Bangkitnya Kreator Filter Instagram di Indonesia dengan Citarasa Lokal
Foto ilustrasi oleh Muhammad Ishomuddin.
Filter Instagram

Bangkitnya Kreator Filter Instagram di Indonesia dengan Citarasa Lokal

Fitur baru di IG ini segera meledak di kancah pengguna Instagram lokal. Siapa sangka, ternyata mainan filter bisa mendatangkan uang.
5.12.19

Wadah mi instan siap seduh Pop Mie yang ikonik itu kini bisa muncul wajah kita lewat filter Instagram Story. Dengan ekspresi yang paling menggemaskan, apalagi dengan ekspresi mulut saat terbuka lebar, seketika semua makanan yang ada di layar smartphone kalian masuk kedalam mulut kita, Mulai dari ayam goreng, mi, bawang, cabai, bahkan abang-abang pedagang Pop Mie keliling juga ikut masuk ke mulut kita.

Ribuan anak muda di negara ini ternyata sangat menyukai konsep kocak itu. Fitur baru ini segera meledak di kancah pengguna Instagram lokal. Yang sedang kalian saksikan adalah fitur anyar di Instagram untuk menghibur para pengguna, dengan konsep Augmented Reality (AR).

Teknologi yang awalnya dikembangkan Facebook dengan nama Spark AR ini bisa membuat semua orang menciptakan filter sesuai selera, yang nantinya bisa dipublikasikan melalui postingan video di Instagram Story, serta bisa dipakai orang lain juga. Fitur ini digadang-gadang sanggup menyaingi popularitas stiker yang sekarang marak dipakai pengguna aplikasi pesan macam WhatsApp ataupun LINE.

Di Indonesia, keberadaan tool Spark AR secara resmi baru diperkenalkan pada pertengahan Agustus 2019. Tingginya animo anak muda di Indonesia buat memakai medsos membuat tren filter jadi cepat melejit. Filter suka-suka betulan sukses menyita perhatian pengguna Instagram, karena tampilan visualnya sangat interaktif.

Salah satu yang segera melihat peluang penciptaan filter Spark AR dengan kearifan lokal adalah Argi Tendo. Argi mengenal fitur AR sejak akhir 2018. Dia mulai mencoba membuatnya sendiri pada pertengahan 2019, setelah ikut dalam ‘Spark AR Community Public Group’.

Iklan

Argi tidak menyangka, filter Pop Mie ‘mangap menelan semua hal’ buatannya yang sekilas remeh tadi meraih sambutan meriah dari pengguna Instagram di Tanah Air. “Antusiasme dari pengguna Instagram juga diluar perkiraan,” ujarnya pada VICE. Argi adalah seniman yang lama menekuni multimedia. Karenanya, dia rajin mengulik hal baru untuk karya-karyanya.

Baginya, fitur AR filter ini adalah media yang sangat menghibur, walaupun proses pembuatanya terbilang tidak mudah karena membutuhkan ketelatenan lebih. Hasil karyanya, berupa animasi yang bisa sangat hidup sesuai dengan gerakan sensor wajah user, dan harus telaten untuk menyelaraskan semuanya. “Membuat filter ini butuh waktu berhari-hari, tapi saya selalu puas dengan hasil akhirnya,” tandasnya.

Perangkat lunak Spark AR ini awalnya hanya bisa digunakan di perangkat PC (Personal Computer) dan sempat hanya kompatibel dengan sistem operasi Mac OS saja. Akhirnya sekarang Windows juga sudah bisa memfasilitasi pembuatannya. Jadi, siapapun benar-benar bisa membuat filter AR-nya sendiri, asal mau dan ada waktu.

Setelah membuat filter juga harus melalui sejumlah tahap sebelum bisa dipublikasikan ke Facebook maupun Instagram. Semua filter harus dipastikan telah memenuhi standar, lalu nantinya diunggah lewat Spark Hub. Bila lolos semua persyaratan, kreator nantinya harus memilih salah satu sosmed diantaranya Facebook atau Instagram untuk mengunggah filter bikinan mereka.

Iklan

Perhatikan saja dua bulan terakhir, kolom Instagram Story kawan-kawanmu pasti ramai dengan wajah mereka memakai filter Pop Mie yang lucu. Bahkan filter terbaru dari Pop Mie yang kali ini mengusung gaya seperti game juga sudah mulai ramai di Instagram, kalian bisa dapat meraih score setinggi mungkin. Cobain deh, seru banget!

Bukan hanya Argi, kreator filter Instagram asal Indonesia yang membuat konsep unik macam ini. Kalian pun bisa membuat filter dengan gayamu sendiri. Banyak kreator yang ada di Indonesia memilih tema kearifan lokal menjadi identitas. Seperti filter bungkus mi goreng yang sempat viral. Konsep desain yang dipilih ini tujuannya agar Indonesia banget dan beda sama filter-filter buatan orang luar.

Trend filter AR akan berkembang apabila makin banyak orang menjadi kreator. Populernya filter Instagram ini juga sangat cepat, karena fungsinya adalah media untuk berkarya yang mudah diakses banyak orang. Selain bisa diakses semua orang, juga lebih interaktif kepada user, sekaligus media filter AR bisa membangun self branding kreatornya juga.

Para kreator filter Instagram di Indonesia juga awalnya hanya coba-coba karena ingin tahu cara membuatnya, ternyata disambut baik oleh teman-temannya, akhirnya semakin banyak uang mencoba membuat filternya sendiri, bahwa membuat filter punya peluang monetisasi. Artinya, kalian bisa dapat duit dari kreativitas membuat filter tersebut.

Argi juga yakin siapapun yang mau belajar akan bisa mengikuti jejaknya menjadi kreator filter Instagram. Salah satu syaratnya adalah jujur sama diri sendiri. Filter Instagram bukan cabang seni yang sudah memiliki pakem. Semua orang masih bisa mengembangkan Spark AR secara segar, asal idenya memang menggambarkan karakter tiap kreatornya. “Kalian bisa buat konsep yang kalian banget, itu bakal jadi hal yang seru banget buat dikerjain,” ujar kreator filter Pop Mie.

Filter Pop Mie yang lucu sudah ramai dipakai banyak orang. Kini, giliran kalian jadi kreator filter Instagram segila mungkin, karena hanya langit yang bisa jadi batasnya.

Artikel ini adalah kolaborasi VICE bersama Pop Mie