Google Searchlight

Saran dari Pakar: Stars and Rabbit Membeberkan Tips Agar Melancong di Yogya Lebih Maksimal

Duo folk pop Stars and Rabbit tak pernah malu menyembunyikan kecintaan mereka terhadap kota Yogyakarta. Mereka orang yang tepat untuk dimintai pendapat.
13.12.16
Foto oleh Stars and Rabbit via Facebook.

Duo indie pop Stars and Rabbit tak pernah malu menyembunyikan kecintaan mereka terhadap kota Yogyakarta. Suasana kota yang kalem dan kentalnya seni dalam nafas kota Yogyakarta, membuat kota ini jadi tempat paling pas untuk jenis musik mereka: pop folk yang dreamy.

Darah Yogyakarta mengalir dalam Stars and Rabbit. Vokalis Elda Suryani menghabiskan awal karirnya menjadi vokalis band cover yang manggung di berbagai kafe kota pelajar ini. Penampilannya di masa itu sudah menarik perhatian gitaris Adi Widodo, namun keduanya tak melakukan banyak kolaborasi selama era "cover band" tersebut.

Iklan

Ella kemudian jadi pemenang Reinkarnasi, sebuah kompetisi musik yang digelar di stasiun TV Indonesia. Sebagai pemenang, Ella kemudian didapuk sebagai vokalis band eVo. Sayangnya, karir band bentukan kompetisi ini tak moncer. Hanya beberapa tahun, eVo membubarkan diri.

Ella, untuk beberapa saat, meninggalkan musik. Dia menghabiskan waktu mengelola toko barang antik di Yogyakarta. Hingga suatu hari pesan pendek dari masuk ponselnya. Pengirimnya Adi. Pesannya: mengajak Ella ngeband bareng.

Keduanya kemudian membentuk Stars and Rabbit—duo folk keren yang terdengar seperti Joanna Newsome tanpa harpa. Musik Stars and Rabbt terdengar percaya diri sekaligus lembut di waktu yang sama. Singkatnya, musik Stars and Rabbit adalah pop folk lengang untuk mereka yang berhati lapang.

Kami berbincang dengan Ella dan Adi tentang Yogyakarta, tentang tempat nongkrong favorit mereka dan nasehat bagi palancong yang baru saja menjejakkan kaki di Yogyakarta.

Stars and Rabbit beraksi di Teater Garasi

VICE: Jadi, kalian biasanya nongkrong di mana kalau di Yogya?
Adi Widodo: Kita senang nongkrong di beberapa kedai kopi yang engga terlalu riuh, jadi bisa ngobrol lama sama teman-teman. Kalau aku pribadi sih, senangnya ke Semesta Coffee.
Elda Suryani: Aku sering ke tempat-tempat, kedai-kedai kopi milik kawan, yang punya pojokan yang nyaman buat baca. Ya atau ke pantai sekalian.

Mana aja tempat-tempat terbaik buat belanja album musik?
Adi Widodo: Menurutku, paling baik ya di lantai dua Yogya National Museum. Tapi banyak sih toko bagus lainnya.

Gimana kalau live music? Ada banyak banget kan band Yogya yang keren.
Elda Suryani: Kalau itu kamu perlu sering-sering ngecek flyer sama poster di jalan-jalan. Ada banyak banget konser yang isinya band-band underground. Tapi, di Yogya engga ada satu tempat khusus yang sehari-harinya menampilkan band lokal.

Kalau tempat makan di mana aja?
Adi Widodo: Wah, ya gudeg, lah! Kamu harus banget mampir ke Gudeg Yu Djum.
Elda Suryani: Banyak banget tempat makan, engga tahu deh mesti mulai darimana. Tempat favoritku sih Milas sama Letusse—dua-duanya restoran vegetarian. Aku juga suka gudeg mercon di Kranggan, empal goreng di Pasar Bringharjo, dan nasi rames di Batik Mirota.

Ada tips, engga, buat orang yang baru pertama kali melancong ke Yogyakarta?
Adi Widodo: Selalu tanya harga sebelum beli atau memesan sesuatu, terutama di pasar kaget. Anggap aja kalian mengunjungi tempat-tempat yang engga ada di Internet. Jadi ya, jangan sungkan tanya warga sekitar. Oh satu lagi nih: sewa motor. Lebih praktis dan lebih murah keliling Yogyakarta naik motor.
Elda Suryani: Mampir ke alun-alun utara pas malam; kamu bakal tertegun sama suasananya. Mampir juga ke pasar-pasar tradisional kayak Pasar Bringharjo atau Batik Mirota buat beli oleh-oleh, dan tentunya keluyuran di sekitar Kotagede.