Alasannya apa lagi kalau bukan karena keterlibatan Presiden Trump. Selama ini, julukan teroris secara khusus disematkan untuk orang Islam dan imigran.
Awal bulan ini, di tengah persiapan Pemilu Paruh Waktu 2018, Trump kembali melontarkan kalimat provokatif andalannya, “Kita akan mengusir para kriminal, pengedar narkoba, dan teroris dari negara kita.” Dia bahkan merilis strategi komprehensif untuk memerangi terorisme yang kebanyakan menyinggung negara bagian di perbatasan dan Timur Tengah. Padahal, data yang ada membuktikan kalau Trump sebenarnya salah sasaran.
Videos by VICE
Anti-Defamation League melaporkan bahwa 71 persen kematian terkait ekstremisme yang terjadi di Amerika Serikat selama 10 tahun terakhir disebabkan oleh laki-laki kulit putih. Apabila Presiden Trump benar-benar ingin menuntaskan terorisme, maka dia seharusnya menyingkirkan laki-laki kulit putih sepertinya dari Amerika.
Tonton dokumenter VICE di awal tautan artikel ini untuk memahami lebih jauh bias media, terutama di AS, tentang definisi teroris yang kerap menyudutkan umat Islam.



