Alasan-Alasan Sakit Paling Ngaco Supaya Kita Bisa Bolos Kerja
Di luar negeri ternyata ada 'Hari Sakit Nasional'. Untuk merayakan peringatan itu, mari mengingat apa saja kebohongan yang pernah kita pakai supaya tak masuk kerja.
Artikel ini pertama kali ditayangkan di VICE UK.(Sumber foto utama artkel: Henri Bergius, via situs ini.)Ternyata, setiap Senin pertama Bulan Februari di Inggris akan dirayakan sebagai "Hari Izin Sakit Nasional." Di Indonesia memang tidak ada perayaan atau tradisi macam itu (kecuali mungkin bolos setelah Lebaran, tapi kan tidak perlu pakai izin sakit). Nyatanya di Negeri Ratu Elizabeth, inilah hari paling populer sepanjang tahun untuk membolos kerja memakai alasan sakit. Diperkirakan 350.000 orang membolos kerja setiap Hari Izin Sakit Nasional. Ada sejumlah alasan di balik fenomena di Inggris itu. Sebagian besar berhubungan dengan miras; karena rata-rata pegawai baru gajian lagi lalu kalap dugem. Apapun alasannya, semua pekerja di seluruh dunia pasti pernah mencari alasan agar tak perlu masuk kerja. Alasan sakit adalah yang paling populer. Berikut adalah alasan-alasan terburuk, serta ngaco, yang pernah kami dengar agar seorang karyawan bisa bolos kerja.
Iklan
Pura-pura Pingsan Karena Bosmu Brengsek
Saya engga pernah merasa bersalah bohong sakit, karena manajer saya orangnya manipulatif dan menolak lebih bijak memandang dunia di balik batas-batas toko yang dia kelola. Dia gila kekuasaan. Waktu itu saya masih kuliah tahun kedua dan akan menghadapi ujian. Ketika jadwal ujian keluar, manajer malah menugaskan saya di hari yang sama dengan hari ujian. Kurang ajar, kan? Saya mengkonfrontasi minta diberi keringanan karena akan ujian, tapi dia balik marah sambil berkata, "Kita engga bisa memberi perlakuan istimewa hanya karena karyawan ada kegiatan ekstrakurikuler"—masa depan gelar sarjana saya disamakan dengan eskul—lalu menolak kebijakan kantor diganggu gugat.
Pada hari saya dipaksa kerja, saya tertular penyakit misterius yang perlahan-lahan bermula dari sakit kepala dan batuk, lalu akhirnya saya jatuh dari tangga ruang penyimpanan tanpa menggunakan make-up apapun. Cowok selalu berpikir cewek kalau engga pakai make-up itu berarti sedang sakit parah. Pada hari sebelum ujian pertama, saya engga masuk kantor, agar semakin meyakinkan. Saya bilang ke bos terkena muntaber untuk menangkis segala omelan. Lalu saya sengaja engga masuk hingga minggu ujian usai. Lalu saya mesti berbohong dan bilang karena sakit saya engga bisa ikut ujian. Kebohongan ini terus berulang menjadi kebohongan besar dan saya mesti susah payah berkelit untuk berhasil. Intinya: jangan berbohong kecuali bosmu asu.@hannahrosewens
Iklan
'Sakit' Bangun Kesiangan Terus-Terusan
Terakhir kali aku kerja—pekerjaannya enak, kantornya terletak di lokasi yang oke, dapat makanan gratis, kolega-kolega kantor sangat menyenangkan—ternyata aku suka sekali bohong pakai alasan kesiangan karena tidak enak badan. Aku kepengen banget kerja jam 10 pagi setiap hari, tapi entah mengapa (sebenarnya sih, ya karena males aja) aku selalu sampai kantor jam 11. Pernah aku terlambat dua setengah jam karena hujan lebat (ini engga bohong), dan aku males jalan ke stasiun kereta. Ya, seperti yang kamu duga, aku dipecat engga lama setelah itu. Pas dipecat aku membatin, "Ya, adil sih—kalau aku jadi bos juga ogah kali mempertahankan karyawan seperti ini." Kadang aku memang bodoh gak ketulungan.
[@joe_bish
](https://twitter.com/joe_bish)
Saya belum pernah bolos kerja karena sakit (atau bohong sakit), tapi pas kuliah saya pasti bolos dua hari dalam seminggu karena menurut saya sekolah ga ada gunanya. Saat bolos untuk keenam kalinya, saya sadar masih butuh gelar sarjana. Saya akhirnya harus punya alasan bolos karena kondisi kesehatan tertentu atau surat keterangan orang tua. Saya memutuskan, saya terkena asma yang memang saya derita sejak kecil selama dua tahun kuliah. Saya lalu rutin terkena asma selama empat puluh persen jadwal sekolah. Tapi saya sekarang sudah baik-baik saja, kok. Hehe.
