Astrologi

Menurut Astrologi, Bulan Stroberi Membawa Keberuntungan

Saksikan bulan berwarna merah cerah. Menurut astrologi, ini fenomena positif.
19.6.19
strawberry-moon-youtube
Screenshot via YouTube

Bulan purnama keenam tahun ini, dikenal dengan nama Bulan Stroberi konon akan tampak kemerah-merahan malam ini–tetapi bukan hanya fenomena ini yang ditunggu-tunggu.

Menurut Sistem Penanggalan Petani, nama bulan purnama ini didapat dari tradisi penamaan Suku Indian Algonquin saat bertepatan dengan panen buah stroberi. Fenomena ini juga menandakan cuaca lebih hangat di belahan bumi utara dan cuaca lebih dingin di belahan bumi selatan. Bulan purnama ini juga dijuluki Bulan Mawar, Bulan Madu, dan Bulan Mead di negara-negara lain, terutama di Eropa.

Iklan

Ahli astrologi Monique Morales mengatakan bulan purnama ini jatuh pada periode Sagittarius dan akan membawa keberuntungan pada kita semua. Karena selaras dengan Jupiter, planet terkait dengan optimisme dan petualangan, artinya suasananya akan tambah positif. Tetapi kita harus tetap menjaga emosi masing-masing.

Menurut Morales, bulan purnama Sagittarius terkait dengan pemikiran lebih maju. “Kami berada di antara kenaikan surgawi dan kesalahpahaman, oleh karena itu kita benar-benar harus menjaga diri. Kita harus membuka diri dan mencari kebenaran lebih dalam,” katanya kepada VICE. “Bulan Stroberi juga berperilaku kejam terhadap Neptunus, yang diasosiasikan dengan ilusi dan khayalan. Jupiter, Saturnus, dan Pluto sudah berada dalam retrograde, dan Neptunus akan mengalami retrograde dalam beberapa hari. Merkurius akan mengalami retrograde dalam beberapa minggu. Bulan purnama ini merupakan peluang positif; sekarang waktunya melakukan meditasi.”

Namun, kenapa bulan bisa tampak merah? Orbit bulan mengelilingi bumi hampir sama dengan orbit bumi mengelilingi matahari. Dari sudut pandang kita, matahari, yang tampak pada posisi paling tinggi, akan muncul berlawanan dengan bulan, yang berada di titik paling rendah di langit. Posisi ini menimbulkan warna kemerah-merahan–artinya, bulan berubah menjadi merah karena alasan yang sama langit menjadi merah ketika matahari terbenam dan terbit. Bulan bersembunyi di balik bayangan Bumi ketika menghadapi matahari.

Bulan purnama akan terlihat selama tiga hari ke depan, tetapi Bulan Stroberi hanya akan terlihat sekilas: pada Senin sore, pukul 20:31 WIB pada 17 Juni, ketika warna merahnya paling jelas. Kamu juga bisa melihat fenomena astronomis lainnya: pada saat ini, Jupiter akan berada pada titik terdekat dengan bumi.

Artikel ini tayang pertama kali di VICE ASIA.