10 Pertanyaan Yang Ingin Kalian Ajukan Pada Orang Pernah Koma

Akibat serangan jantung, narasumber kami mengalami koma selama tiga minggu. Kayak gimana sih rasanya mati suri? Berikut hasil obrolan kami untuk pembaca sekalian.
7.2.18
Foto ilustrasi koma dari PhotoAlto / Alamy Stock Photo.

Bayangkan kamu tiba-tiba merasa tidak enak badan. Tidak terlalu parah sih, tetapi cukup mengkhawatirkan. Sudah beberapa hari berlalu dan rasa meriang tidak kunjung sembuh. Kamu akhirnya memutuskan untuk berobat ke rumah sakit. Pada saat kamu sedang periksa dokter, tidak disangka-sangka dokter mengatakan mereka harus membuatmu koma agar kamu bisa tetap bertahan hidup.

Kedengarannya seperti mimpi saat kamu sedang demam, namun itulah yang dialami oleh Lauren Banton Williams, seorang perempuan berusia 28 tahun. Sekitar satu tahun lalu ia mengalami serangan jantung yang disebut Fulminant Myocarditis, yang pada dasarnya merupakan pembengkakan jantung. Penyakit ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus dan kelainan autoimun. Karena penyakit ini, Lauren harus mengalami koma selama kurang dari tiga minggu. Pada saat ia sedang dalam keadaan koma, ia mengalami serangan jantung yang mengakibatkan jantungnya berhenti berdetak selama setengah jam. Meskipun dokter sempat mengatakan kemungkinan Lauren dapat bertahan hidup hanya 0,1 persen. Nyatanya ia bisa hidup sehat sampai sekarang.

Saya memutuskan mewawancarai Lauren untuk mengetahui apa saja yang dia rasakan saat koma dan apa perasaannya ketika menyadari kalau dia nyaris meninggal.

Lauren. Foto oleh penulis.

VICE: Halo Lauren, Kamu masih ingat enggak momen-momen selama koma?
Lauren Banton Williams: Yang saya ingat hanyalah saat dokter mengatakan kalau saya harus dibuat tidak sadarkan diri. Waktu itu dokter masih belum yakin seberapa lama saya akan koma. Mereka hanya memperkirakan sekitar dua minggu. Jujur saja saya tidak terima saat mendengar itu. Ulang tahun saya sudah dekat dan saya berencana untuk merayakannya! Lalu, saya kepikiran apakah akan melewatkan natal tahun itu. Saya pun menanyakannya kepada dokter mengenai hal itu. Lagi-lagi dokter mengatakan mereka tidak yakin. Mereka hanya bilang kalau koma adalah satu-satunya pilihan untuk bertahan hidup. Mendengar itu, saya semakin panik dan memberi tahu dokter kalau saya masih ingin hidup. Saya ingat sempat membatin “Saya pasti bisa bangun lagi” sebelum tidak sadarkan diri. Di situ saya sadar kalau saya mungkin saja tidak akan bangun lagi, tetapi membatin seperti itu seakan memberi sedikit harapan kalau saya bisa melalui ini.

Kamu merasakan sesuatu selama fase koma?
Saya tidak menyadari atau mendengar apa pun saat sedang koma. Rasanya, yah, seperti tidur berminggu-minggu saja. Namun, saya diberitahu kalau saya sempat mengangkat tangan dan mencoba menyentuh ventilator. Perawat menginstruksikan saya untuk menurunkan tangan dan saya melakukannya. Jadi, mungkin saja saya melakukan sesuatu tanpa sadar.

Jadi kamu tidak bermimpi atau mengingat apa gitu?
Ada sih yang saya ingat, tetapi saya tidak tahu “ingatan” itu mimpi atau bukan. Waktu itu saya sempat bermimpi kalau beberapa bagian tubuh saya terbuat dari kayu. Saya sedang menunggu giliran untuk dihidupkan oleh sebuah mesin berbentuk cakar. Di sana ada beberapa tubuh lain yang juga sedang menunggu gilirannya dan pintu mesin itu terbuka secara berkala. Saat saya sudah mendekati pintu mesin itu, saya merasa tubuh terdorong dan saya jatuh ke lapangan berlumpur. Mimpi yang sangat aneh.

Apakah kamu sadar kalau nyaris saja meninggal?
Saya mengalami serangan jantung tidak lama setelah saya tak sadarkan diri. Kebetulan ibu sedang menggenggam tangan saya saat itu dan dia yang pertama kali menyadari saat tubuh saya berubah dingin. Dia segera memberi tahu perawat sebelum mesin berbunyi. Saya sama sekali tidak sadar saat itu terjadi.

