

Andrea Silenzi, Host/Produser Podcast Percintaan Why Oh Why

Saya gak bisa terima dicuekin! Ini gak sopan tau! Kayaknya kita mesti manggil ghostbuster buat nangkepin orang-orang yang main ilang kayak hantu ini. Biar mereka mengerti bahwa kita layak diperlakukan seperti manusia. Langsung aja konfrontasi. Banyak orang menjaga harga diri dengan cara diam dan berpura-pura tidak peduli. Tapi sebetulnya cara yang benar untuk menjaga harga diri adalah untuk berterus terang ketika anda merasa disakiti. Marahlah ketika mereka menolak berperilaku seperti manusia dewasa. Mungkin ini membuat saya kedengarannya aneh, tapi mestinya kita tidak pernah merasa ditolak. Penolakan adalah sesuatu yang kita pilih untuk rasakan. Ketika saya merasa ditolak, biasanya saya memproyeksikan kegamangan diri terhadap alasan yang diberikan. Padahal biasanya penolakan itu lebih tentang hubungan anda dengan diri sendiri. Saya langsung memikirkan kualitas apa yang membuat saya terobsesi dengan orang tersebut, dan biasanya ini adalah kualitas yang saya dambakan untuk diri sendiri. Kadang saya menghadapi penolakan dengan cara memproyeksikan energi ini guna mendorong saya mendapatkan kualitas-kualitas tersebut untuk diri sendiri.

Raphael Krut-Landau, Profesor Filsafat

Biasanya setelah ditolak, anda merasa tak berguna. Tidak jarang anda tergoda untuk menghibur diri dengan cara membuat orang lain merasa lebih kecil dari anda. Gak usah khawatir, tinggal sambut godaan ini, duduk santai minum teh, nanti juga lewat sendiri. Setelah ditolak, kadang anda berfantasi tentang balas dendam. Tapi ingat, balas dendam yang terbaik adalah dengan cara hidup bahagia. Ambil waktu yang anda butuhkan untuk move on—sebulan, setaun, satu dekade. Gak ada jadwalnya kok. Di masa ini, biasanya puisi dan lagu lebih terasa efeknya. Ini adalah kesempatan untuk menekuni hobi. Saya sarankan anda membaca "The Glass Essay" oleh Anne Carson, buku Against Happiness oleh Eric Wilson, Tiny Beautiful Things karya Cheryl Strayed, dan Milk and Honey oleh Rupi Kaur. Anda juga bisa menonton film Hal Hartley Surviving Desire atau mendengarkan kajian filsafat Lucy Allais saat membahas konsep memaafkan.

Foto ilustrasi via Getty Images

Timaree Schmit, Ph.D, Pakar Seksualitas

Akhir dari sebuah hubungan itu bukan kegagalan tapi kesempatan untuk mencari pasangan yang lebih kompatibel dengan anda. Teruslah mencari, jaga momentum. Penelitian mengindikasikan mencari pacar pelarian (rebound) itu justru efektif untuk mengatasi rasa duka. Artinya, akan lebih baik jika kalian langsung menyibukkan diri dengan pacar baru daripada terus bersedih. Perlu diingat bahwa ketika seseorang mengatakan "tidak" ini bukan berarti "karena anda tidak berkualitas." Ini bisa berarti banyak hal. Penolakan tidak harus selalu diinternalisasi.

Namun apabila anda selalu menggunakan metode yang sama mencari pasangan dan tidak pernah sukses, mungkin perlu ada evaluasi ulang tentang metode, orang yang anda kejar dan kenapa cara anda tidak berhasil. Ketika luka anda masih segar, anda memiliki kesempatan untuk mengeksplor luka yang belum benar-benar sembuh dan menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk masa depan. Apa sih yang membuat situasi ini terasa gak enak banget? Apa sebetulnya inti rasa sakitnya? Apakah anda merasa putus asa soal cinta? Apa anda merasa dikhianati atau ditipu? Apakah ini mengingatkan anda akan rasa sakit lama? Gunakan waktu ini untuk melakukan sesuatu yang produktif, kreatif atau bermanfaat. Saya sendiri suka membuat mixtape lagu-lagu putus cinta—campuran lagu-lagu marah, sedih dan penuh harapan—dan mendengarkannya sambil melakukan kegiatan lain: olahraga, berkesenian, menulis, dst. Rasakanlah semua perasaan anda dan taklukkanlah.

Steve Dean, Konsultan Kencan

Cara favorit saya untuk menghadapi penolakan adalah dengan empati. Daripada menyalahkan orang yang menolak anda, saya melihat ke dalam diri dan mencoba mengerti situasi dari sudut pandangnya. Anda bisa berlatih teori pikiran dasar untuk bisa lebih mengerti tentang kehidupan mereka. Saya pernah menulis "Panduan Menghadapi Putus Cinta" tapi sebetulnya intinya sama aja kok: Langkah pertama adalah menerima perasaan anda apa adanya. Saya merekomendasikan anda mencoba meditasi pikiran yang disebut Metta meditation guna menerima semua hal yang telah terjadi dan mencoba mengerti bahwa semua orang itu baik dan memiliki cobaan hidup sendiri-sendiri. Kita harus belajar lebih berempati dengan pasangan. Sering kali kita langsung menilai mereka dan berasumsi bahwa mereka tidak memvalidasi kita, bahwa mereka yang salah. Ini adalah cara berpikir yang berbahaya.

