Alasan Truk Pemadam Kebakaran di Seluruh Dunia Terus Pakai Warna Merah
A 1940s CFA fire engine. Photo of a photo at the Fire Services Museum of Victoria
Let Me Google That For You

Alasan Truk Pemadam Kebakaran di Seluruh Dunia Terus Pakai Warna Merah

Masalahnya, warna merah malah membuat truk pemadam berpeluang tiga kali lebih besar terlibat kecelakaan lalu lintas.

Artikel ini adalah seri baru dari VICE Australia, 'Let Me Google That For You', yang berusaha memberi pembaca jawaban pertanyaan keseharian paling sering dicari pengguna Internet lewat Google.

Setiap kita membicarakan truk pemadam kebakaran, warna merah segera terlintas di kepala. Faktanya, nyaris setiap negara di dunia memiliki truk pemadam berwarna merah. Sebagian dari kita mungkin menganggap warna merah itu adalah perlambang dari api. Ada juga yang bilang, warna merah mencolok secara psikologis diperlukan, agar truk tersebut bisa mendapat prioritas di jalan raya oleh pengendara lainnya.

Iklan

Lucunya, kalau memang tujuan warna merah tadi adalah membuat truk damkar mencolok dan jadi perhatian orang, hasil penelitian menunjukkan dampak berbeda. Studi pada 1995 menyatakan warna merah dari truk damkar membuat kendaraan tersebut berpeluang tiga kali lebih besar terlibat kecelakaan lalu lintas, dibanding kendaraan berwarna hijau atau kuning.

Hasil penelitian tersebut mengubah kebijakan sebagian negara bagian di Amerika Serikat dan Eropa. Di sebagian negara tadi, truk damkar ada yang berwarna pink, ungu, atau malah hijau. Sebaliknya, di Indonesia, semua truk damkar masih mempertahankan warna merah. Tentunya, kebijakan ini memicu pertanyaan menarik yang tak ada salahnya kita cari penyebabnya. Kenapa sih sampai sekarang unit damkar masih mempertahankan warna merah untuk kendaraan pemadam api?

Di negara-negara Barat, dulunya truk pemadam ditarik kuda. Ini contoh truk damkar dari 1891.

Unit pemadam kebakaran, baik itu kereta kuda maupun sekarang truk, terus mengadopsi warna merah karena warisan sejarah. Warna merah menyala itu dipakai oleh sosok pencetus unit damkar, Richard Newsham, asal Inggris. Lelaki itulah yang pada 1721 membentuk unit khusus pemadam kebakaran. Mesin pemadam Newsham dapat menyiramkan air sebanyak 380 liter dalam waktu semenit. Mesin ini segera diadopsi berbagai negara untuk menanggulangi si jago merah. Dari berbagai sumber arsip sejarah, tidak jelas juga kenapa Newsham dulu memilih warna merah untuk mesin pemadam apinya. Setidaknya semua pihak sepakat, dialah yang pertama kali membuat merah identik dengan unit damkar.

Iklan

Untuk kasus Indonesia, unit damkar meneruskan satuan pemadam Brandweer sejak era kolonial Hindia Belanda. Jika menilik situs damkar, warna merah dipertahankan untuk cat bodi truk karena melambangkan keberanian (walaupun seragam petugas damkar di Indonesia warnanya biru dongker). Alasan tiap negara berbeda-beda soal pilihan mempertahankan warna merah sejak dulu buat unik damkar. Untuk kasus Australia misalnya, alasan memakai warna cat merah dilandasi motif ekonomi. Seperti banyak negara lainnya, damkar Australia awalnya bukan instansi pemerintah. Anggotanya adalah karyawan perusahaan asuransi serta sukarelawan. Ketika diambil alih pemerintah Australia pada 1890'an, pemerintah meneruskan pemakaian seragam dan cat merah karena ongkosnya murah.

“Warna merah itu paling mudah didapat pada masa tersebut," kata David Russell, kurator Museum Pemadam Kebakaran Victoria di Australia. “Karena dari awal tujuannya menghemat ongkos penyediaan sarana prasarana, jangan kaget kalau dulu pintu kantor damkar warnanya hijau, karena kita dapat hibah dari perusahaan trem yang warnanya hijau. Intinya, cat merah lebih mudah didapat pada masa tersebut. Itu saja alasan utamanya."

Oke, dari sisi sejarah, kita bisa paham kenapa mobil-mobil damkar warnanya merah. Tapi penjelasan di atas tidak memuaskan untuk menjawab satu pertanyaan ini: kenapa sampai sekarang warnanya masih merah? Seorang petugas damkar di Negara Bagian Victoria, bernama Bruce, punya penjelasan sendiri. Merah dianggap warna yang jantan, menggambarkan pekerjaan damkar. Makanya publik maupun anggota korps pemadam kebakaran tetap mempertahankan warna tersebut. "Saya sih lebih suka kalau warna truk dan seragam kami jadi hijau muda, tapi kayaknya saya doang yang mau warnanya diganti."

Iklan

Penelitian lain dari Dinas Pemadam Kebakaran New South Wales pada 2003 menunjukkan, warna merah memang tidak ngefek banyak ke perhatian pengguna jalan. Kalau harapannya adalah dikasih jalan saat situasi darurat, lampu dan sirine meraung lebih menarik parhatian daripada warna bodi truk.

Truk damkar di Australia, tepatnya dari pos di Kota Melbourne.

“Dulu warna mungkin berpengaruh, karena kendaraan damkar melewati jalan memakai lonceng," kata Bryan Robertson, Wakil Presiden Yayasan Pengelola Museum Pemadam Kebakaran Victoria. "Sementara sekarang sudah ada alarm. Suaranya khas banget, beda dari katakanlah bunyi ambulans. Jadi di jalan raya, alih-alih warna mobil kami, orang akan langsung sadar ada kebakaran hanya dengan mendengar sirinenya."

Intinya, mendengar berbagai pemaparan di atas, alasan truk pemadam kebakaran sampai sekarang tetap merah betul-betul atas alasan kebiasaan aja. Kita tidak bisa lagi menganggap warna merah bisa membuat penampilan truk mencolok atau membantu kerja para petugas. Tak mengapa lah. Toh selama sirene dan lampu di atas mobil masih bisa menarik perhatian, orang-orang akan ngasih jalan. Tapi dengan begini, kami mau bilang damkar di berbagai negara jangan ragu juga mencoba warna lain untuk kendaraannya. Masa merah melulu selama tiga abad lebih?!

Follow Sam yang sering membahas trivia seperti ini di Twitter