Film

Masa Muda Morrissey Yang Haru Biru Sudah Difilmkan

Kalian bisa menonton film 'England is Mine' dalam gelaran UK/ID Festival 2017 di Jakarta.
16.10.17
Cuplikan film dimuat seizin British Council.

Film biopik, alias biografi menangkat sosok terkenal terus saja diproduksi. Ada keinginan penonton menyaksikan dramatisasi kehidupan sosok terkenal hidup di masa yang belum terlalu lama lewat, tapi bukan dalam bentuk dokumenter. Tak perlu kaget kalau sekarang bintang-bintang yang populer pada era 1980'an mulai diangkat ceritanya ke layar lebar. Maka, wajar bila sekarang giliran penyanyi legendaris Inggris, Morrissey, yang menjadi topik utama sebuah biopik baru berjudul England is Mine.

Iklan

Fokus utama England is Mine menceritakan ikon indie legendaris Steven Patrick Morrissey di usia 17 tahun yang penuh haru biru. Morrissey dalam film ini diperankan Jack Lowden, aktor asal Skotlandia. Lowden sebelumnya dikenal karena ikut bermain di film Dunkirk serta drama komedi Fighting with my family bareng Dwane Johnson. England is Mine disutradarai Mark Gill. Sebelumnya, sineas ini pernah menggarap film pendek bertajuk "Voorman Problem", menceritakan tentang pengganguran, kerusuhan dan kekacauan Manchester sepanjang dekade 1970an dan 80an. Nama di belakang layar tersebut punya rekam jejak mengangkat secara akurat suasana Inggris akhir 70 ke awal dekade 80, terutama memotret kalangan kelas pekerja, di mana Morrissey tumbuh. Sang produser film ini adalah Orian William, sosok yang sebelumnya sudah menggarap biopik mendiang vokalis Joy Division, Ian Curtis, bertajuk Control.

Cuplikan 'England is Mine', diunggah seizin British Council.

Morrissey, dalam England is Mine, digambarkan sebagai remaja pemalu yang bermimpi besar ingin keluar dari belenggu kerasnya kehidupan kelas pekerja di inggris Utara. Hari-harinya sering diwarnai keributan melawan orang tuanya. Steven memilih mengurung di kamar menulis lirik lagu untuk tabloid NME. Karena sifatnya dramatisasi, tentu saja percintaan remaja Morrissey ikut diangkat. Romansa calon vokalis The Smiths itu mekar saat bertemu Linda Sterling, seniman lokal yang bisa memotivasi Steven keluar dari rasa kurang percaya diri. Berkat Linda, Morrissey bersedia meniti mimpi dengan bergabung bareng band 'The Nosebleeds' bersama kenalan bernama Billy. Sayangnya perjalanan pemuda itu tidak sesuai rencana, Linda mendapat tawaran magang di sebuah galeri di London, kontrak band Morrissey putus di tengah jalan. Seakan tak putus dirundung nasib buruk, Morrissey dipecat dari pekerjaannya, kemudian sahabatnya Anji meninggal dunia karena leukimia. Dia merasa terperosok ke titik terendah hidup, kehilangan teman-teman, mengurung diri. Hanya berkat dukungan tanpa lelah dari ibunya, Morrissey tetao rajin menulis lagu, membaca dan menonton film. Sampai akhirnya seorang pemuda Johnny mengetuk pintu, mengajaknya bentuk sebuah band. Sisanya adalah sejarah. Kalau penasaran ingin mengikuti cerita lengkapnya, kamu bisa nonton premier England is Mine di Indonesia, di sela-sela UK/ID festival yang dihelat 17 Oktober, pukul 19:00 WIB di The Establishment, SCBD.