Musik

Grant Hart, Drummer dan Penulis Lagu Hüsker Dü Meninggal di Umur 56

Drummer yang banyak berkontribusi mewarnai skena hardcore-punk
15.9.17
akreditasi foto: Martyn Goodacre / Getty Images

Artikel ini pertama kali tayang di Noisey

Grant Hart, drummer, penulis lagu, dan vokalis yang dikenal lewat trio post-hardcore legendaris dari Minnesota, Hüsker Dü baru saja meninggal dunia di umur 56 tahun. Berita ini awalnya dilaporkan oleh Variety sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh rekan band Hart di Hüsker Dü, Bob Mould. Kabarnya Hart telah didiagnosa menderita kanker.

"Berita kematian Grant tidak mengherankan buat saya," jelas Mould di Facebook. "Belasungkawa yang sedalam-dalamnya saya ucapkan untuk keluarga, teman, dan penggemar Grant di seluruh dunia. Grant Hart adalah seniman visual bertalenta, pendongeng yang berbakat, dan musisi yang luar biasa. Semua orang yang pernah disentuh oleh jiwanya tidak akan pernah lupa. Selamat tinggal Grant. Saya kangen. Pergilah bersama malaikat."

Iklan

Gaya drumming Hart yang khas, gugup dan banyak menggunakan snare melambangkan elemen kecemasan dalam sound Hüsker Dü seiring mereka melonjak dari band lokal di St Paul menjadi ikon musik underground di pertengahan 1980-an. Sebagai seorang penulis lagu yang lihai, dia menulis tembang akustik melankolis " Never Talking to You Again" dan juga power-pop ngebut di salah satu hit terbesar Hüsker Dü, "Don't Want to Know If You Are Lonely." Sebagai seorang penyanyi, suaranya yang bening dan jelas merupakan kontras dari suara Mould yang lebih kasar.

Hart dilahirkan di St Paul pada 1961 sebagai anak bungsu dari lima bersaudara di keluarga yang dia sebut sebagai "tipikal keluarga disfungsional AS." Ketika Hart berumur sepuluh tahun, kakak lelakinya meninggal akibat menyetir ketika mabuk, dan akibatnya Hart mendapatkan drum kit dan koleksi musik almarhum kakaknya. Dia sempat bermain di band-band garage dan band kondangan sepanjang SMA sambil mengedarkan ganja sebagai kerjaan sampingan. Dia bertemu Mould di Cheapo Records pada 1979, dan tidak lama kemudian, keduanya mulai bermain musik bersama. Bersama basis Greg Pine, Hüsker Dü—bahasa Swedia untuk "Apakah kamu masih ingat?"—memainkan gig pertama mereka di Minneapolis di tahun yang sama.

Biarpun tidak ingin disamakan dengan band-band hardcore yang mendominasi kancah musik punk di saat itu, album debut Hüsker Dü di 1982 Land Speed Record, merupakan album live ngebut yang thrashy, berisikan 11 track dengan total durasi 16 menit. Album studio pertama mereka, Everything Falls Apart (1983) mempertahankan semangat hardcore yang serupa.

Iklan

Metal Circus EP, dirilis di tahun yang sama, merupakan rilisan pertama mereka dengan label hardcore ikonik milik Greg Ginn, SST—rumah bagi Black Flag, Minor Threat, dan Minutemen. Di situ, Hüsker Dü mulai bereksperimen dengan melodi distorsi dan sensibilitas pop yang nantinya menjadi ciri khas mereka. Hart juga mulai menemukan jati diri sebagai seorang penulis lagu dan vokalis, menyumbang lagu-lagu catchy seperti "It's Not Funny Anymore" dan "Diane." Biarpun sisa lagu di EP tersebut ditulis dan dinyanyikan oleh Mould dan berfokus kepada katarsis, lagu-lagu ciptaan Hart lah yang mengarahkan energi melimpah Hüsker Dü menuju melodi manis.

"Hüsker Dü bisa mengimbangi energi hardcore gila-gilaan Minor Threat dan Black Flag dari sisi entusiasme kolektif," tulis Robert Christgau [a1] di sebuah resensi rilisan ini, "bedanya EP ini menerjemahkan jiwa mereka ke dalam lagu."

Loncatan EP ini menuju album Zen Arcade (1984) sangatlah luar biasa. Zen Arcade adalah album dobel berisikan 24 lagu, kebanyakan direkam sekali jalan, berisikan tembang noise-pop, menggambarkan sebuah band dengan ambisi musik yang tinggi. "Kami berusaha melakukan sesuatu yang lebih besar dari rock and roll," jelas Mould ke Steve Albini di Matter Magazine terbitan 1983. "Saya tidak tahu bentuknya seperti apa nanti, kami masih mencari-cari, tapi pastinya akan melampaui ide 'punk rock' atau apapun itu." Kurang lebih seperti itulah Zen Arcade.

Iklan

Seiring Mould mulai menyelami sisi pop-rock band seperti lagu-lagu yang ditulis Hart di masa awal, Hart pun mulai bersinar di Zen Arcade. " What's Going On" merupakan tembang perkelahian bersuara serak yang ditemani oleh dentingan piano dan permainan gitar yang berantakan. " Standing By The Sea" silih berganti antara note bass yang discordant dengan teriakan vokal paling liar Hüsker Dü. " Pink Turns to Blue" merupakan cerita aneh tentang kisah adiksi dan kematian yang ditemani oleh melodi menghantui. Di Zen Arcade, Hart menunjukkan bahwa dia bisa menulis lagu seperti apapun.

Sesuai permintaan salah satu pemilik SST, Joe Carducci, Hüsker Dü merilis satu album lagi, judulnya New Day Rising yang keluar enam bulan kemudian. Bukannya terdengar kelelahan, mereka justru terdengar penuh energi. Lebih terkomposisi dibanding Zen Arcade, New Day Rising merupakan titik tengah Hüsker Dü yang sempurna antara melodi pop dan sensibilitas punk. Album ini juga menjadi saksi bukti lagu terbaik Hart, " Books About UFO's," sebuah lagu rock 'n' roll liar yang tetap terasa ceria di balik semua fuzz gitar. Di album Flip Your Wig (1986), Hart terdengar seperti sedang meniru Elvis Costello, lagunya " Green Eyes" terdengar seperti tembang radio kuno (yang dimainkan di dalam garasi rumah).

Di Candy Apple Grey (1986), Hüsker Dü mulai menyelami batin mereka sendiri, menulis album berisikan 10 lagu yang menceritakan kegalauan dan titik-titik rendah batin. Tembang balada piano putus asa Hart, " No Promise Have I Made," merupakan teritori baru bagi band, dan terdengar sangat mentah dan jujur. "Grant Hart putus dari orang yang sangat dia cinta, Bob Mould terjebak narkoba, dan bersama mereka menjual diri ke major label yang jahat dan merilis album paling menyedihkan sepanjang karir mereka," tulis Robert Christgau.

Ini merupakan kesempatan pertama mereka untuk mengetes pasar arus utama. Candy Apple Grey merupakan album pertama Hüsker Dü untuk Warner Bros dan sempat mendapatkan slot di MTV. Namun tetap saja, album ini hanya bertengger diposisi 140 di chart Billboard. Periode ini juga menjadi saksi perselisihan antara Hart dan Mould yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Hart terjebak kecanduan dengan heroin di sesi rekaman Candy Apple Grey dan sempat—biarpun ternyata tidak benar—didiagnosa positif HIV. Manajer setia Hüsker Dü, David Savoy bunuh diri sehari sebelum mereka pergi tur dalam rangka promosi album dobel Warehouse: Songs and Stories (1987). Akibatnya Mould mengambil alih tanggung jawab manajerial band. Diselubungi kematian, narkoba, dan dinamika baru, suasana Hüsker Dü semakin menegang.

Hart keluar dari Hüsker Dü pada 1987 setelah bermain di sebuah gig yang kacau balau di Colombia, Missouri. Dia meniti karir sebagai musisi solo tidak lama kemudian. 2541 EP dirilis di Januari 1988, diikuti oleh sebuah album penuh, Intolerance. Setelah bersih dari narkoba, Hart memulai sebuah band baru, Nova Mob, bareng drummer Michael Crego dan Tom Merkl. Hart bernyanyi dan bermain gitar di EP mereka, Admiral of the Sea, dan album The Last Days of Pompeii, keduanya dirilis di 1991.

Dia kembali melanjutkan karir solo di 1995 dan merilis Ecce Homo sebelum empat tahun kemudian menelurkan Good News for Modern Man. Dia merilis album dobel di 2013 bertajuk The Argument, yang dia sebut sebagai proyek musiknya paling ambisius semenjak Zen Arcade. Sebelum meninggal, dia sempat mengerjakan sebuah album konsep tentang the Unabomber.