Matahari

Wahana Antariksa Buatan Manusia Pecahkan Rekor Terbang Mendekati Matahari

Awal pekan ini, misi solar parker sukses terbang di jarak 42 juta kilometer, memecahkan rekor yang bertahan selama empat dekade terakhir.
Gambar konsep yang menggambarkan misi pemantauan matahari
Sumber ilustrasi: NASA/Johns Hopkins APL/Steve Gribben

Wahan luar angkasa bikinan NASA berhasil terbang lebih dekat di orbit matahari, bintang tata surya kita, daripada semua obyek buatan manusia sebelumnya.

Pada Senin lalu, jam 1:04 waktu Amerika Serikat, wahana Solar Parker melintasi titik 42 juta kilometer dari permukaan matahari, memecahkan rekor yang bertahan sejak April 1976 oleh misi Jerman-Amerika Helios 2. Wahana ini, yang mengambil namanya dari astrofisikawan Eugene Parker, dilepaskan sejak Agustus lalu dan sedang melakukan penerbangan solar pertamanya minggu ini. Ia akan mendekati matahari sampai 6 November, lalu kembali ke orbit luar angkasanya untuk bersiap-siap kembali mendekati matahari pada April 2019.

Iklan

Dalam tujuh tahun mendatang, Parker akan terus berusaha memecahkan rekornya sendiri—dan rekor seluruh teknologi kemanusiaan—dengan setiap penerbangannya. Pada 2024, wahana Parker akan melintasi titik 6,16 juta kilometer dari permukaan matahari. Itu tujuh kali lebih dekat dari rekor Helios yang baru dipecahkan, otomtis menempatkan Parket di atmosfer matahari (yang bernama corona), di mana suhu mencapai jutaan derajat celcius.

Parker dapat menahan suhu setinggi itu karena corona merupakan kawasan dengan kepadatan massa rendah. Perlindungan kepanasan kuar Parker tidak berinteraksi dengan banyak partikel, jadi ia hanya akan mengalami suhu sepanas 1.377 derajat Celcius. Analogi yang digunakan NASA: Bayangkan menaruh tanganmu di dalam sebuah oven, dibandingkan mencelup tanganmu ke dalam panci berisi air mendidih—mungkin suhunya sama, tapi air mendidih akan menimbulkan kerusakan yang lebih signifikan karena zat air lebih padat.

Tentunya, 1.377°C masih termasuk sangat panas. Parker dipasangkan perlindungan kepanasan canggih yang bernama Thermal Protection System (TPS), yang bisa menahan suhu sepanas 1.648°C. TPS tidak hanya bisa memblokir radiasi matahari sehingga tidak merusakkan hardware kuar tersebut, tetapi ia juga bisa bertransisi kembali ke suhu dingin luar angkasa dalam, dimana suhunya bisa serendah -93°C.

Selain superpower ini, Parker akan akhirnya mencapai kecepatan sekitar 724,204 kilometer per jam, yang juga membuatnya objek tercepat di dunia.

Artikel ini pertama kali tayang di Motherboard