Kesehatan Mental

Ini Lho Alasan Kenapa Orang Lebih Kreatif Pas Tengah Malam

Kalian ngaku morning person ? Baca ini baik-baik ya.
14 Maret 2018, 9:50am
Jovo Jovanovic / Stocksy

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic

Saat menjelang tengah malam, saya selalu membayangkan atau melakukan hal-hal aneh apabila belum bisa tidur. Saya bisa menggambar potret Sade, menata ulang letak perabot, merancang rencana bisnis food truck yang bisa juga berfungsi sebagai shuttle bus, atau membayangkan stadion mana yang bisa menyelenggarakan Olympics di dekat rumah. Saya bisa melakukan ini sampai menjelang subuh. Sementara tanggung jawab yang seharusnya saya kerjakan baru kesentuh di pagi hari.

Saya tidak yakin apa alasan sebenarnya melakukan ini: sengaja menunda pekerjaan atau jadwal kegiatan yang terlalu padat? Walaupun begitu, saya merasa tengah malam adalah waktu yang tepat untuk membayangkan berbagai hal dan menghasilkan ide-ide kreatif yang sebenarnya tidak penting.

Kecenderungan berpikir kreatif dan meningkatnya produktivitas saat tengah malam sangat tidak sesuai dengan siklus tidur kita pada hari kerja. Orang-orang yang biasa bangun pagi dianggap lebih bertanggung jawab dan sukses. Kalian semua pasti punya kenalan morning person yang senang “menceramahi” kalian pentingnya bangun pagi.

Memang ada penelitian yang mengonfirmasikan perbedaan fisiologis antara morning person dan night owl. Yang terakhir bisa menjadi respons terhadap ritme sirkadian yang tertunda, jam sirkadian kita yang mengirimkan isyarat ritme yang beraturan seperti waktu bangun, makan, tidur, dll. Isyarat-isyarat tersebut mencakup fluktuasi melatonin, suhu tubuh, dan sleep drive. “Melatonin biasanya merupakan hormon malam yang ditekan saat siang hari atau berada di ruangan terang,” jelas Daniel Kripke, guru besar jurusan kesehatan jiwa di UC San Diego. “Melatonin memicu kantuk, sedangkan suhu tubuh cenderung menurun sebelum tidur dan bertambah dari titik terendah di malam hari sekitar dua jam sebelum bangun tidur.”

Saya kasih analoginya. Mekanisme ini “memiliki peran sebagai ‘utusan’ kepada bagian otak dan tubuh lainnya, dan membantu ‘proses berjalan teratur,’” kata Brant Hasler, asisten dosen jurusan kesehatan jiwa di University of Pittsburgh School of Medicine.

“Meningkatnya melatonin dan menurunnya suhu tubuh sangat berkaitan dengan meningkatnya kecenderungan tidur di malam hari.” Orang-orang yang terjaga di malam hari, meskipun biasa dianggap malas dan sembrono, berada di bawah proses biologis yang rumit ini, versi terlambatnya yang dialami morning person. Fase tidur yang tertunda ini diyakini sebagai keturunan, dan ada studi terbaru yang menyatakan bahwa ini adalah hasil dari mutasi gen tertentu. Akan tetapi, hasil penelitian masih belum meyakinkan.

Sedangkan untuk stereotip night owl mengalami keterbelakangan, ada beberapa landasan biologis yang menjelaskan mengapa orang cenderung bangun lebih pagi.

Lalu, bagaimana kalau pikiran kita lebih kreatif pas tengah malam? Pikiran saya penuh dengan pekerjaan di siang hari, dan terjaga di malam hari karena membayangkan hal-hal aneh. Hasler memberi tahu saya bahwa korteks prefrontal, bagian otak yang terkait dengan kemampuan berkonsentrasi, mulai menurun saat sleep drive meningkat di malam hari. Bagi beberapa orang, ini menghalangi mereka untuk berpikir kreatif. “Tanpa kontrol top-down dan ‘hambatan kognitif,’ otak menjadi lebih bebas karena pikiran lebih beragam, membuat seseorang bisa lebih mudah memikirkan berbagai konsep.” Hasler mengatakan bahwa efek ini digabungkan dengan peningkatan suasana hati positif di sore hari, yang bisa menimbulkan pikiran kreatif.

Beberapa pakar menjelaskan bahwa stimulan potensial lain yang menimbulkan ide kreatif saat larut malam adalah REM, paruh terakhir fase tidur di mana mata bergerak cepat. Bagian siklus tidur ini berhubungan dengan keadaan otak yang berubah terkait dengan kreativitas. Banyak ilmuwan yang penemuannya datang dari mimpi. Selain itu, penulis dan seniman sering mendapat pencerahan di malam hari.

Terjaga di malam hari memang bisa membuat kita lelah. Akan tetapi, Hasler menunjukkan konsekuensi night owl yang waktu tidurnya sebentar di hari kerja dan mengikuti ritme asli di akhir pekan. “Ini menyebabkan ritme sirkadian yang tidak teratur, atau bahasa kerennya ‘jet lag sosial.’ Ritme yang tidak teratur membuat seseorang merasa jet lag, layaknya bepergian jauh dengan pesawat,” katanya.

Salah satu contoh orang terkemuka yang night person adalah mantan presiden Barack Obama. Saat dia masih menjadi presiden, malam hari adalah waktunya untuk kerja atau menonton ESPN. Orang yang tidak sibuk sekalipun bisa menjadi night person. Malam hari adalah waktu yang tepat untuk mengkhayal.

Mictian Carax, seorang mahasiswa di Brooklyn College, mengatakan bahwa “Saya lebih senang menulis di malam hari karena lebih tenang. New York adalah kota yang sibuk, dan satu-satunya waktu yang tenang adalah malam hari.” Bagi beberapa orang, berpikir dengan jelas terjadi saat malam hari. Memaksakan diri untuk tidur sesuai jadwal berarti menghalangi kita untuk berpikir kreatif. Peduli amat sama ocehan morning person yang sok.