Streaming Film

Suka Nonton Film via Streaming? Ucapkan Terima Kasih Pada Situs Judi Bola

Berkat iklan dari perusahaan judi internasional, situs-situs streaming ilegal memperoleh pendapatan besar. Walaupun bermasalah, judi rupanya membuat banyak orang bahagia.
22.3.17

Artikel ini pertama kali tayang di VICE UK.

Perusahaan perjudian macam Bet365 dan Sky Bet secara tidak langsung mendanai situs pembajakan acara TV semacam Watch Series dengan membayar iklan pop-up yang muncul di situs tersebut. Tidak heran apabila beberapa tautan yang membawa pengunjung ke acara TV populer di Watch Series—Game of Thrones, Suits dan The Walking Dead—semuanya menampilkan iklan situs-situs judi.

Iklan

"Firma perjudian yang mempunyai lisensi dari Komisi Perjudian Inggris tidak diperbolehkan beriklan di situs-situs yang melanggar regulasi hak cipta karena seolah-olah akan memberi legitimasi terhadap situs-situs tersebut," kata Menteri Bidang Perjudian Tracey Crouch.

Situs streaming macam Watch Series berusaha mengakali regulasi hak cipta dengan cara menyediakan tautan ke konten bajakan, tanpa harus menyimpan sendiri konten tersebut di situs. Ini membuat Watch Series jatuh di wilayah abu-abu secara hukum karena mereka berfungsi sebagai kanal konten bajakan bagi penonton. Mereka kerap menjadi target operasi-operasi anti pembajakan dan diharuskan untuk mengganti nama domain agar tidak diblok oleh jasa provider internet. Mirip kejar-kejaran antara kucing dan tikus, sejauh ini situs bajakan masih menjadi pemenang biarpun sudah ada perjanjian yang dibuat Google, Microsoft dan Intellectual Property Office Inggris untuk mengeluarkan situs-situs pelanggar regulasi dari hasil pencarian di Google.

Pihak yang berwenang berusaha keras untuk menghentikan situs-situs bajakan ini karena besarnya profit illegal yang mereka dapatkan. Laporan 2014 yang dirilis oleh Digital Citizens Alliance memperkirakan bahwa situs-situs bajakan menghasilkan Rp3 trilliun dari pendapatan iklan di tahun tersebut. Bahkan situs-situs bajakan kecil pun bisa menghasilkan Rp1,3 milliar per tahun.

"Kami khawatir generasi muda di bawah umur akan sering terekspos iklan-iklan yang memperkenalkan perjudian, ketika mereka bahkan belum boleh berjudi secara legal."

Untuk mencari situs-situs yang mengeruk uang dari pembajakan ini, Kepolisian London telah meluncurkan "Operasi Kreatif", sebuah usaha untuk mengidentifikasi dan mendaftar situs-situs pelanggar hak cipta dan mendorong pihak pengiklan digital untuk tidak bekerja sama dengan situs-situs tersebut.

Gambling Commission, yang mengatur firma-firma perjudian di Inggris juga ikut terlibat dalam usaha ini. Komisi tersebut bertanggung jawab memberikan licensi judi ke firma-firma yang bermain sesuai aturan. "Di 2015, keterlibatan kami dalam Operasi Kreatif membantu menurunkan jumlah iklan judi di situs-situs pelanggar sebanyak 36 persen," jelas juru bicara Gambling Commission.

Iklan

Juru bicara Komisi Judi menjelaskan pada VICE walaupun peraturan sudah menjelaskan "operator judi tidak boleh beriklan di situs-situs pelanggar hak cipta", tetap banyak firma-firma perjudian acuh tidak acuh. Belum ada wacana yang menyebutkan bahwa licensi perusahaan-perusahaan ini akan dicabut biarpun pelanggaran terus menerus dilakukan.

Marc Etches, CEO dari organisasi amal Gamble Aware mengatakan bahwa karena industri ini diatur sendiri oleh pemain yang terlibat di dalamnya—pemilik bisnis dan Gambling Commission—ada isu terkait pengiklanan di industri perjudian. "Ada banyak lubang dalam pengaturan industri ini," jelas Etches. "Tidak ada aturan yang jelas soal periklanan atau promosi judi lewat ranah olahraga."

Banyak firma perjudian harus berurusan dengan aturan yang lebih ketat untuk beriklan di TV ataupun media sosial yang dulunya menjadi sumber pendapatan besar bagi industri. Namun firma-firma ini tidak lantas hilang akal. Dengan beriklan di situs streaming illegal, mereka sadar bahwa mereka bebas dari regulasi.

Iklan Bwin advert yang sering kita lihat di situs-situs streaming

Dan firma-firma ini tidak hanya beriklan di situs-situs streaming acara TV illegal, tapi juga di situs-situs streaming olahraga. Situs Watch Wrestling, yang menyediakan tautan gratis ke acara-acara gulat mengiklankan Bet 365, sementara situs streaming olahraga ternama First Row Sports mengiklankan Bwin, firma perjudian asal Austria di livestream mereka.

Di Watch Series, iklan judi untuk Bet365 dan Noivbet malah muncul di samping program TV anak-anak seperti Dragon Ball Z dan SpongeBob SquarePants. Ini semakin membuat Gamble Aware khawatir.

"Kami sadar bahwa kebiasaan berjudi dimulai dari masa muda," sebut Etches. "Jadi kami khawatir generasi muda di bawah umur terekspos iklan-iklan yang memperkenalkan perjudian ketika mereka bahkan belum boleh berjudi secara legal."

Ini bukan pertama kalinya perusahaan perjudian mengangkangi regulasi atau pura-pura tidak tahu. Firma-firma ini akan terus mengeksploitasi area abu-abu dalam peraturan pemerintah demi memastikan mereka selalu untung.

SkyBet, bet365 dan Bwin tidak merespon pertanyaan VICE walaupun berkali-kali dihubungi untuk memberi keterangan pembanding.