Kurator di Aleppo Merekam Jalannya Perang Suriah dari Jendela Apartemen Selama 9 Hari
Fotografer sekaligus kurator seni Issa Touma membahas pengalaman buruknya, saat merekam awal mula horor Perang Suriah. Hasil kerjanya kini jadi dokumenter "9 Days - From My Window in Aleppo."
Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.Issa Touma, kurator dan pengelola galeri seni asal Kota Aleppo, menyadari beberapa pasukan Tentara Pembebasan Suriah berkeliaran di Jalan di bawah rumahnya. Dia tak langsung ciut nyali dan lari. Insting justru menuntun tangannya bergegas mengambil kamera video. Selama sembilan hari, Touma duduk di dekat jendela, merekam gerak-gerik pasukan pemberontak Suriah di jalanan dekat rumahnya. Touma berkolaborasi dengan sutradara Floor van der Meulen dan Thomas Vroege. Rekaman mentahnya selama lebih dari satu pekan itu diubah menjadi sebuah sebuah dokumenter menawan berjudul 9 Days - From My Window in Aleppo. Film ini merangkum semua hal yang dirasakan penduduk sipil Suriah selama perang saudara yang berkecamuk 5 tahun terakhir. Karya kolaborasi in berhasil meraih penghargaan sebagai film pendek terbaik dalam European Film Awards Desember 2016 .
Iklan
Meski aktif di media sosial dan sibuk menangani berbagai proyek seni seperti Aleppo Gallery, Touma tak mudah dihubungi. Dalam percakapapan via Whatsapp, Touma mengaku dia pulang ke Aleppo beberapa bulan sekali setelah menjalani tur Eropa. Kepulangan itu mengingatkannya pada makna hidup dan kreativitas warga di sebuah kota yang terkepung."Ada banyak yang terjadi di dunia ini, cuma karena saya datang dari negara yang dilanda peperangan, orang jadi menaruh perhatian," kata Touma. "Saya sudah keliling Eropa selama enam bulan. Tapi, saya kembali lagi ke Aleppo untuk melihat keadaan di sana dan membuat beberapa film. Salah satunya adalah Greetings from Aleppo. Isinya tentang penjelasan kenapa saya kembali ke Aleppo."Touma mengaku bahwa dia hanya berniat berbagi pengalamannya menjadi korban perang. Dia terus merekam gambar karena tak tahu lagi apa yang akan terjadi. Touma awalnya tak yakin bisa selamat. Menurut Touma, orang-orang yang berpikiran sepertinya pasti mudah dijumpai di Aleppo.