@marianne_eloise
Pegawai Teladan Mencoba Izin Sakit
Saya engga pernah bolos karena pura-pura sakit karena saya punya kecenderungan merasa bersalah kalau sampai bersikap tidak jujur (saya dididik dalam ajaran Katolik yang ketat). Kalaupun saya betulan sakit—suatu keadaan yang saya hindari sekuat tenaga, dengan obat batuk dan segala jenis vitamin seketika tenggorokan terasa gatal, dan berliter-liter jus dan air putih dan lima belas menit sekali menggunakan hand sanitizer—saya bakal merasa sangat bersalah. Saya engga bisa menikmati masa-masa sakit (atau pura-pura sakit). Karena tidak ada yang menenangkan dari pura-pura sakit lalu akting batuk-batuk kecil agar dibuatkan teh oleh teman satu kosan, mencoba terbaring tidak berdaya di sofa dengan tumpukan bantal, selimut, lalu akhirnya menonton tiga film sekaligus di Netflix.
Saya benar-benar engga bisa menikmati semua itu, karena rasa bersalah yang saya sebut di awal. Emang sih, ini sok suci banget kedengarannya. Tapi, saya beneran percaya dunia berhenti berputar kalau saya engga masuk kantor barang sehari saja. Oke, oke, coba saya anulir jawaban tadi: alasan terbaik untuk bolos kerja karena sakit adalah paragraf ini. Saya akan bolos kerja besok sebagai wartawan VICE, dan semoga manajer saya—yang mesti menyunting tulisan ini!—baik-baik saja ketika besok karyawannya berkurang satu.
@joelgolby
Jangan Bolos Sakit Kalau kerjamu Kurir Makanan
Dulu saya rutin membolos kerja sebagai pengemudi layanan pesan antar Domino, yang kalau dipikir-pikir adalah kesalahan fatal karena itu adalah pekerjaan paling mudah yang pernah saya lakukan. Bayangkan, saya berusia 17 tahun, diupah £6 (setara dengan Rp100.000,-) dan dapat bonus £1 (Rp17.000,-) setiap pengantaran cuma buat menyetir keliling-keliling bersama kawan-kawan sambil mendengarkan musik dan kadang memakan pizza tuna dengan saus barbekyu yang batal dipesan konsumen. Gratis bok!
Ngomong-ngomong, berikut adalah alasan bolos kerja favorit saya:
- Saya terkena virus 14 kali sepanjang tahun (bohong).
- Ada koin nyangkut di belakang setir dekat bagian klakson, jadi klakson saya nyala terus seharian (bohong).
- Pergelangan kaki saya patah dan saya engga bisa menyetir (bohong banget, dan anehnya manajemen engga menegur atau bertanya ketika saya masuk minggu depannya dengan kaki baik-baik saja).
- Saya secara rutin mesti mantau pekerjaan tukang ledeng di rumah karena ibu saya bekerja (sebagian besarnya bohong).
Saya engga bangga dengan kebohongan-kebohongan ini, kecuali soal klakson karena secara objektif itu merupakan kebohongan yang lumayan rapi. @jamie_clifton
Izin Sakit Adalah Metode Terbaik Melawan Kelaliman Industri
Jam kerja panjang, melebihi ketentuan UU, sama buruknya dengan merokok. Orang yang terlalu banyak kerja punya risiko 40 persen lebih tinggi terserang penyakit jantung. Kerja, apalagi yang bebannya gila-gilaan, pasti akan membuat kalian sakit. Apalagi kalau kalian kerja kantoran yang tidak menuntut banyak gerak lalu menatap layar komputer lama-lama.Buatku, dengan semua penjelasan di atas, "mengaku sakit" biar bolos itu engga ada salahnya. Kebohongan ini adalah pertahanan kita menghadapi kekerasan di ruang kerja yang beneran bisa bikin kita sakit. Kalau kalian sudah sepakat sama pola pikirku, harusnya cari-cari alasan sakit jadi lebih gampang. Bayangkan, kalian bisa baca novel seharian. Kemewahan sederhana itu sepadan lah sama kerepotan untuk mikir alasan sakit, supaya kalian engga merasa terlalu bersalah.@simonchilds13