Efek Psikologis

Kamu Cenderung Jadi Emosional Usai Mendengar Editan Lagu Terkesan Diputar di Ruang Sebelah

Efek psikologis dari tren editing musik terbaru ini menarik perhatian banyak orang. Kok bisa ya?
23.5.18
Image: Flickr/udim

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard

Kalau kamu pernah jackpot atau menyelinap ke bagian lain rumah temanmu saat pesta—atau acara kumpul-kumpul sesama kawan yang disertai minum-minum dan menyetel musik dengan volume lumayan keras—untuk sekedar menyendiri barang sebentar, lagu-lagu di bawah ini diedit sedemikian rupa hingga terdengar seperti lagu-lagu yang dengar dari ruangan lain saat kamu sedang kabur sejenak dari pesta yang digelar kawanmu. Bukannya, turun kualitasnya. Lagu-lagu ini malah lebih berpotensi mengaduk-aduk emosimu.

Iklan

Mendengarkan lagu-lagu ini membuat saya merasa seperti melewatkan hal-hal yang menyenangkan dari sebuah pesta di ruangan sebelah. Aslinya, lagu-lagu ini pada awalnya bersih-bersih dari kegalauan macam ini. Akan tetapi begitu diedit seperti ini, lagu-lagu ini kok jadi sangat emotif dan kedengaran rumit ya. Waktu lagu-lagu ini disetel, saya langsung membayangkan diri saya lagi jackpot di kamar mandi rumah teman saya dan seseorang dalam hitungan detik bakal datang mengetuk pintu dan bilang “eh elo gapapa kan?.”

Intinya, teknik menyunting lagu seperti ini bikin lagu biasa menjelma jadi track yang bisa membuat siapapun jadi anak emo.

YouTuber socially awkward fangirl berulang kali mengupload track macam ini lewat akunnya. Sesudah mendengarkannya, kamu pasti galau dan emosional.

Kalau kamu ketagihan mendengarkan lagu-lagu in, kamu bisa mengunjungi laman Tumblr. Terdapat lebih banyak hasil editan yang diunggah di sana. Orang-orang di balik akun YouTuber ini juga bermurah hati membagi tutorial mengedit track-track ini. Nyatanya, kita cuma perlu program software Adobe Audition untuk mengutak-atik elemen seperti reverb dan amplitude dalam lagu-lagu itu.

Berikut beberapa lagu-lagu hasil editan akun socially awkward fangirl yang jadi makin asik (dan tentu saja emosional) setelah didengarkan berkali-kali.

Lagu The Killers' "Mr. Brightside," dari awalnya memang sudah kaya dengan part-part yang melankolis. Namun, setelah mendapatkan editan agar kedengaran seperti musik dari kamar sebelah, lagu ini kedengaran lebih mengharu biru.

Sesudah dipermak, “Mr. Brightside” berpeluang mengingatkan kita pada memori akil balik dulu atau momen-momen dulu saat kita enggak bosen-bosennya karaoke lagu ini.

Mendengarkan lagu ini dari jauh seakan menarik kita kembali ke masa itu. Bangsat banget deh, lagu ini bikin saya jadi makin sedih.

Selanjutnya, "Can't Get You Out of My Head"-nya Kylie Minogue versi diputar di kamar sebelah, bikin saya pengin keluar ruangan, merokok sambil melamun mengenang masa muda yang sudah lewat. Padahal saya jelas-jelas bukan perokok.

Dari samua lagi yang diedit dengan cara ini, lagu Gorillaz, "Feel Good Inc" adalah salah satu yang kedengaran jadi lebih nampol setelah dipermak. Kamu tak akan kehilangan satupun aspek dari lagu ini.

Hasil editannya terdengar seperti suara yang kamu dengar saat ngaso di tangga darurat agar kamu bisa bebas dari obrolan-obrolan tak penting.

Satu lagi, bass line lagu kerap dilupakan orang. Begitu aspek lainnya dibikin lebih mendem, bass linenya langsung kedengaran juara!

Hal yang sama terjadi pada "American Idiot"-nya Green Day. iya sih, hasil editannya enggak bikin saya galau atau mau mewek. Saya cuma ingin keluar ruangan sebentar lantaran lagu ini bikin saya pusing. Itu tok.

Oh ya, lagu-lagu diunggah dengan judul “What Redbone would sound like while you're making out in the bathroom of a house party" atau kalau diterjemahkan dengan bebas kira-kira artinya “Barangkali beginilah sound musiknya Redbone kalau kamu lagi asik indehoy di WC pas teman-temanmu sedang pesta di ruang lain.”

Benar-benar sebuah deskripsi yang akurat!