Latihan Yoga

Woy, Ternyata Ada Lho Aturan Tak Tertulis Saat Kita Latihan Yoga

Sembilan hal yang harus kamu ketahui sebelum masuk ke studio yoga untuk pertama kalinya.
27.2.19
aturan tak tertulis saat latihan yoga
Ilustrasi oleh Jovo Jovanovic / Stocksy 

Aku sudah hampir sepuluh tahun latihan yoga. Jadi kamu pasti mengerti rasa frustasi yang kurasakan setiap pekan-pekan awal Januari, ketika masuk ke kelas dan langsung diserang para newbie-newbie yang datang karena dapat diskon latihan lewat Groupon. Mereka mengerumuni studio dan menyingkirkan peserta lama ke sudut yang lantainya yang berderit dan tanpa akses ke cermin.

Oke, sebelum terdengar snob, perlu kuberi klarifikasi. Sebenarnya aku pengin orang mencoba yoga dan terus berlatih. Inti yoga adalah pernapasan, penguasaan tubuh, dan disiplin meditasi. Teknik ini bisa diterapkan untuk semua orang. Kalau semua orang melakukan yoga, kita pasti akan merasa lebih baik, bersikap lebih ramah terhadap satu sama lain, dan setidaknya punya pengetahuan empat posisi seks baru agar ada variasi di ranjang.

Cara terbaik mendapatkan hasil maksimal dari sesi yoga pertamamu adalah mengenal dasar-dasarnya dengan baik. Maksudku bukan hanya mempelajari flow vinyasa standar biar kamu enggak kelihatan kayak lagi ngelihatin pantat orang. Kalau cuma gitu mah perkara etika doang. Untungnya, ada beberapa aturan tak tertulis seputar dunia yoga yang sebenarnya diketahui semua praktisinya. Tahu prinsip-prinsip tersebut sebelum mulai latihan pasti akan membantu banget, supaya kalian enggak keteteran pas ikut yoga pertama kali.

Berikut sembilan hal yang harus kamu ketahui sebelum masuk studio yoga untuk pertama kalinya. Panduan ini dipersembahkan dari pengalamanku, serta ada tambahan oleh Chelsea Jackson-Roberts, pelatih yoga dan pendiri kamp Yoga, Sastra, dan Seni di Spelman College.

Jangan Merasa Bisa, Selalu Mulai Latihan di Kelas Pemula

Walaupun kamu sehat secara fisik dan rutin ikut senam di kantor dua kali seminggu, latihan yoga akan menantangmu dengan cara yang berbeda. Jadi carilah kelas yang ditujukan buat pemula. Yoga restoratif juga pilihan baik, menurut Jackson-Roberts, karena latihannya santai dan enggak ngoyo. Ini adalah opsi yang baik kalau kamu ingin masuk ke dunia yoga perlahan-lahan.

Pelajari sedikit teknik Yoga sebelum masuk kelas

Bahkan kelas pemula terkadang tidak membahas seperti apa seharusnya child’s pose dalam yoga yang benar (walaupun pelatih yang baik akan mengajarimu kalau kamu memberitahunya kamu masih pemula). Jadi, cek dulu panduan pose atau video. Meski pose seperti ini kelihatannya gitu-gitu aja, kamu benar-benar bisa menyakiti diri kalau enggak benar melakukannya.

Kasih tahu pelatihmu kalau ada anggota tubuh yang sensitif

Dia akan bertanya di awal kelas apabila ada yang memiliki sejarah cedera di bagian tubuh tertentu, kalian seharusnya tiba 10 atau 15 menit lebih cepat sebelum kelas mulai. Jangan bohong. Jujur aja.

Jangan makan sebelum latihan, tahan godaan

Memang enggak ada studio yoga yang mengatur soal makan. Tapi prinsip ini tergantung kamu latihannya jam berapa. Jackson-Roberts menyarankan agar kita tidak makan yang berat-berat minimal satu jam sebelum latihan, karena beberapa latihan pernapasan dan inversi (pose di mana jantungmu diposisikan lebih tinggi daripada kepalamu) bisa menjadi terlalu intensif sampai kamu merasa mual.

Jangan nge-scroll Instagram pas lagi melakukan pose

Menaruh ponselmu di sebelah tikar itu nyebelin (itu kata-kataku, bukan Jackson-Roberts’). Tapi dia juga enggak sreg kalau ada peserta latihan yang curi-curi scrolling Instagram pas lagi menjalani pose Downward-facing Dog. "Izinkan dirimu keluar dari dunia internet selama satu jam," katanya. "Kalau kamu sanggup melakukan itu, urus kebutuhanmu terlebih dahulu–kosongkan jadwal, pastikan kamu bisa fokus sepenuhnya." Unsur mental yoga sama pentingnya dengan unsur fisiknya. Jadi izinkan dirimu fokus di masa kini. Berhenti liat ponsel bentar doang enggak susah kok.

Kentut itu hal biasa

Di kelas yoga, orang menggerakan dan melipat tubuh dan pinggang mereka. Wajarlah kalau ada yang kentut. Jangan malu kalau kelepasan kentut dan jangan ngetawain orang lain.

Pakai ganjalan bukan berarti kamu enggak becus Yoga

Menggunakan balok busa yang disediakan pelatihmu tidak membuatmu menjadi cemen. Mereka banyak manfaatnya, apalagi kalau kamu orangnya pendek.

Jangan menutupi matras orang lain dengan punyamu

Kecuali kalau kelasnya saking penuhnya, sehingga kamu terpaksa melakukan itu. Kamu juga tidak memerlukan seksi VIP cuman buat kamu (ada perempuan yang pernah menyuruhku memindahkan tikarku sejauh tiga meter karena dia bilang dia mempunyai “kaki panjang” dan suka “meregangkannya”) Kalau kamu kebetulan harus berlatih pas di sebelah orang lain, jauhkan matrasmu sebisa-bisanya, atau setidaknya sesuaikan posisi badanmu agar kamu bisa latihan tanpa memukul orang di sebelahmu. Kalau orangnya kena, santai aja. Orang cenderung lebih penuh endorfin saat melakukan yoga—setahuku sih—yang bikin mereka lebih memaafkan.

Jangan bersikap terlalu serius

Celana ketat dan elastis bukan kewajiban. Pakailah baju yang membuatmu nyaman dan mengizinkanmu bergerak secara bebas (cobalah bahan yang menyerap kelembaban kalau kamu banyak berkeringat). Dan jangan khawatir kalau gerakanmu tidak sinkron dengan peserta-peserta lain. Yoga itu bukan CrossFit, jadi tidak ada orang yang mengandalkanmu untuk menaikkan skor mereka. Merasa tidak nyaman atau goyah saat melakukan pose-pose tertentu adalah bagian dari proses; tetapi rasa sakit bukan, jadi lakukan sebisamu saja.

Artikel ini pertama kali tayang di Tonic