Konflik Korea

Balon Berisi Drama Korea Buat Rakyat Korut

Aktivis kemanusiaan Korsel mengirim serial televisi populer lewat udara, sebagai kampanye balasan bagi rezim tiran Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un.
15.5.17

Video ini sebelumnya tayang di VICE News.

Dua negara di Semenanjung Korea, secara legal maupun faktual, masih berperang sampai sekarang. Walaupun kini senjata tak lagi menyalak, namun peperangan yang berlangsung di antara Korea Utara dan Korea Selatan pindah ke medan baru: propaganda.

Para penyintas serta tahanan politik yang menyeberang dari Korea Utara ke Korsel melakukan kampanye balasan propaganda kepada mantan negaranya yang dianggap totaliter. Dibantu oleh Human Rights Foundation, mereka mengirim balon hidrogen berisi uang dan pesan-pesan agar rakyat Korut menolak diperintah rezim militeristik Pyongyang. Walaupun cuma balon, Diktator Kim Jong-un merasa terintimidasi. Penerbangan balon, yang kadang diisi pula dengan kopian film drama korea dan serial televisi populer AS 'Friends', sempat memicu tembak menembak antara tentara kedua negara akhir 2014 lalu. Ketegangan semakin meningkat, karena Korut mengancam akan menghujani tembakan ke wilayah Korsel, jika sampai balon udara para pelarian politik berisi kopi film 'The Interview'. Film Hollywood itu menggambarkan upaya pembunuhan Kim Jong-un oleh dua pekerja televisi asal Amerika.

VICE News menyambangi Ibu Kota Seoul, Korsel, untuk bertemu langsung dengan para 'prajurit' yang kini berada di garis depan pertempuran propaganda kedua negara. Korsel resmi melarang pengiriman balon provokatif ke negara tetangganya. Karena itu, awak VICE mendatangi lokasi pengiriman balon menuju perbatasan yang kini dilakukan secara klandestin

Simak dokumenter pendek tentang provokasi balon di Korea melalui tautan di awal artikel.