Apa yang kamu rasakan sesaat setelah siuman?
Ingatan saya memulih beberapa hari setelah bangun dari koma. Saya melihat saudara laki-laki menggenggam tangan saya. Saat itu saya tidak bisa berbicara karena ventilator membuat suara saya hilang. Saya ingat saya sempat merasa mengambang. Saya sama sekali tidak ingat kenapa saya bisa berada di rumah sakit, tetapi saya merasa sangat lega karena bisa melihat orang-orang yang saya cintai lagi. Saya sempat menangis saat itu.

"Setelah sadar, saya tidak berusaha menghubungi teman-teman sama sekali. Buka ponsel pun enggak. Saya bisa lebih baik mengatasi keadaan kalau tidak mengingat-ingat apa yang baru saya alami."

Apa yang kamu coba ketahui setelah bangkit dari koma?
Saya sangat terkejut ketika menanyakan saat itu tanggal berapa. Sekitar satu sampai dua minggu setelah siuman, saya tidak berusaha menghubungi teman-teman sama sekali. Memeriksa ponsel pun enggak. Saya merasa akan lebih baik mengatasi perasaan sehabis koma kalau saya tidak mengingat-ingat apa yang pernah terjadi. Saya merasa sedih setiap kali mengingat teman-teman saya menjalani hidupnya seperti biasa, sedangkan saya harus mengalami ini.

Apa kesalahpahaman terbesar tentang koma yang ternyata tidak benar dan sangat berbeda dari pengetahuan awam?
Banyak yang sering mengira kalau orang koma bisa mendengar atau merasakan sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Mungkin saya memang merasakan sesuatu secara tidak sadar, tetapi saya benar-benar merasa terpisah dari dunia nyata. Saya rasa orang awam juga perlu memahami kalau membuat orang bangun dari koma itu sangatlah sulit. Dokter harus melakukan berbagai cara yang rumit untuk melakukannya. Prosesnya pun tidak sebentar dan bisa membuat semua pihak merasa tertekan.


Baca juga artikel VICE saat mengulas pengalaman orang yang mati suri:

Apakah kamu merasa kepribadianmu banyak berubah setelah sadar dari koma?
Ya, tetapi sebenarnya lebih ke arah setelah mengetahui penyakit jantungku. Ada beberapa hal yang saya ubah. Sekarang saya lebih mementingkan kesehatan diri sendiri. Saya baru sadar sekarang kalau hidup kita sangatlah berharga dan tidak ingin menyia-nyiakan waktu lagi. Saya sudah jarang berpesta sekarang! Saya senang bisa tidur lebih cepat dan bangun lebih pagi. Saya juga tidak pernah bersikap “bodo amat” lagi.

Apakah pandanganmu terhadap hidup dan mati berubah setelah koma?
Bisa dibilang begitu. Saya lebih sering memikirkan hidup dan mati setelah sadar dari koma. Kedengarannya suram ya, tetapi saya tidak bisa menahannya. Kita semua pasti akan mati, dan mengalami koma menyadarkan saya akan hal itu. Saya sekarang lebih menghargai hidup. Saya harus berjuang keras untuk tetap hidup, dan sering kali saya merasakan sakit dan efek aneh dari dosis yang tinggi. Kondisi koma sangatlah menakutkan dan sering membuatmu merasa kesepian. Saya tidak mau orang lain mengalami hal yang serupa.

Apakah prioritas hidupmu berubah setelah sekarang kamu benar-benar pulih?
Pandangan dan prioritas hidup saya menjadi lebih jelas setelah mengalami koma. Sekarang saya lebih memahami apa yang paling penting buat saya. Dari dulu saya sudah menganggap keluarga sebagai orang-orang terpenting di hidup – dan sekarang saya akan selalu mengutamakan mereka. Saya rasa mereka memiliki pemikiran serupa dengan saya. Mereka yang merasakan langsung efeknya, jadi saya bisa lebih mudah berhubungan dengan mereka. Saya hanya ingin dikelilingi orang-orang yang saya cintai dan pedulikan, begitu juga sebaliknya. Saya hanya ingin hidup sehat dan bahagia, tanpa perlu berlebihan.

Terima kasih atas kesediaanmu berbagi cerita Lauren.


10 Pertanyaan Penting adalah kolom VICE yang mengajak pembaca mendalami isu sekilas nampak remeh, padahal bikin penasaran. Baca juga wawancara serupa dengan topik dan narasumber berbeda-beda di tautan berikut:

10 Pertanyaan Penting Seputar Seluk Beluk Profesi Tukang Parkir di Indonesia

10 Pertanyaan Penting Buat Dokter Spesialis Sunat di Jakarta

10 Pertanyaan Penting Untuk Pengusaha Judi Online Tanah Air