Baca Manga Gratisan

Aksi Pembajak Manga Paling Kakap Sedunia Berakhir, Dicokok Polisi di Manila

Kalian suka baca manga versi scan ilegal di Internet? Hampir pasti scan-nya dipasok Mangamura. Aksi pemilik situs ini merugikan penerbit komik di Jepang sebesar Rp41 triliun.
11.7.19
mangamura Aksi Pembajak Manga Paling Kakap Sedunia Berakhir, Dicokok Polisi di Manila
Screenshot via YouTube 

Industri manga Jepang telah berjaya selama puluhan tahun. Serial manga klasik seperti Dragon Ball, Akira, Naruto, One Piece, hingga Ghost in the Shell, terus berhasil mempertahankan pengaruh, menghasilkan regenerasi penggemar baru di berbagai negara.

Di sisi lain, saking populernya manga, pasti ada saja orang yang membajaknya. Alasannya macam-macam. Mayoritas sih karena enggak sabar menunggu lanjutan ceritanya plus malas beli tiap jilid komiknya, apalagi kalau kamu pengin mengoleksi One Piece yang hampir pasti tembus 100 volume buku (mentalitas kayak gini selalu ada di manapun).

Iklan

Berkat perkembangan teknologi, digitalisasi komik membuat pembaca merasa pembajakan adalah solusi paling mudah. Terutama untuk mengikuti lanjutan cerita yang mereka sukai. Sedikit konteks, di Jepang nyaris semua manga mengalami serialisasi di majalah khusus komik macam Shonen JUMP, Big Comic, atau Ribon. Serial populer biasanya bab barunya rata-rata terbit tiga kali sebulan. Komik scan ilegal tentu membantu memuaskan para penggemar berat.

Tetapi praktik ini merugikan para komikus (disebut mangaka) dan indutri yang memproduksi manga-manga tersebut. Seringnya sih kebiasaan baca manga scan tidak berlanjut pada keinginan membeli komik fisik yang populer dengan sebutan tankobon. Berabe kan.

Nah, kalau kamu adalah pembaca setia manga scan ilegal, kemungkinan besar kamu tanpa sadar memakai jasa Romi Hoshino. Dia Salah seorang pembajak manga paling kakap sedunia. Dia ditangkap aparat saat mendarat di bandara internasional Manila, Filipina. Penangkapannya merupakan hasil kerja sama Kepolisian Filipina dan Jepang yang sudah memburunya sejak 2018.

Romi Hoshino, 27 tahun, adalah pengelola Mangamura, salah satu situs manga ilegal terbesar di dunia. Situs tersebut disebut-sebut sebagai pelanggar hak cipta paling top di Jepang, sehingga menyebabkan kerugian bagi industri penerbitan mencapai US$2.93 miliar (setara Rp 41,27 triliun), menurut Mainichi News.

Seratus juta pengunjung menelusuri sekitar 60.000 serial manga yang mereka scan setiap bulan, sejak September 2017 sampai Februari 2018.

Iklan

Persoalannya, industri manga juga masih mencari model bisnis yang tepat di era internet. Kebanyakan penerbit ingin pembaca tetap membeli komik fisik dan belum melirik potensi model langganan digital untuk konsumen internasional. Alhasil, Mangamura ditutup tahun lalu setelah pemerintah Jepang mendesak penyedia jasa layanan internet memblokirnya karena sudah melakukan pembajakan. Di Jepang, mengunduh komik hasil scan juga dapat dikriminalisasi.

Sebelum ditahan, Kedutaan Jepang meminta bantuan dari aparat polisi Filpina menangkap Hoshino. Penahanan Hoshino dilakukan atas koordinasi interpol cabang Tokyo. Belum jelas sejak kapan Hoshino rutin berkunjung ke Manila. Media juga masih mendapat informasi, dari mana dia bisa memperoleh akses scan manga resolusi tinggi untuk dibagikan pada khalayak ramai.

"Keberadaannya di Filipina dianggap membahayakan publik," demikian pernyataan Jaime Morente selaku Kepala Biro Imigrasi Filipina kepada kantor berita AFP.

Hoshino kini ditahan di sebuah kantor imigrasi dan akan segera dideportasi ke Jepang.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE Asia