Laura Yates, Penulis Teknik Move On Dari Putus Cinta

Biarkan diri anda merasakan semua perasaan: sedih, sakit, marah—semua perasaan ini valid tidak peduli seberapa sering teman-teman anda mengatakan "Oh dia gak worth it." Ketika anda berusaha mengabaikan perasaan, ini bisa mendorong anda mencari distraksi tidak sehat sebagai bentuk mekanisme pertahanan. Akan lebih baik ketika anda menghormati pengalaman yang anda alami tanpa penilaian. Jangan coba mendapat jawaban dari sang mantan; ini akan membuat keadaan semakin buruk dan memberi kesan anda tidak punya batasan diri. Kita sering mengira bahwa "percakapan terakhir/closure" seharusnya membawa kedamaian diri, tapi ini justru akan memperpanjang komunikasi yang tidak perlu dan menciptakan lebih banyak pertanyaan. Anda tidak perlu mantan anda untuk mendapat jawaban. Kalau hubungan anda sudah kandas, itu adalah satu-satunya jawaban yang anda butuhkan. Selalu jaga nilai diri dan tegakan kepala!

Kadang orang sangat mengambil hati penolakan. Tapi sebetulnya, yang benar-benar terjadi itu bukan penolakan. Saya selalu menyuruh klien saya untuk melihatnya seperti ini: kalau anda dianggap tidak pantas untuk seseorang, berarti mereka juga tidak pantas buat anda. Kita tidak bisa cocok dengan semua orang dan kadang hubungan romantis ada tanggal kadaluwarsanya. Semua orang ingin dan butuh perubahan. Ini bukan berarti anda kurang, tapi justru ini membuka jalan untuk bertemu seseorang yang memang lebih cocok. Menyimpan kebencian hanya akan membuat anda terus tersakiti. Memaafkan itu bukan berarti menerima kelakuan mantan (kalau memang dia yang salah), tapi memaafkan itu membiarkan diri anda lepas dan maju kedepan.

Iklan

Kelilingi diri dengan orang-orang yang menghargai anda. Gunakan metode seperti menulis jurnal dan meditasi untuk menghadapi apa yang anda rasakan. Percayalah bahwa suatu hari kelak, keadaan akan bertambah baik, biarpun mungkin sekarang tidak terasa seperti itu. Yang penting adalah mengambil langkah kecil tapi positif setiap hari. Untuk bisa move on lebih cepat, dengarkan podcast saya, Let's Talk Heartbreak yang akan diluncurkan ulang musim panas ini. Saya juga menganjurkan podcast Love and Life karya Dr, Karin, dan podcast Love is Like a Plant. Untuk buku, saya selalu menganjurkan ke klien: The 4 Agreements, Attached, Emotional First Aid, The 5 Love Languages, dan Single Is the New Black.

Laura Lane dan Angela Spera, Penulis Buku This Is Why You're Single

Angela: Saya percaya dengan metode memblok mantan di media sosial. Cara tercepat untuk melupakan seseorang adalah dengan tidak melihat wajah mereka setiap kali anda membuka ponsel.

Laura: Kalau anda dicuekin, ini bukan tentang anda. Ini berarti orang itulah yang tidak punya nyali untuk bersikap dewasa dan mengatakan, "Saya gak siap buat pacara." Atau, "Eh gue sempet jalan sama beberapa orang, dan akhirnya memutuskan buat serius sama satu orang." Atau "Hey, gue suka sebetulnya sama elo tapi waktunya gak pas nih." Nah ingat itu, berarti orang itu yang bego. Anda mau macarin orang macam itu? Enggak kan. Ini mungkin udah ketinggalan zaman, tapi ketika saya dicuekin atau diputusin, saya selalu membaca buku He's Just Not That Into You atau Why Men Love Bitches. Kedua buku ini dirilis di awal 2000an dan membantu saya move on dari putus cinta dan bahkan menginspirasi saya untuk menulis buku sendiri. Kedua buku ini tua tapi masih efektif kok.

If you're ghosted, it's not about you. The other person doesn't have the guts to be an adult and say to you, "I'm not ready for a relationship." Or, "Hey, I was dating a couple people, and I actually got serious with someone else." Or, "Hey, I really like you but the timing doesn't feel right." Just remember that, what a dummy the other person is. And do you want to date someone like that? Probably not. This is super old school, but my bible when I was being ghosted or dumped it was always the book He's Just Not That Into You or Why Men Love Bitches. Those were the early 2000s books that got me through my breakups and inspired me to write a book myself and update those books. Both of those books still stand up. They're oldies but goodies, and they worked for me.

Angela: Saya suka mendengar cerita orang lain. Ketika anda habis putus, anda sering merasa kesepian, jadi mendengar cerita orang lain membuat anda merasa lebih baik. Saya suka banget buku Julie Klausner yang berjudul I Don't Care About Your Band.

Laura: Saya juga merekomendasikan buku Hillary Winston, My Boyfriend Wrote a Book About Me, dan kolom Modern Love di New York Times. Saya selalu membaca kolom tersebut dan menyadari bahwa hubungan percintaan tidak seperti di dalam film. Mereka bukanlah postingan Instagram sempurna yang dikurasi teman. Semua hubungan itu kompleks dan tidak sempurna.

Follow Anna Goldfarb di Twitter.