FYI.

This story is over 5 years old.

Berita

Serangan Air Keras Adalah Teror Kesekian Kalinya Dialami Novel Baswedan, Penyidik Jagoan KPK

Dia dua kali ditabrak mobil. Saat penyidik senior KPK itu disiram air keras sesudah menjalankan ibadah salat subuh, Presiden Jokowi hingga penggguna Internet serempak membela.

Novel Baswedan, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, diserang menggunakan cairan diduga kuat air keras (HCL) oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor. Insiden itu dilakukan saat Novel kembali sepulang menunaikan ibadah salat subuh di Masjid Jami Al Ihsan, yang cuma berjarak 30 meter dari kediamannya di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Motor pelaku membuntuti Novel dengan kecepatan pelan. Ketika Novel sudah hampir mencapai pagar rumah pukul 05.10 waktu setempat, penumpang di belakang motor menumpahkan cairan dari cangkir ke arah Novel. Cairan itu membuat wajah dan mata kiri Novel terluka. Kondisi Novel kini dilaporkan sedikit membaik, namun dia masih harus dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta Utara. Karena matanya terganggu akibat cairan asam itu, Novel akan segera dipindah ke Jakarta Eye Center untuk perawatan lebih lanjut. Setelah kabar serangan ini menyeruak di media massa, Ketua KPK Agus Raharjo segera menjenguk anak buahnya itu di RS. Dia menyatakan pengamanan setiap penyidik KPK akan ditingkatkan, mengingat risiko mereka sangat besar dalam menghadapi pihak-pihak yang terlibat kasus korupsi. "Selama ini ada prosedur keamanan di internal KPK, tapi akan kami perkuat lagi," kata Agus seperti dilansir kompas.com.

Iklan

Spekulasi segera berkembang di publik, mengingat serangan ini dilakukan hanya berselang sekian jam dari permintaan resmi KPK mencegah Ketua DPR Setya Novanto bepergian ke luar negeri. Novel adalah ketua satuan tugas yang memimpin penyidikan mengenai skandal megakorupsi Kartu Tanda Penduduk Elektronik. Sidang sejak awal Maret lalu menyeret banyak politikus tenar di Indonesia. Selain Ketua DPR, nama-nama seperti Ganjar Pranowo, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, hingga Bambang Soesatyo disebut-sebut oleh para terdakwa. Jaksa menyatakan temuan awal menunjukkan negara rugi hingga Rp2 triliun.

Presiden Joko Widodo mengecam keras serangan yang dilakukan terhadap penegak hukum ini. "[Serangan] itu tindakan brutal yang saya mengutuk keras," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/4). Presiden memerintahkan Kapolri bertindak cepat mengungkap kasus ini lalu menangkap pelakunya. Tim khusus telah dibentuk kepolisian dalam rangka menangkap pelaku serta mengungkap motif serangan tersebut.

Pengguna Internet beramai-ramai memberi dukungan bagi Novel Baswedan melalui tagar #temaniNovelBaswedan. Akun-akun dari PP Muhammadiyah, Perempuan Indonesia Antikorupsi, serta Indonesia Corruption Watch, menyerukan aksi dukungan moral bagi para penyidik KPK agar aman dari ancaman saat menyelidiki kasus korupsi.

Sadar dirinya rentan dikaitkan dengan kasus ini, Setya Novanto segera membuat pernyataan tertulis yang menegaskan dukungan pada KPK. Setya, sosok yang sebelumnya pernah terlilit kasus dugaan suap divestasi Freeport McMoran, meyakini Novel adalah penyidik berintegritas yang akhirnya diserang karena sudah menjalankan tugas dengan baik. "Saya yakin dan percaya, saudara Novel Baswedan adalah figur yang kuat dan penuh dedikasi. Kejadian ini tidak akan mengendurkan sedikitpun langkah beliau dalam menjalankan tugas-tugasnya," kata Setya.

Iklan

Status Novel sebagai kemenakan Anies Baswedan, Calon Gubernur Nomor Urut tiga dalam kontestasi Pilkada DKI, turut menambah panas suasana. Anies menyatakan keluarga Baswedan tidak gentar atas teror ini. "Kami sekeluarga mendukung [Novel]. Kami sekeluarga tahu bahwa Novel ini tangguh, kuat, dan akan melewati ini dengan baik," kata Anies selepas menjenguk Novel.

KPK adalah institusi yang paling memperoleh persepsi positif di mata publik Indonesia kendati baru resmi terbentuk 11 tahun lalu. Lembaga antirasuah ini dianggap bekerja profesional, menyeret berbagai tokoh nasional yang korup masuk bui—termasuk Ketua Mahkamah Konstitusi dan beberapa menteri—serta berhasil menyelamatkan uang negara hingga Rp249 triliun. Novel adalah salah satu penyidik paling menonjol. Hal ini sebetulnya anomali, mengingat identitas penyidik KPK selama ini cenderung disamarkan.

Novel mulai dikenal publik setelah memimpin tim yang berhasil mencokok Deputi Gubernur Bank Indonesia Miranda Goeltom atas skandal suap pemilihan kepala bank sentral pada 2004. Sosok Novel kembali jadi sorotan karena memimpin penyelidikan yang kemudian menyeret mantan atasannya, Irjen Djoko Susilo, dalam kasus korupsi pengadaan simulator ujian SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Kasus melibatkan polisi ini yang membuat Novel menjadi tokoh skala nasional, walau posisinya 'cuma' penyidik. Saat itu Novel ditangkap polisi atas dugaan mengada-ada, membuat publik Indonesia bersatu mendukungnya.

Serangan air keras ini menjadi teror kesekian kalinya dialami Novel. Pada Juni 2012, saat menangani penyelidikan korupsi Amran Batalipu selaku Bupati Buol, sepeda motor yang dikendarai Novel ditabrak mobil.

Pertengahan 2016, Novel kembali ditabrak mobil saat dirinya akan berangkat ke kantor. Novel terlempar dari motornya. Beruntung dia tidak mengalami luka parah. Saat itu pelaku serangan tidak terungkap.