Manusia Prasejarah

Penelitian: Cuma 7 Persen DNA Manusia Modern yang Tak Tercampur Spesies Purba Lain

Sebagian besar genom manusia berbagi dengan Neanderthal dan spesies manusia purba lainnya. Maaf penolak teori evolusi, homo sapiens tidak sespesial itu.
22.7.21
penelitian: 90 Persen DNA manusia mode Neanderthal dan spesies manusia purba lain
Foto: JazzIRT via Getty Images

Potongan DNA Neanderthal telah ditemukan dalam genom manusia, tapi studi terbaru menunjukkan seberapa besar keunikan kita dibandingkan dengan nenek moyang yang telah punah. Rupanya kita tak terlalu berbeda dari manusia purba.

Ilmuwan menemukan hanya 1,5 hingga tujuh persen genom manusia modern yang unik. Menurut temuan itu, jumlah yang sangat kecil ini meliputi perkembangan dan fungsi saraf kita yang terjadi dalam “berbagai ledakan” perubahan adaptif selama 600.000 tahun terakhir.

Iklan

Diterbitkan dalam Science Advances pada Jumat, penelitiannya menggunakan algoritma untuk menciptakan apa yang disebut grafik rekombinasi leluhur genom manusia, Neanderthal, dan Denisovan. Melalui grafik ini, peneliti mampu menentukan daerah DNA yang unik pada manusia modern. Mereka menggunakan genom dari 279 manusia, dua genom Neanderthal dan satu genom Denisovan.

Peneliti melaporkan, kelompok alel “sangat diperkaya” untuk gen yang terkait dengan perekatan sel, pertumbuhan neuron dan perakitan sinaps. Mereka juga menemukan sejumlah mutasi yang terlibat dalam migrasi sel saraf dan pembersihan zat beracun dari otak. Akan tetapi, mereka mencatat pengujian ini tidak menyarankan konsekuensi fungsional untuk mutasi yang teridentifikasi.

“Setiap mutasi bisa menjadi berantakan, atau mengubah pengaturan satu atau banyak gen,” Nathan K. Schaefer, mahasiswa postdoctoral jurusan teknik biomolekuler di University of California Santa Cruz yang memimpin penelitian, menjelaskan dalam email. “Mengaitkan mutasi spesifik manusia di wilayah tersebut dengan perubahan fungsional adalah langkah menarik berikutnya yang memerlukan eksperimen.”

Penelitian ini tidak banyak menjelaskan ciri-ciri genom yang dimiliki oleh hominin purba, tapi Schaefer mengungkapkan hal itu sulit ditentukan. Sebaliknya, dia merujuk penelitian lain yang menyoroti alel gen dalam sistem kekebalan yang diseleksi alam dalam kasus “introgresi adaptif”, atau kawin silang, pada manusia yang mewarisi DNA spesies purba.

Meski keunikannya sangat sedikit, perkiraan persentase genom manusia dapat menentukan lebih banyak tentang spesies manusia daripada yang kita sadari.

“Fitur biologis yang hanya dimiliki manusia modern dikendalikan sejumlah kecil perubahan genetik yang dapat diselidiki dalam penelitian selanjutnya. Itu artinya beberapa kelompok hominin purba—seperti Neanderthal—sebetulnya tidak jauh berbeda seperti yang kita kira selama ini,” simpulnya.