media sosial

Kini Tersedia Aplikasi Anti Medsos Untuk Berbagi Momen Membosankan

Anda lelah dan iri melihat foto mewah serta glamor dari teman di Facebook dan Instagram? Solusinya adalah Minutiae, dirancang agar para penggunanya bebas mengunggah foto kehidupan yang boring.
29.5.17
Daniel J Wilson

Artikel ini pertama kali tayang di The Creators Project.

Di konferensi Ideas City New Museum, seniman Daniel J. Wilson menyampaikan sebuah konsep agar orang bisa merekam dan mengunggah momen-momen kehidupan sehari-hari yang membosankan dan tidak terobsesi menciptakan pribadi ganda di dunia virtual. Seniman lain yang hadir dalam forum tersebut, Martin Adolfsson, tertarik. Dia ngobrol dengan Wilson sesudah acara, melempar gagasan mengajak orang berani merekam momen-momen membosankan. Kemudian lahirlah Minutiae, sebuah aplikasi berbagi foto anonim, tidak seperti kebanyakan applikasi foto yang kelewat serius, mendorong pengguna merayakan momen-momen kehidupan yang membosankan. Diharapkan dengan aplikasi anti mentalitas medsos ini orang tak perlu lagi berpura-pura menjadi sosok yang bukan dirinya hanya demi meraih like atau pujian dari kawan dunia maya.

Iklan

Sehari sekali, di waktu yang acak, semua pengguna menerima sinyal dari app untuk mengambil foto secara serentak, tidak peduli akan zona waktu. Setelah mengambil foto, pengguna dipasangkan dengan pengguna lain secara acak yang juga baru saja mengambil foto, dan diberikan waktu 60 detik untuk melihat-lihat linimasa sendiri atau linimasa pengguna lain yang menjadi pasangan. Setelah satu menit berlalu, applikasi ini akan berakhir dengan sendirinya, dan pengguna harus menunggu sinyal berikutnya untuk kembali bisa mengoperasikan app. Selain aspek anonim dan fokus ke kegiatan-kegiatan yang membosankan, Minutiae juga tidak memberikan pilihan bagi pengguna untuk mem-follow pengguna lain.

Selain menjadi sebuah aplikasi yang bisa benar-benar digunakan setiap hari, Adolfsson dan Wilson yakin bila Minutiae merupakan sebuah bentuk karya seni. Wilson mengaku mereka beruntung mendapatkan dana dari Dewan Seni Swedia yang memberi mereka kebebasan mencipta perayaan kolektif momen membosankan sedunia.

"Tesis kami tidak mengatakan bahwa media sosial itu 'buruk,' tapi media sosial membuat kita melihat dunia dan mendokumentasikan pengalaman dalam cara yang sangat aneh," jelas Wilson. "Akibat penggunaan Facebook, Instagram, Snapchat dan sebagainya, kita semua terus berada dalam proses (dan kadang tidak sadar) penyaringan tentang bagaimana kita harus mendokumentasikan hidup…Minutiae membebaskan kita dari tekanan untuk tampil 'luar biasa' mengingat anda tidak lagi memiliki kebebasan untuk memilih obyek dokumentasi—semua koneksi bersifat singular dan acak."

Uniknya, Minutiae 'membebaskan' pengguna dari kecanduan medsos dengan cara membatasi waktu yang bisa dihabiskan saat menggunakan aplikasi ini—hanya satu menit per hari. Konsep tersebut jelas menentang kebanyakan aplikasi foto lain yang dimaksudkan untuk membuat pengguna ketagihan dan terus menggunakannya.

"App ini adalah alat untuk membantu pengguna mendokumentasikan momen-momen kehidupan normal," kata Adolfsson. "Jenis momen yang biasanya kita anggap kurang penting untuk direkam."

Bagi Wilson, melihat foto-foto yang diambil oleh para pengguna anonim memberikan dirinya pandangan sekilas tentang kehidupan normal banyak orang dari berbagai penjuru dunia. Sama seperti pengguna lain, dia hanya sanggup melihat momen-momen membosankan dari pengguna yang sebetulnya mirip dengan yang dia jalani.

"Bahkan hanya dengan ukuran sampel yang kecil, saya sudah menyaksikan berbagai hal: dari toilet di Lebanon, pemakaman di Jepang, sampai seseorang menonton Donald Trump di TV di ruang tamu di Spanyol," ungkap Wilson. "Ini pengalaman yang memuaskan dan memanusiakan."

Duo pencipta Minutiae Martin Adolfsson dan Daniel J. Wilson.