Artikel ini pertama kali tayang di i-D
Poster film bergaya avant-garde dari Rusia mencapai puncaknya selama kurun pertengahan 1920 hingga awal 1930-an. Dari masa itu, kita bisa memperhatikan semangat zaman yang sangat unik dan berbeda dari poster film masa sekarang. Selama periode itulah, revolusi Bolshevik belum berubah menjadi otoritarian. Komunisme dan Marxisme disambut meriah, mempengaruhi kehidupan warga secara positif, sebelum nantinya Josef Stalin merusak semuanya dengan rezim tangan besi menggantikan kepemimpinan Vladimir Lenin.
Masa-masa kebebasan berkesenian di Uni Soviet sangat pendek, karena Lenin juga meninggal di usia relatif muda, 53 tahun, untuk ukuran politikus. Tak bisa dipungkiri, kreasi seni visual Soviet yang diciptakan pada awal-awal revolusi memiliki kesan kuat, brilian, dan sangat imajinatif setelah dilihat lagi sekarang. Teknik yang digunakan dalam pembuatan poster film masa itu memakai teknik sinematografi modern. Misalnya memakai gambar-gambar closeup, sudut pengambilan gambar tidak wajar, serta proporsi gambarnya dramatis.
Para seniman era Soviet awal menggabungkan elemen-elemen warna ataupun bentuk yang dianggap berseberangan. Mereka berani mewarnai muka manusia dengan warna-warna yang aneh, atau menggambar kepala manusia bertubuh hewan. Pada masa ini, tidak ada satu pun aturan, kecuali bebaskan imajinasi. Tak ada sama sekali kesan kaku seperti rezim birokrasi Soviet yang muncul setelah Stalin berkuasa.
Videos by VICE

Revolusi komunisme pada 1917 mengubah Rusia baik dari sisi politik, sosial, hingga kesenian. Seni dianggap sebagai cara terbaik membentuk masa depan yang optimis bagi umat manusia. Slogan-slogan seperti “seni melahirkan kehidupan” dan “seni mempengaruhi teknologi” diyakini sungguh-sungguh oleh kelompok Bolshevik. Pandangan itu menggambarkan betapa seni pasti mempengaruhi kehidupam manusia. Tak heran bila pada masa awal revolusi, terjadi eksperimen besar-besaran dalam dunia seni. Pada masa ini juga ditemukan aliran-aliran seni baru, contohnya suprematisme, nonobyektivisme, dan cubo-futurisme.

Kualitas poster-poster film tersebut dapat dianggap luar biasa, mengingat tenggat waktu yang sangat sempit dalam proses pembuatannya. Vladimir Stenberg dan Mikhail Dlugach, dua seniman poster paling terkenal pada masa awal berdirinya Uni Soviet, mengaku seringkali ngebut menyelesaikan pekerjaan. Tenggat waktu yang diberikan rumah produksi ataupun partai untuk membuat satu poster film seringkali hanya satu malam saja.
Kondisinya semakin menantang karena peralatan mereka buat membuat poster film pada masa itu sangat “primitif”. Satu-satunya mesin percetakan yang tersedia adalah memakai teknik tekan (pressing), lebih purba dari stensil. Mesin itu peninggalan Kerajaan Rusia sebelum Revolusi 1917. Vladimir Stenberg ingat bagaimana dulu alat cetaknya bergetar sangat hebat karena disatukan dengan senar supaya bisa beroperasi lebih cepat.

Karena itulah, para seniman tadi sering merancang poster tanpa menonton filmnya terlebih dulu. Mereka membuat poster hanya berbekal ringkasan cerita film, khususnya untuk film-film impor luar negeri. Meskipun para pembuat poster sadar hasil karya mereka akan dibuang setelah beberapa minggu, mereka tetap mengerjakan poster-poster tersebut dengan kesungguhan tanpa tanding. Terlihat sekali bila mereka ingin menyalurkan imajinasi mereka dalam kualitas terbaik lewat medium poster.

Sejak 1932, delapan tahun setelah kematian Lenin, Stalin mengeluarkan dekrit sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Rusia. Dia mengatakan satu-satunya aliran seni yang diakui negara adalah realisme sosialis.
Sesuai kredo aliran realisme sosialis, pekerja seni wajib menggambarkan kehidupan Uni Soviet secara “realistis”, sesuai nilai-nilai komunis. Perintah Stalin tersebut menandai akhir dari kreativitas para pembuat poster film yang sebelumnya berkarya sesuai mazhab aliran seni masing-masing. Untunglah, hingga saat ini, imajinasi, inspirasi, serta kreativitas yang ada dalam poster film buatan era awal kebangkitan Uni Soviet masih bisa kita nikmati. Semangat berkesenian yang menyala-nyala itu masih belum bisa tertandingi dan tak terkubur oleh cengkeraman rezim tangan besi.
Buku ‘Film Posters of the Russian Avant-Garde’ diterbitkan oleh Taschen.
More
From VICE
-

Screenshot: The Pokémon Company -

Rodney Dangerfield (Photo by Allan Tannenbaum/IMAGES/Getty Images) -

Photo credit: Julia Milona Halewicz -

Screenshot: Team Cherry
