Karya Fotografer Yunani Ini Menyerupai Lukisan Lanskap Mengagumkan
Fotografi

Karya Fotografer Yunani Ini Menyerupai Lukisan Lanskap Mengagumkan

Petros Koublis mengusung pendekatan aliran seni impressionis pada kameranya.
28.2.17

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

Petros Koublis telah menghabiskan 17 tahun hidupnya menggunakan kamera Pentax K 1, mengabadikan arsitektur pedesaan Yunani yang indah. Dalam karya-karyanya, dunia terlihat diam—angin kencang seakan-akan membeku seiring mereka melintasi ladang gandum keemasan, tetesan hujan tertangkap sedang mencium ujung permukaan kolam, dan binatang tertangkap kamera dalam keheningan tanpa sadar. Foto-foto karya Koublis berhasil membawa masyarakat keluar dari kesibukan kota metropolitan Yunani, Athena yang terletak hanya beberapa jam dari lokasi.

Iklan

Menurut Koublis, sebuah lanskap adalah kondisi tidak terbatas. "Lanskap tidaklah sekedar area di depan mata yang nampak, namun juga mencakup jarak yang tidak terbatas dan batas dari persepsi manusia." Mengusung definisi yang mengingatkan kita akan torehan kanvas oleh seniman seperti Alfred Sisely, Edgar Degas dan Claude Monet di era Impressionisme di abad 19, tidak heran bila  motif genre tersebut bisa ditemukan dalam karya Koublis.

Seperti lukisan lanskap Sisley dan Degas, karya Koublis cenderung menunjukkan kebebasan alam terbuka, membiarkan imejnya menjadi satu dengan alam sekitar. "Karya saya berfokus di alam terbuka karena di situlah saya suka menghabiskan waktu. Saya menghabiskan masa kecil saya di luar, mengamati kodok, siput, serangga dan laba-laba," jelas fotografer tersebut.

Melalui hubungannya yang erat dengan alam terbuka, Koublis mempersembahkan caranya melihat dunia dan sebagai konsekuensi menciptakan lanskap psikologis di mana emosi dan subyektifitas bercengkrama sebagai bentuk eskapisme yang hakiki. "Saya mengabadikan jejak subtil yang ditinggalkan dunia di panca indera manusia dan kemudian diproses lewat perasaan, bukan pikiran. Imej saya tidak menyediakan bukti. Karya saya adalah obyek peraga panca indera yang menunjukkan saya tidak peduli bagaimana dunia ini terlihat, tapi lebih ke perasaan yang ditimbulkan."

Satu aspek kemiripan karya Koublis dengan aliran seni impressionisme adalah bagaimana dia berhasil menangkap pencahayaan lewat foto-fotonya. Melalui sorotan sinar matahari yang memotong permukaan fotonya, Koublis membebaskan obyek fotonya dari batas-batas komposisi.

"Di foto-foto saya, kontemplasi tentang persepsi menjadi lebih penting dari subyeknya sendiri," kata Koublis. "Ini adalah transisi dari realisme ke impressionisme."

Kalian bisa menemukan lebih banyak karya-karya fotografi Petros Koublis di sini.