Fotografi

Foto-Foto Ini Menantang Anggapan Umum Soal Penampilan 'Ideal' Perempuan Muslim

Kami ngobrol bareng fotografer Alia Youssef di pameran perdananya, 'The Sisters Project', yang menampilkan sisi lain sosok perempuan muslim di luar stereotipe media.
18.9.18
Semua foto oleh Alia Youssef 

Saat Alia Youssef masih duduk di bangku SMA, dia harus mengerjakan proyek seni pertamanya. Dia menggambarkan seorang perempuan Muslim yang memandang dirinya sendiri lewat cermin dengan tatapan bahagia dan foto hitam-putih yang menunjukkan perempuan Muslim yang bungkam dengan cat menutupi mulutnya. Foto yang pertama dijuduli The way I see me, dan yang lainnya dijuduli The way you see me.

“Bahkan saat saya masih remaja, saya merasa harus menggunakan seni saya untuk memperlihatkan realita yang berbeda,” ungkapnya pada VICE.

Iklan

Barulah saat ia beranjak dewasa, sang fotografer potret asal Kanada ini memulai The Sisters Project: Ini adalah caranya untuk mengubah cara perempuan Muslim dipandang.

Youssef pergi ke 12 kota di seluruh Kanada dan memotret 85 perempuan Muslim di komunitas, rumah, dan tempat kerja masing-masing. Dia berniat menunjukkan pada dunia bagaimana mereka memandang diri sendiri.

Kami ngobrol-ngobrol dengan Youssef pada pameran pertama The Sisters Project di Ryerson Image Centre soal pengalamannya dan komunitasnya.

VICE: Gimana acara pembukaan hari Rabu kemarin?
Alia Youssef: Lumayan seru sih! Kayaknya ada 400 orang yang datang. Saya mendapatkan respons positif dari orang-orang yang enggak saya kenal, tapi ternyata mereka tahu soal proyek ini. Saya merasa sangat didukung dan dicintai.

Kapan kamu pertama kali memikirkan soal ide proyek ini?
Satu setengah tahun lalu ketika kuliah masuk tahun keempat. Saya lagi ambil kelas perempuan dalam Islam. Sebagai perempuan Muslim dan dikelilingi banyak perempuan Muslim, kami ngobrol soal representasi saat ini. Suatu hari, salah satu perempuan ini bilang ‘saya capek banget digambarkan seperti perempuan Muslim di luar sana’, dan saya rasa saya juga sudah memikirkan ini dari lama. Selain itu, berhubung saya fotografer potret, jadi saya pikir ini nyambung banget.

Bagaimana ceritanya kamu memulai proyek ini?
Awalnya ini hanya tugas sekolah biasa, tetapi proyeknya jadi terkenal. Entah bagaimana parlemen Kanada mengetahuinya. Jadi saat saya lulus, saya sudah tahu ada orang-orang yang tertarik dengan proyek saya ini dan saya melanjutkannya saja. Saya sadar bahwa saya hanya menunjukkan perempuan-perempuan dari Vancouver dan Toronto, tapi pernyataan saya bilang bahwa ini proyek tentang perempuan Muslim Kanada. Jadi saya kira sudah saatnya mencari perspektif lain, dan pengalaman-pengalaman lain dari perempuan Muslim yang tinggal di luar kota-kota terbesar di Kanada.

Stereotip apa yang ingin dibahas?
Saya tumbuh besar pasca 9/11. Setelah insiden ini, ada dua gambaran perempuan Muslim di media. Yang pertama adalah, perempuan Muslim yang tak tampak. Tidak ada kisah yang sukses atau menyenangkan—atau kisah positif apapun soal perempuan Muslim. Jadi, yang tersisa adalah gambaran lainnya, yaitu penuh trauma dan kesedihan, seorang imigran, berasal dari negara konflik, atau ngobrolin soal pakaian.

Perempuan Muslim selalu digambarkan seolah-olah mereka korban, tidak bisa menyuarakan pendapatnya, tidak berkuasa, atau hanya ngobrolin pakaian. Baik di Teen Vogue, televisi, maupun film. Stereotip-stereotip ini memengaruhi pandangan saya ketika beranjak dewasa dan menjadi orang Muslim. Dampaknya enggak bagus karena saya jadi mengira kalau orang-orang hanya tahu yang buruk-buruk soal saya.

Dari mana kamu menemukan perempuan-perempuan ini?
Pertanyaan bagus. Kebanyakan dari Facebook. Saya menggunakan media sosial untuk menemukan mereka. Saya mudah terhubung dengan orang baru di Kanada. Waktu saya mengunjungi kotanya, orang akan membantuku berkenalan dengan berbagai perempuan di komunitasnya. Saya sangat terharu dengan kebaikan mereka. Meskipun agak menakutkan karena melakukannya sendiri, tetapi model-model saya membuat proyek ini jadi lebih mudah. Mereka adalah pendukung setia dan selalu membantu sebisa mungkin.

Perspektifmu sangat unik setelah bertemu mereka. Pelajaran apa yang kamu dapat dari komunitas perempuan Muslim di Kanada?
Saya belajar banyak hal, dan masih berusaha memahaminya. Akan tetapi, saya akhirnya menyadari kalau kami memperjuangkan hal yang sama. Saya rasa perempuan yang bersedia mengikuti proyek ini memahami pesannya, bahwa stereotip terhadap perempuan Muslim di kotanya sangat memengaruhi hidup mereka. Tidak peduli mereka tinggal di mana, banyak orang yang mendukung komunitas Muslim di Kanada dan saya pikir perempuan Muslim pada umumnya sangat terlibat di dalamnya. Rasanya seperti semua orang bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk memperbaiki komunitasnya, atau membuat pengalaman yang lebih baik untuk perempuan Muslim di Kanada. Saya benar-benar takjub melihatnya.

Wawancara ini sudah disunting supaya lebih ringkas dan mudah dibaca