Musik Baru

Dengarkan Album Baru Deafheaven 'Ordinary Corrupt Human Love' di Sini

Band black metal asal San Francisco ini mempersilakan kita streaming gratis album ketiganya yang paling melodik. Dosa banget kalau kamu sampai melewatkannya.
6.7.18

Kolektif ekspresionis black metal, lebih sering dikenal sebagai pengusung hipster black metal, Deafheaven, beberapa bulan lalu mengumumkan peluncuran album panjang ketiga mereka Ordinary Corrupt Human Love, dengan melepas single 12 menit. Videonya klipnya kental dengan tone sepia “Honeycomb.” Seperti biasa, George Clarke menggali inspirasi dari lagu-lagu sendu berisi curhatan penuh emosi kaum suburban diiringi petikan gitar twinkly, alih-alih dari album band-band black metal Swedia bengis dan dingin yang sering diasosiasikan sebagai black metal.

Apa yang dinyanyikan Clarke tentu saja masih susah dipahami—salah satunya karena vokalnya tenggelam dalam noise bikinan kawan-kawannya. Namun, bila kalian sempat membacanya, lirik Clarke tidak menggambarkan sama sekali citra musisi black metal berhati dingin dan benci manusia. Ini salah satunya contohnya: "I'm reluctant to stay sad / Life beyond is a field / A field of flowers."

Hangat dan lebih mirip kalimat yang didengungkan para motivator di TV-TV kan? Alhasil, album-album Deafheaven selalu bisa dianggap sebagai acungan jari tengah terhadap kultur black metal kolot, terutama yang berasal dari Skandinavia.

Iklan

Makanya, bila kamu termasuk penggemar band black metal kolot dan "Honeycomb" sudah bikin kuping kamu panas, sebaiknya kamu tak usah mendengarkan album Ordinary Corrupt Human Love, yang semua tracknya bisa distreaming di website NPR sejak tadi malam. Ordinary Corrupt Human Love adalah album Deafheaven paling melodius, paling mudah didengarkan bagi pendengar anyar, sekaligus di titik-titik tertentu paling sentimental.

Band asal San Francisco ini lebih mengusung keindahan post rock daripada kemuraman dan keganasan black metal. Pendek kata, album ketiga Deafheaven lebih mirip soundtrack matahari tenggelam, daripada gelapnya tengah malam.

Contohnya, dengarkan saja track “Grin”—salah satu dari empat track yang berdurasi lebih dari 10 menit—Deafheaven masih memainkan kunci-kunci mayor saat Clarke bernyanyi bak musisi black metal sejati dan Daniel Tracy memamerkan double-kick yang rapat. Bahkan, Chelsea Wolfe, vokalis yang suaranya kerap bikin merinding, tak mampu mengubah "Night People" jadi track suwung.

Mau bagaimana lagi, Ordinary Corrupt Human Love bukan album black metal standar. Ini adalah album black metal yang menjanjikan “gebukan drum yang sangat terpengaruh jazz dan melodi-melodi piano.” Judul albumnya saja diambil dari salah satu judul novel Graham Greene, bukan karya horornya H.P Lovecraft. Pokoknya, enggak black metal banget lah.

Tapi, kalau kamu mencari album metal/rock yang tak ragu menonjolkan emosi dan kadang melankolis, serta berani menerabas batas-batas kaku genre, maka Ordinary Corrupt Human Love adalah album yang bisa kamu andalkan.

Selamat menikmati album baru Deafheaven, klik saja tautan NPR berikut.

Follow Alex Robert Ross di Twitter.

Artikel ini pertama kali tayang di VICE US.