Perang Narkoba Filipina

Mengintip Proses Penyusunan 'Target Eksekusi' Perang Narkoba Duterte

Perang narkoba Filipina mengadu sesama rakyat sipil. Mereka diminta melaporkan saudara atau tetangga sendiri yang dituduh terlibat bisnis narkotika. Dari sukarelawan itulah, daftar eksekusi disusun.

Segmen ini tayang di VICE News Tonight on HBO.

Sebelum seseorang diculik, ditembak mati, lalu mayatnya dibuang begitu saja di jalanan atau di pesisir pantai Filipina, sekelompok orang akan datang ke wilayah target lebih dulu beberapa hari sebelumnya. Tim penyurvei itu akan mendatangi pintu rumah sasaran, lalu menandai rumah mereka dengan simbol 'X'. Inilah pemandangan sehari-hari selama perang narkoba dicanangkan pemerintah Filipina setahun belakangan.

Alamat lengkap sasaran itu tentu tidak datang dari langit. Anggota tim pembunuh juga bukan cenayang. Mereka mendapat data dari pejabat pemerintah setempat. Daftar nama-nama itu diserahkan kepada detasemen khusus kepolisian yang memerangi narkoba. Selain petugas sipil, setingkat kelurahan, ada relawan-relawan sipil lain yang diminta menunjuk siapa saja saudara, sahabat, kenalan, atau tetangga yang kemungkinan terlibat peredaran narkoba. Pola mengadu sesama warga ini memicu keresahan. Terutama di perkampungan miskin Filipina. Sesama tetangga kini tak bisa saling percaya.

Lebih dari 10 ribu orang tewas sepanjang perang narkoba dikumandangkan Presiden Rodridgo Duterte. Anak-anak bahkan ikut tewas gara-gara kebijakan ini.

VICE News mendapat akses untuk melihat bagaimana proses penyusunan target pembunuhan narkoba di kawasan Payatas, Metro Manila. Kami mengikuti beberapa sukarelawan yang hendak menyerahkan daftar nama tetangga mereka, yang kemungkinan akan mati dalam waktu dekat, kepada pejabat setempat.

Simak dokumenter kami tentang proses penyusunan daftar yang mengerikan tersebut dalam tautan video di atas.