Menjajal Makanan Pesawat Konon Paling Tidak Enak Sedunia: Burger Maskapai Korut
Korea Utara

Menjajal Makanan Pesawat Konon Paling Tidak Enak Sedunia: Burger Maskapai Korut

Burger satu-satunya makanan berat Air Koryo dalam penerbangan dari-menuju Pyongyang. Rasa burger ini hambar, dagingnya ga jelas, tapi justru jadi populer saking tidak enaknya.
28.11.17

Artikel ini pertama kali tayang di MUNCHIES.

*Koresponden MUNCHIES Cina Jamie Fullerton baru-baru ini melancong ke Pyongyang, Ibu Kota Republik Rakyat Demokratik Korea alias Korea Utara. Selama di sana, Fullerton mendapatkan kesempatan langka mencicipi tradisi kuliner Korea Utara. Ini adalah bagian pertama dari seri tulisan yang terdiri dari tiga bagian.

Bagi banyak orang, melancong ke Korea Utara adalah pariwasta paling ekstrem yang pernah ada. Mereka melancong ke negeri paling tertutup, lalu bakal mendapatkan kesempatan—meski sekejap—menyaksikan bagaimana penduduk Korea Utara hidup di bawah kediktaktoran Dinasti Kim. Diperkirakan setiap tahun ada 5.000 orang turis asing mengunjungi Korea Utara. Turis-turis ini akan dipandu mengikuti serangkaian kunjungan yang secara ketat diatur pemerintah Korut. jadi jangan merasa aneh, jika tempat wisata yang dikunjungi wisatawan sebetulnya lokasi yang disetujui oleh pemerintah. Dampaknya, banyak turis yang awalnya datang untuk memuaskan rasa penasaran soal kehidupan di korut, pulang membawa lebih banyak pertanyaan di benak mereka. Seperti 4.999 orang lainnya, saya juga menyimpan pertanyaan saat terbang ke ibukota Korea Utara bulan lalu. Tapi, setidaknya, salah satu pertanyaan saya tentang Korea Utara terjawab selama saya berada dalam pesawat Air Koryo, maskapai penerbangan nasional Korea Utara.

Inilah Koryo burger yang terkenal itu.

Koryo Burger adalah satu-satunya makanan berat yang disajikan selamaa penerbangan Air Koryo, telah banyak dibicarakan justru karena rasanya yang tidak dan asal-usul dagingnya yang misterius. Burger yang berwarna krem kecoklatan ini malah jadi salah satu penyebah di balik penobabayan Air Koryo sebagai maskapai penerbangan terburuk di dunia dalam situs review Skytrax. Kendati demikian, penilaian para penumpang yang pernah merasakan terbang dengan maskapai itu sebenarnya tak buruk-buruk amat. Sebagai seorang maniak fast food, saya tergerak untuk merasakan sendiri kedahsyatan—atau mengacu pada review-review yang saya baca, rasa hambar luar biasa—Koryo Burger.

Saya membaca banyak sekali review Koryo Burger sebelum terbang ke Pyongyang. Maka, saya tak sabaran menyambar penganan itu saat pramugari menawarkannya. Salah satu review Koryo Burger yang lumayan baik—yang masuk kompilasi kumpulan komentar tentang Koryo Burger di MUNCHIES in September 2015, mendeskripsikan bahwa burger resmi Air Koryo memiliki sepotong “daging misterius” dan menurut salah satu orang pemberi review “rasanya enggak terlalu enak sampai saya tak menghabiskannya.” Dalam sebuah postingan Facebook, Jim Frisk lebih berani lagi. Lelaki ini menyebut Koryo Burger sebagai “makanan terburuk yang pernah saya makan seumur hidup.” Seperti Jim, saya juga tak bisa menghabiskan sebuah Koryo Buger—tapi bukan karena rasanya yang buruk melainkan karena kehambarannya. Daging dalam Koryo Buger kebangetan hambarnya dan seperti yang digembar-gemborkan, daging ini tak jelas jenisnua. Saya cuma berani menduga kalau daging ini masuk katagori “Ayam.” Tapi enggak tahu deh, saya juga kurang yakin.

Beberapa potongan kubis ungu, sepotong roti yang basi dan keju olehan tak bsia menyembunyikan kehambaran daging misterius itu. Daging bukan satu-satunya yang misterius dari Koryo Burger. Jika daging itu ditekan, muncul saus berwarna merah yang jauh lebih misterius. Untungnya tekstur saus itu sangat cair jadi tak mirip dengan darah. Kemisteriusan daging dan saus ini makin parah lantaran saya menyantap Koryo Burger sambil menonton film propaganda bertema perang di layar TV. Koryo Burger disajikan dingin. Akibatnya mulut kita yang barangkali lebih terbiasa menyantap Big Mac hangat jadi kurang ikhlas menelean burger ini.

Sekedar mengingatkan, Korea Utara bertumpu pada dua pilar utama: kimchi dan mi. Tanpa riwayat burger yang kuat dalam khasanah kuliner Korea Utara, harusnya kita tak memasang harapan tinggi terhadap Koryoo Burger. Burger sendiri sebenarnya sudah dijajakan di Pyongyang sejak 2009 ketika Samtaeseong, restoran yang dimodali oleh pengusaha Singapura, pertama kali menjualnya. “Ada banyak tempat yang menjual burger di Korea Utara dan rasanya enak-enak saja,” ujar Simon Cockerell, general manager Koryo Tours, perusahaan yang memungkinkan saya akhirnya jalan-jalan ke Korea Utara. “Jaringan restoran yang dimodali Singapura ini punya beberapa outlet yang mirip McDonald,” imbuh Cockerell. “Bedanya, makanannya belum siap ketika kamu masuk outletnya. Kamu harus duduk dan menunggu selama 15 menit. Ada rak makanan siap saji di outlet-outlet ini tapi tak ada apa-apa di dalamnya. Mereka tak selalu kedatangan pembeli jadi mereka tak harus masak terus menerus masak dan berharap ada pembeli dalam setengah jam.”

Cockerell, yang sudah lebih dari 200 kali terbang dengan Air Koryo, sepakat dengan penilaian akhir saya terhadap Koryo Burger: kami pikir laporan-laporan yang mengatakan burger ini buruk lebay. “Kalau kamu seorang penduduk dunia yang suka bepergian, maka makanan yang paling buruk yang pernah kamu cicipi seharusnya makanan yang benar-benar menjijikan,” katanya. “Hidupmu kurang berwarna kalau kamu bilang sepotong roti dan daging hambar adalah makanan terburuk yang pernah kamu makan.”

Sebelum terbang, Cockerell mengingatkan saya bahwa ada opsi burger vegetarian yang bisa saya pilih. Cara mendapatkannya adalah “tidak memesan burger.” Mungkin, dia mencoba dengan sangat halus agar saya tak memilih burger. Ternyata opsi itu benar-benar ada. Seorang penumpang di sebelah saya meminta burger vegetarian, lalu oleh pramugari diberi Koryo Burger tanpa daging misterius tadi, plus ditambahi beberapa potongan tomat.

Manapun pilihanmu, burger biasa ataupun “veggie”, penerbangan dari Beijing dan Pyongyang makan waktu tak lebih dari dua jam. Jadi, rasa hambar Koryo Buger harusnya tak jadi masalah besar. Makan Koryo Burger harusnya milestone yang wajib kita lewati kalau melancong ke Korut. Malah, makan burger hambar ini adalah satu-satunya kebebasan kita—ingat kita masih bisa milih original atau “veggie”—yang kita nikmati selama melancong ke Korut—setidaknya menurut beberapa pengkritik pelaksaan tur Korea Utara. (Tenang, setelah berada seminggu di Korut dan mengalami beragama kejadian aneh. Saya bisa pastikan mereka salah)

Dari semua komentar tentang Koryo Burger yang saya, review milik Ian Bell, seorang pengguna Facebook, rasanya paling tepat menggambarkan sensasi makan Koryo Burger. “Rasa burgernya memang aneh dan dingin, tapi melihat bagaimana orang Korut tertarik meniru resep burger sebetulnya hal yang saya menarik,” tulisanya. “Satu-satunya yang saya keluhkan selama penerbangan adalah kami duduk di dekat pria mabuk yang terus tertidur di bahu ayah saya.”

Follow Jamie Fullerton di Twitter.