Perilaku hewan

Paus Bungkuk Diduga Bisa Menyanyi dan Punya Lagu Baru Tiap Keliling Dunia

Pola migrasi paus bungkuk dicerminkan oleh lagu yang mereka nyanyikan.
JP
Diterjemahkan oleh Jade Poa
7.9.19
Paus Bungkuk Diduga Bisa Menyanyi dan Punya Lagu Baru Tiap Keliling Dunia
Paus bungkuk muncul di permukaan air. Foto ilustrasi oleh Whit Welle 

Pelayar seantero dunia kerap menceritakan kisah-kisah unik dari lautan, sampai menciptakan genre fiksi tersendiri. Salah satunya, pengakuan banyak pelaut kalau paus bungkuk bisa bernyanyi.

Para ilmuwan mendapati kalau kemampuan bernyanyi itu separu benar. Pakar memperkirakan bila pola migrasi paus bungkuk membentuk suara yang mereka bunyikan dalam bentuk seperti “lagu”. Paus bungkuk bahkan bertukar nada-nada baru dengan kawanannya di beberapa wilayah tertentu, menurut sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal Open Science. Berdasarkan pengamatan para peneliti, rute migrasi paus bungkuk dapat direkonstruksi setelah mendengar vokalisasi mereka.

"Pola migrasi paus bungkuk dicerminkan lagu mereka," kata para penulis laporan ini, yang diketuai Clare Owen dari University of St Andrews.

Tim Owen mencatat 52 paus bungkuk jantan di enam lokasi di Samudra Pasifik Selatan. Para peneliti kemudian mengkategorikan temuannya menjadi tiga lagu utama, menggunakan metrik jarak Levenshtein, sebuah metode yang dapat mengukur perbedaan antara rangkaian bunyi ataupun komposisi musik.

"Proses transkripsi lagu Paus Bungkuk memakan banyak waktu," kata Owen saat dihubungi Motherboard melalui surel. "Saat pertama kali menganalisa rekamannya, bunyinya terdengar sangat asing bagiku. Saya mulai berfokus pada detail-detail rekaman tersebut sampai aku mendengar pola dalam lagu mereka. Prosesnya seperti belajar bahasa baru."

“Lagu tipe 1” adalah vokalisasi yang paling sering terdengar di kawasan Samudra Pasifik pusat, sekitar Kepulauan Cook dan Polinesia Prancis. “Lagu tipe 2” populer di Pasifik barat, dekat Kaledonia Baru, Tonga, dan Niue. “Lagu tipe 3 hanya muncul dekat perairan Australia.

Iklan

Owen dan rekan-rekannya membandingkan ketiga lagu tersebut dengan rekaman 29 paus bungkuk di Pulau Kermadec, titik di mana berbagai rute migrasi paus bungkuk dari berbagai negara bertemu. Tim peneliti membuat prediksi tentang dimana saja paus bungkuk Kermadec telah bermigrasi berdasarkan kesamaan lagu mereka dengan Lagu tipe 1, 2, dan 3.

"Saat kami memetakan hasilnya, kami melihat bahwa perbedaan yang tampak insignifikan ternyata spesifik bagi setiap populasi paus bungkuk," kata Owen. "Perbedaan tersebut berperan penting saat kami berupaya mengidentifikasi lagu yang direkam di Kepulauan Kermadec."

Kajian ini menunjukkan bahwa sebagian besar paus Kermadec membunyikan lagu tipe 1 dan 2, yang menyinggung mereka berasal dari Kaledonia Baru, Tonga, dan Kepulauan Cook. Tidak ada satupun paus Kermadec yang membunyikan lagu tipe 3, yang kemungkinan berarti mereka tidak pernah menjelajahi Australia.

Menariknya, salah seekor paus menggabungkan lagu 1 dan 2 menjadi lagu hibrid, yang kemungkinan menandakan ia sedang melakukan transisi antara dua kawasan berbeda.

“Lagu-lagu hibrida tergolong langka, jadi lagu hibrid ini, yang berpotensi menjelaskan proses pengubahan lagu dari versi lama menjadi versi baru, menyinggung bahwa paus-paus Kermadec berada di lokasi dimana terjadi pembelajaran lagu,” kata tim peneliti.

Meski pakar sebelumnya sudah membuktikan bahwa berbagai versi lagu paus bungkuk ditransmisi ke arah Timur hingga Pasifik Selatan, penelitian baru ini menunjukkan bila beberapa lokasi, layaknya Kermadec, berperan penting sebagai tempat pertukaran lagu antara paus bungkuk.

"Saya senang sekali mendalami hidup paus-paus ini dengan mendengar musik mereka," kata Owen. "Bagi saya, penelitian ini membuktikan bahwa lagu mereka tidak hanya dimanfaatkan untuk berkominukasi dengan satu sama lain, tetapi dapat menceritakan migrasi dan pembelajaran mereka."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard