temuan sains

Wombat Satu-Satunya Hewan di Dunia Kotorannya Berbentuk Kubus, Kini Kita Tahu Alasannya

Sejumlah ilmuwan dari Georgia Tech memompa balon di saluran pencernaan wombat yang sudah mati untuk mencari tahu kenapa kotorannya berbentuk kubus.
21.11.18
wombat poop cubes

Wombat adalah marsupial Australia yang kotorannya berbentuk kubus. Setiap malam, hewan ini terbiasa mengeluarkan hingga 100 kotoran.

Para ilmuwan dari Atlanta, Georgia memecahkan misteri kotoran kubus ini pada Minggu pekan lalu dalam pertemuan tahunan Division of Fluid Dynamics American Physical Society. Patricia Yang, rekan postdoctoral dari Georgia Institute of Technology, mempresentasikan penelitian yang menunjukkan bahwa kotoran kubus bisa tercipta karena elastisitas yang tidak rata dalam saluran pencernaan wombat.

Kotoran berbentuk kubus adalah proses pencernaan yang “unik dalam dunia hewan,” demikian mengutip abstrak presentasi tersebut.

Untuk mendapatkan jawabannya, Yang dan rekan mengamati saluran pencernaan dua wombat yang di-euthanasia usai tertabrak di jalanan Australia. Dia mendapatkan bangkai tersebut dari Scott Carver, ahli ekologi margasatwa di University of Tasmania, yang telah membekukan kedua hewan ini sebelum mengirimkannya ke AS untuk dipelajari lebih lanjut.

Iklan

“Kami membuka usus wombat seperti membuka kaus kaki saat Natal,” kata David Hu, insinyur teknik mesin dan rekan peneliti di Georgia Tech, kepada Science News.

Isi usus wombat tersebut benar-benar penuh seperti kaus kaki natal yang penuh hadiah. Tingkat metabolisme mereka sangat lambat, sehingga makanan yang masuk ke dalam tubuh akan dicerna selama dua minggu. Akibatnya, usus wombat membengkak karena kotorannya yang besar-besar.

Yang dan rekan menirukan prosesnya dengan memasukan balon ke dalam usus wombat dan menggelembungkannya. Mereka melakukan ini untuk mengamati kontur dan fleksibilitas sistem pencernaannya. Balon yang ditiup menunjukkan bahwa ujung saluran pencernaannya melar secara tidak proporsional di beberapa tempat dan kaku di bagian lain.

Dari situ, kotorannya terbentuk dan memadat menggunakan elastisitas dinding usus yang miring di sepersepuluh bagian akhir saluran pencernaan.

Wombat akan menumpuk kotoran kubusnya setinggi mungkin untuk menandai wilayah mereka. Hal ini menerangkan mengapa hewan-hewan ini berevolusi untuk menghasilkan feses yang berbentuk kubus.

Para ilmuwan berencana mendalami penelitiannya, dan menyarankan bahwa manusia bisa saja mempelajari satu atau dua hal dari proses pembentukan kotoran wombat ini.