Makanan

Dukung Demonstran Hong Kong, Kedai Es Krim Sediakan Gelato Rasa Gas Air Mata

Sensasinya seperti terkena gas air mata saat makan es gelato lada panggang.
19.5.20
ilustrasi es krim green tea
Ilustrasi: Jason Bagley

Intensitas unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong semakin berkurang belakangan ini, dan alasannya apalagi kalau bukan karena pandemi corona. Namun, sejumlah demonstran menyerbu pusat perbelanjaan pekan lalu. Tindakan ini dipicu oleh penangkapan 15 aktivis ternama yang dituduh memobilisasi tiga aksi protes besar-besaran musim gugur lalu.

Meski ketegangan sudah berkurang, penjual es krim ini tetap menyatakan dukungannya kepada demonstran Hong Kong. Dia ingin rakyat mengingat semua yang telah diperjuangkan selama satu tahun terakhir. Lelaki 31 tahun itu menjual es krim rasa gas air mata. Dia meminta namanya dirahasiakan karena khawatir dirisak pemerintah pro-Beijing.

Iklan

“Kami ingin menciptakan rasa yang mengingatkan pembeli bahwa perjuangan belum berakhir dan dapat membangkitkan semangat mereka,” katanya kepada Associated Press. Rasa ‘gas air mata’ berasal dari lada yang dipanggang dan kemudian diubah menjadi gelato.

Pemilik kedai bereksperimen dengan wasabi dan mustard sebelum akhirnya menemukan resep ini. Menurutnya, lada memberikan sensasi yang mirip seperti ditembak senjata kimia.

“Rasanya sangat menyengat kayak gas air mata. Awalnya bikin sulit bernapas, membuat saya ingin minum air banyak-banyak,” ujar Anita Wong yang pernah ikut demo dan disemprot gas air mata. “Saya jadi ingat betapa sakit rasanya. Saya tidak boleh melupakan itu.”

Sensasi itulah yang ingin diciptakan kedai es krim tersebut. Satu scoop-nya seharga $5 atau setara Rp74 ribu. Sebelum pandemi menyerang, mereka bisa menjual 20-30 scoop setiap hari.

Dalam wawancara New York Times, pemilik mengatakan mulai membuat es krim ‘gas air mata’ secara terbatas. Pada saat itu, dia berjanji akan terus menjual es krim ini selama polisi masih terus menembakkan gas air mata ke arah demonstran.

Walaupun berada di pusat perbelanjaan New Territories, kedai es krim itu menjamin keamanan bagi para demonstran. Mereka juga memberikan es krim secara cuma-cuma. Dindingnya penuh tempelan kertas Post-It yang berisikan pesan pro-demokrasi. Kedai tersebut juga memajang boneka Winnie the Pooh raksasa untuk menyindir presiden Tiongkok Xi Jinping.

Pemilik kedai pernah mempertimbangkan untuk memberi masker gas dengan es krimnya. “Saya memiliki lisensi dan memberikan hadiah jika saya mau,” tuturnya. “Saya tidak melanggar hukum apa pun.”

Untuk saat ini, menjual es krim ‘gas air mata’ juga sudah membuatnya puas. Yang terpenting, para aktivis pro-demokrasi tidak pernah menyerah memperjuangkan kebebasan.

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES