Mahluk Dasar Bumi

Ditemukan 'Hutan' Mahluk Hidup Jauh Dalam Perut Bumi

"Ilmuwan tidak pernah menyangka kalau ternyata ada kehidupan mikroba yang beragam di bawah permukaan tanah."
Nemotode ditemukan jauh di dasar tambang emas Konanang, Afrika Selatan
Nemotode ditemukan jauh di dasar tambang emas Konanang, Afrika Selatan. Sumber: DCO

Biosfer di dasar Bumi besarnya dua kali lipat dari samudra di dunia, dan mengandung sekitar 23 miliar ton organisme.

Lebih dari 1.000 ilmuwan berkolaborasi untuk mempelajari ekosistem di “bagian dalam Bumi”. Temuannya yang dinamakan Deep Carbon Observatory (DCO) menjelaskan tentang “Galapagos bawah tanah” ini pada Senin (10/12) dalam rangka memulai pertemuan tahunan American Geophysical Union. Menurut peneliti, kita dapat memahami asal-usul dan evolusi kehidupan jika tahu bahwa ada organisme yang bisa bertahan hidup dalam kondisi ekstrem di bawah permukaan Bumi.

Iklan

“Kita dulu tidak pernah mengetahui kalau ternyata ada kehidupan yang beragam di bawah permukaan tanah,” kata Isabelle Daniel, ahli mineral dari Claude Bernard University Lyon 1 di Prancis, dalam sebuah pernyataan. “Hal ini sangat menarik dan akan meningkatkan antusiasme untuk mencari biotik-abiotik di Bumi dan tempat lain.”

“Intraterrestrial” ini adalah mikroba yang bisa hidup di bawah tanah dan habitat dasar laut. Temuan menunjukkan sebanyak 70 persen bakteri dan archaea hidup di bawah permukaan Bumi. Sayangnya, mikroorganisme tersebut tidak banyak diketahui karena habitatnya yang sangat sulit dijangkau manusia.

1544554984140-5DCO-altiarchaeales-biofilm

Spesimen Archaea yang dikumpulkan dari bawah tanah sumber air panas di Jerman. Sumber: DCO

DCO mengambil sampel ratusan habitat bawah tanah dengan mengebor sedalam 4,8 kilometer. Diperkirakan ada jutaan spesies mikroba yang hidup di biosfer ini. Beberapa bahkan mampu bertahan hidup pada suhu yang sangat panas atau tekanan 400 kali lebih besar di permukaan laut. Tak seperti organisme darat, kehidupan bawah tanah membutuhkan waktu lama untuk tumbuh dan berkembang biak karena asupan nutrisinya lebih sedikit.

Spesies yang ditemukan oleh peneliti termasuk nematoda yang ditemukan satu mil di bawah tambang emas Kopanang di Afrika Selatan, mikroba pengonsumsi metana di dasar laut Samudra Pasifik, dan spesies archaea dalam sampel kaya sulfur yang diambil dari kedalaman 100 kaki di bawah mata air panas di Jerman.

Kenyataan bahwa kita memiliki biosfer yang beragam di dasar bumi sangatlah menakjubkan. Apabila mikroorganisme bisa bertahan hidup di bawah tanah, itu berarti bukan tidak mungkin ada kehidupan alien di dunia lain.

"Ekosistem bawah tanah telah berevolusi dan bertahan selama jutaan tahun meskipun hidup dalam kondisi gelap dan menantang," kata Fumio Inagaki, ahli geomikrobiologi di Japan Agency for Marine-Earth Science and Technology, dalam pernyataan DCO.

"Kita perlu memperluas pengetahuan mengenai kehidupan bawah tanah agar penelitian selanjutnya dapat menguji kelayakan planet untuk dihuni. Ini bisa membantu kita memahami kenapa bisa ada kehidupan di Bumi, dan mencari tahu keberadaan kehidupan di bawah permukaan Mars dan planet lainnya."

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard