Skandal Sepakbola

EA Sports Hapus Pesepakbola Legendaris Marco Van Basten dari 'FIFA 20' Usai Skandal Nazi

Sang ikon sepakbola Belanda dan bintang AC Milan kepergok mengucapkan 'Sieg Heil' saat siaran langsung di TV. Developer game sepakbola populer itu marah karenanya.
5.12.19
EA Sports Hapus Pesepakbola Legendaris Marco Van Basten dari 'FIFA 20' Usai Skandal Nazi
Kolase oleh VICE. Sumber foto kiri Joosep Martinson/ FIFA/FIFA via Getty Images. Sumber foto kanan via YouTube

Manajer sepakbola Marco van Basten (55) dapat ganjaran usai mengucapkan slogan Nazi “sieg heil” saat menjadi komentator pertandingan pada 23 November di stasiun televisi. Selain kena skors, mantan pemain Belanda ini juga dihapus dari game FIFA 20.

“Sieg heil” merupakan salam Nazi yang berarti kemenangan dalam bahasa Jerman. Meski sudah meminta maaf, Van Banten tetap harus menjalankan hukuman. Dia dilarang siaran selama satu minggu, dan Electronic Arts “menghapus” item ikonnya dari FIFA 20 “hingga pemberitahuan lebih lanjut”.

Karakter Van Basten tersedia dalam Ultimate Team Mode FIFA 20. Pada mode ini, pemain dapat membentuk tim beranggotakan para pesepakbola legendaris. Sebelum dihapus, Van Basten memiliki tiga ikon FIFA 20 sesuai periode kariernya dulu.

Pada Senin waktu setempat, YouTuber MattHDGamer mengunggah video yang menunjukkan pesan dari EA di layar Ultimate Team Mode FIFA 20. “Kami mengetahui komentar yang dibuat Marco van Basten belum lama ini,” bunyi pesannya. “Kami sangat menjunjung tinggi kesetaraan dan keberagaman di seluruh produk game EA. Oleh karena itu, kami akan mancabut item ikon Marco van Basten dari pack yang tersedia, SBC dan FUT Draft, hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

Juru bicara EA belum memberikan komentar dan mengklarifikasi alasannya menghapus Van Basten dari game. Tiga karakternya sudah hilang dari FIFA 20, tetapi pemain yang memiliki karakternya bisa terus memainkan dan menukarnya. Anehnya, harga Van Basten di pasar internasional FIFA 20 justru naik setelah dia diskors.

Van Basten baru bisa siaran kembali setelah 7 Desember, dan mengamalkan gajinya ke Netherlands Institute for War Documentation. Dia mengucapkan salam Nazi tak lama setelah para pesepakbola Belanda sepakat tidak bermain pada menit pertama sebagai kampanye menolak rasisme.

Artikel ini pertama kali tayang di Waypoint