dokumenter

Air Kencing Bisa Selamatkan Hewan yang Terancam Punah Karena Malas Bercinta

Peneliti berusaha menyelamatkan populasi cheetah di dunia lewat sampel urin kucing besar itu.
Air kencing ​Cheetah bisa menolong kucing besar ini terhindar dari kepunahan.
Air kencing Cheetah bisa menolong kucing besar ini terhindar dari kepunahan.

Populasi Cheetah di seluruh dunia menurun drastis dalam satu abad terakhir. Biang keroknya: berkurangnya lahan tempat tinggal macan tutul itu, perburuan liar, serta naiknya tren memelihara binatang eksotis di Timur Tengah. Sejumlah kebun binatang berusaha mengatasi masalah ini caranya memakai metode captive breeding. Sayangnya, teknik ini tak selalu berhasil dan mahal. Karena itulah peneliti kini menggantang harapan lewat air kencing Cheetah. Buat apa?

Iklan

Penelitian baru yang menggunakan urin Cheetah digadang-gadang sebagai alternatif standar yang digunakan di pusat-pusat captive breeding seperti Fossil Rim Wildlife Center di Glen Rose, Texas. Lazim dalam metode-metode standar ini, cheetah betina kerap pilih-pilih pasangan.

Cheetah betina tadi sangat mungkin dijodohkan dengan sejumlah cheetah jantan, dan ngotot tak memilih satupun dari mereka. Jika skenario ini terjadi, pusat captive breeding mendatangkan cheetah jantan dari luar negeri. Masalahnya, proses impor cheetah jantan ini makan banyak biaya dan bikin binatang langka ini stress.

Pakar ilmu hewan Regina Mossoti dari Endangered Wolf Center, Eureka, Missouri, baru-baru menemukan bahwa kain kasa yang dicelup dalam urin cheetah jantan bisa memicu birahi cheetah betina.

Riset yang dilakoni Mossoti menunjukkan bahwa cheetah betina bisa mengendus kencing cheetah jantan dan memastikan apakah pemiliknya bakal jadi pasangannya. Guna memancing cheetah jantan kencing, para peneliti tinggal meneteskan minyak wangi di tempat penampungan urin. “Sejauh ini, yang paling manjur Calvin Klein Obsession,” kata Mossoti.

Air kencing inilah—alih-alih cheetahnya—yang akan dikirimkan ke calon induk cheetah. Jika cheetah betina ini mau mengendus air kencing dan menyukai baunya, proses perkawinan antar cheetah dapat dimulai.

Hasil penelitian Dr. Mosotti tak hanya membantu para peternak menyelamatkan populasi cheetah, tapi juga dapat meningkatkan keberhasilan usaha penyelamatan populasi karnivora besar yang termasuk dalam 26.500 spesies langka di kolong jagat ini.

Kami merekam aktivitas Dr. Mosotti saat mengumpulkan air kencing cheetah di Fossil Rim. Berbekal pipis macan itu, dia mempelajari metode unik yang memungkinkan cheetah hidup lebih lama di muka bumi.

Tonton dokumenter soal upaya penyelamatan populasi cheetah itu lewat tautan berikut:

Artikel ini pertama kali tayang di VICE News.